7 Jenis Pemeriksaan yang Sering Dilakukan Sesudah Atau Sebelum Operasi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Operasi harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan persiapan matang, begitu juga setelah melewati operasi, harus dicek kembali hasilnya. Dokter tidak akan sembarangan menyuruh Anda untuk melakukan operasi tanpa berbagai macam tes sebelumnya. Selanjutnya, setelah operasi dokter juga akan memantau perubahan dengan tes yang diperlukan sesuai kondisinya. Apa saja tes sebelum operasi atau pun sesudahnya? Simak daftarnya di bawah ini.

Kenapa harus melakukan tes sebelum operasi dan sesudah operasi?

Tes sebelum operasi dilakukan untuk memastikan apakah Anda benar-benar membutuhkan pembedahan atau operasi tersebut atau tidak. Selain itu, tes sebelum operasi juga diperlukan untuk memastikan seberapa stabil tubuh Anda, serta melihat apakah tubuh Anda mampu menjalankan operasi atau tidak dalam waktu dekat ini.

Setelah operasi, dokter dan perawat juga akan melakukan serangkaian tes tertentu. Tes apa saja yang dilakukan tergantung pada kondisi Anda dan permintaan dokter bedah yang menangani Anda. Tes sesudah operasi sering dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi pasca operasi. Selain itu, tes sesudah operasi juga dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya yang diperlukan.

Contohnya setelah operasi dilakukan tes darah. Hal ini diperlukan untuk menentukan apakah setelah operasi ini Anda membutuhkan transfusi darah atau tidak, misalnya karena perdarahan saat operasi.

Beberapa tes umum yang dilakukan sebelum atau sesudah operasi

1. Pemeriksaan darah perifer lengkap

Tes darah ini dilakukan untuk memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan dan mendeteksi berbagai gangguan yang ada, misalnya terjadi anemia (menurunnya kadar hemoglobin) dan infeksi (meningkatkan leukosit alias sel darah putih). Tes ini bisa dilakukan sebelum maupun sesudah operasi.

Ada beberapa komponen darah yang akan dilihat dalam tes ini dilansir dalam laman MayoClinic, yakni:

  • Sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
  • Sel darah putih yang melawan infeksi.
  • Hemoglobin, protein pembawa oksigen yang ada di dalam sel darah merah.
  • Hematokrit, yakni proporsi dari jumlah sel darah merah dengan komponen cair lainnya di dalam darah.
  • Platelet atau yang dikenal dengan trombosit¬†yang berfungsi melakukan pembekuan darah.

2. Memeriksa kesehatan jantung dengan elektokardiografi (EKG/ rekam jantung)

Tes ini dapat memperlihatkan aktivitas listrik jantung yang biasanya dilakukan sebelum operasi. Dari tes ini bisa dilihat irama jantungnya apakah normal atau tidak misalnya aritmia atau disritmia. Selain itu, EKG juga membantu menemukan adanya kerusakan otot di jantung, membantu menemukan penyebab nyeri dada, denyut jantung berdebar-debar (palpitasi), dan murmur jantung.

3. Scan sinar-X

Sinar-X dapat membantu mendiagnosis penyebab sesak napas, nyeri dada, batuk, dan demam tertentu. Sinar-X juga bisa melihat ada tidaknya kelainan jantung, pernapasan, dan paru-paru. Dari hasil rontgen sinar-X ini juga bisa dilihat kondisi tulang dan jaringan di sekitarnya tanpa melakukan tindakan yang invasif. Sinar-X bisa digunakan sebelum maupun sesudah operasi dilakukan.

4. Urinalisis

Urinalisis atau yang sering disebut dengan tes urine adalah tes yang dilakukan untuk menganalisis urine yang keluar dari tubuh. Dengan dilakukan tes ini maka dapat diperkirakan kondisi ginjal dan kandung kemih. Apakah ada tanda-tanda infeksi di ginjal atau kandung kemih, atau apakah ada masalah yang memerlukan perawatan di ginjal atau kandung kemih. Tes urine ini juga dapat menemukan ada tidaknya obat-obatan terlarang yang dikonsumsi tubuh sebelum melakukan operasi.

Tes urine ini sendiri pada dasarnya akan ada 3 bagian, yakni

  • Pengujian urine dalam bentuk visual, misalnya melihat warna dan kejernihan urine
  • Pengujian urine dengan mikroskop untuk melihat hal-hal yang tidak bisa terdeteksi oleh mata. Misalnya terdapat hasil eritrosit di urine (menunjukan adanya darah dalam urine), bakteri dalam urine (menunjukan adanya infeksi dalam saluran kemih), dan kristal (menunjukan adanya batu di saluran kemih).
  • Dipstick test. Dipstick test adalah sebuah tes dengan menggunakan stik plastik tipis yang akan dicelupkan ke dalam urine untuk mengecek pH urine, kandungan protein dalam urine, gula, sel darah putih, bilirubin, dan juga darah di dalam urine.

Dengan kondisi urine tersebut, maka dapat dilihat lebih dahulu apa yang terjadi di tubuh Anda sebelum operasi benar-benar dimulai.

5. Tes pembekuan darah

Pada tes pembekuan darah yang akan dinilai adalah PT dan APTT. Tes ini biasanya dilakukan sebelum operasi untuk memastikan apakah darah mudah atau susah membeku. Hal ini akan membantu pada saat operasi.

Jika darah mudah membeku, maka kemungkinan kehilangan darah saat operasi kecil, sedangkan jika darah sulit membeku maka darah akan terus keluar saat operasi sehingga Anda mungkin saja banyak kehilangan darah.

6. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI adalah salah satu tes yang non-invasif (tindakan tanpa melukai kulit seperti disuntik atau disayat). MRI adalah tes yang menggunakan magnet kuat, gelombang radio, dan komputer untuk bisa memberikan gambar mendetail di dalam tubuh Anda. Tidak seperti sinar-X dan CT scan, MRI tidak menggunakan radiasi.

MRI membantu dokter mendiagnosis penyakit atau cedera, dan memantau seberapa baik respon tubuh Anda setelah dilakukan perawatan. MRI ini dapat dilakukan di berbagai bagian tubuh Anda. Dari melihat otak dan sumsum tulang belakang, kondisi jantung dan pembuluh darah, tulang dan sendi, dan organ-organ tubuh lainnya.

Maka itu, MRI bisa diperlukan baik sebelum prosedur operasi mapun setelah operasi dilakukan untuk memantau kembali hasilnya. Pasien yang melakukan MRI harus berbaring di tempat tidur selama pemeriksaan.

7. Endoskopi

Endoskopi adalah alat untuk melihat kondisi dalam tubuh baik sebelum operasi maupun setelah operasi. Endoskopi ini digunakan untuk memeriksa bagian saluran pencernaan. Endoskopi dilakukan dengan memasukan tabung kecil bercahaya dan dengan kamera yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

Biasanya alat endoskopi ini akan dimasukkan dalam mulut dan terus menyusuri saluran pencernaan untuk melihat kondisi di sepanjang saluran pencernaaan. Sembari alat masuk ke dalam tubuh, kamera pada tabung akan menangkap gambar yang disajikan dalam monitor TV berwarna.

Perlu diingat, pemeriksaan sebelum dan sesudah operasi di atas tidak semuanya dilakukan rutin pada setiap tindakan operasi. Pemeriksaan itu dipilih berdasarkan operasi apa yang akan Anda jalankan. Terutama pemeriksaan MRI dan endoskopi, keduanya akan dilakukan jika memang menunjang keperluan operasi saja.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca