Terlalu Lama di Depan Komputer, Picu Serangan Sindrom Penglihatan Komputer (SPK)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menatap layar komputer selama berjam-jam sudah menjadi hal biasa bagi kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Namun, menatap layar komputer terlalu lama dapat memicu risiko computer vision syndrome alias Sindrom Penglihatan Komputer (SPK) akibat ketegangan mata menatap layar komputer.

Apa itu SPK dan mengapa sindrom ini merusak penglihatan?

Sindrom penglihatan komputer serupa dengan carpal tunnel syndrome yang terjadi akibat melakukan gerakan yang sama berulang-ulang sehingga terdapat luka/stres akibat gerakan tersebut. SPK juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mata akibat gerakan otot mata yang bekerja keras di depan layar komputer.

Bekerja di depan komputer mengharuskan mata terus fokus, bergerak maju-mundur, dan menyelaraskan dengan apa yang dilihat di layar komputer. Bekerja dengan mengetik, melihat kertas kerja, dan kemudian kembali ke layar komputer membuat otot mata bekerja maksimal karena harus mengakomodasi perubahan gambar pada layar agar otak dapat menafsirkan gambaran yang jelas.

Ketika menatap layar komputer, otot mata bekerja lebih keras daripada membaca buku atau selembar kertas karena layar komputer terdapat tambahan elemen lain seperti pencahayaan. Gangguan mata pada komputer dapat terjadi jika Anda sudah memiliki riwayat gangguan mata sebelumnya (seperti rabun jauh atau rabun dekat) atau jika Anda pengguna kaca mata tetapi tidak memakainya atau memakai kaca mata yang salah.

Ketika umur semakin tua, lensa mata akan menjadi kurang fleksibel sehingga kemampuan otot mata memfokuskan obyek dari jarak dekat dan jauh menjadi berkurang. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan terutama pekerja yang sudah memasuki umur sekitar 40 tahun. Kondisi ini juga disebut mata tua (presbiopi).

Siapa saja yang berisiko terkena SPK?

Peningkatan jumlah penderita yang mengalami kelelahan mata dan iritasi yang disebabkan SPK meningkat setiap tahun. Hal ini akibat dari penggunaan jumlah komputer yang bertambah baik dari kalangan dewasa ataupun anak-anak. Penelitian menunjukkan gangguan pada mata merupakan hal biasa yang ditemui bagi pengguna komputer. Sekitar 50% dan 90% orang-orang yang bekerja menggunakan komputer setidaknya memiliki masalah pada penglihatan mereka.

Pekerja dewasa bukanlah satu-satunya yang rentan terhadap SPK. Anak-anak yang melihat video game, tablet portable, smartphone, bahkan komputer sepanjang hari di sekolah juga dapat mengalami gangguan mata, terutama jika pencahayaan dan posisi komputer kurang ideal.

Apa saja gejala Sindrom Penglihatan Komputer?

Tidak ada bukti yang cukup bahwa SPK terjadi karena kerusakan mata dalam jangka waktu lama. Namun, penggunaan komputer yang sering dapat menyebabkan mata menjadi tegang dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Seseorang dengan sindrom penglihatan komputer akan mengalami beberapa atau semua gangguan mata berikut ini:

  • Pandangan menjadi kabur
  • Pandangan terlihat ganda
  • Mata kering atau mata merah
  • Iritasi mata
  • Sakit kepala
  • Sakit leher atau sakit punggung
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Ketidakmampuan melihat fokus terhadap suatu benda yang jauh jaraknya

Jika gejala-gejala tersebut tidak langsung tertangani, hal ini akan memengaruhi aktivitas Anda di tempat kerja.

Bagaimana meringankan gejala SPK?

Beberapa perubahan sederhana dalam lingkungan kerja Anda dapat membantu mencegah dan memperbaiki penglihatan:

1. Jangan ada sumber cahaya lain yang lebih menyilaukan dari layar komputer

Jika komputer Anda dekat dengan jendela dan membuat silau, tutup jendela ruangan Anda dengan tirai sehingga tingkat kesilauan berkurang. Pergunakan lampu yang lebih redup jika lampu di ruangan Anda terlalu terang, atau Anda dapat menggunakan tambahan filter pada layar monitor Anda.

2. Mengatur jarak pandang dari layar komputer

Para peneliti menemukan bahwa posisi jarak pandang optimal untuk melihat layar komputer adalah lebih rendah dari mata dan jarak optimal penglihatan adalah sekitar 50 – 66 cm atau sekitar satu rentangan tangan, sehingga Anda tidak harus meregangkan leher atau membuat mata tegang.

Selain itu, tempatkan sandaran untuk bahan-bahan cetak kerja Anda (seperti buku, lembaran kertas, dan sebagainya) tepat sebelah layar komputer Anda bekerja. Jadi, mata Anda tidak  berusaha keras melihat ke bawah pada saat mengetik.

3. Alihkan mata Anda dari layar komputer sesekali

Cobalah mengalihkan pandangan Anda dari layar komputer setiap 20 menit atau melihat keluar jendela/ruangan selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata Anda. Berkedip sesering mungkin untuk menjaga kelembapan mata. Jika mata menjadi terlalu kering, coba gunakan obat tetes mata.

4. Pengaturan pencahayaan pada layar komputer

Ketika Anda membeli komputer terdapat pengaturan pabrikan yang telah ter-install. Jika mata Anda tidak nyaman dengan pengaturan tersebut, Anda dapat mengubahnya sesuai dengan kenyamanan mata Anda. Pengatur kecerahan, kontras, dan ukuran tulisan pada layar komputer umumnya berdampak besar bagi kesehatan mata.

Lakukan pemeriksaan teratur mata Anda kepada dokter spesialis mata untuk memastikan kesehatan mata Anda. Jika terdapatkan gangguan-gangguan mata yang Anda alami, konsultasikan hal tersebut kepada dokter mata Anda. Anda mungkin perlu kaca mata atau lensa kontak khusus untuk memperbaiki masalah penglihatan. Dokter mata akan membantu menentukan penggunaan kaca mata yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sesering mungkin juga periksakan kesehatan mata pada anak-anak secara teratur. Pastikan setiap komputer atau gadget lain digunakan berdasarkan saran yang dianjurkan.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

    Kebutaan akibat glaukoma biasanya bersifat permanen. Namun, ada beberapa pilihan pengobatan glaukoma yang bisa membantu mencegah kebutaan sebelum terlambat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
    Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Tonometri

    Tonometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur tekanan bola mata (intraokular). Biasanya ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan glaukoma.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

    Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

    Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

    Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

    Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    sakit maag

    Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    obat alami oral thrush

    Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
    pencegahan glaukoma mencegah glaukoma

    Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit