Berbagai Penyakit yang Muncul Akibat Ketinggian

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Penyakit ketinggian adalah penyakit yang biasa menyerang pendaki gunung di ketinggian lebih dari 2.000 m di atas permukaan laut. Hal itu dapat terjadi karena, ketika Anda naik ke ketinggian tersebut, tubuh Anda harus menyesuaikan diri dengan penurunan jumlah oksigen yang ada. Penyakit ketinggian ini memiliki tiga bentuk, yaitu Acute Mountain Sickness (AMS) yang termasuk dalam kategori ringan, serta High Altitude Cerebral Edema (HACE) dan High Altitude Pulmonary Edema (HAPE) yang termasuk dalam kategori berat. Menurut altitude.org, setiap tahun ada pendaki yang meninggal akibat penyakit ketinggian. Oleh karena itu, sebelum Anda dan teman-teman Anda mendaki gunung, ajak mereka untuk membaca informasi seputar penyakit ketinggian berikut ini!

1. AMS (Acute Mountain Sickness)

Acute Mountain Sickness atau AMS bervariasi dari ringan hingga parah, dan gejala utamanya terjadi karena terjadinya akumulasi cairan di sekitar otak. Biasanya, gejala muncul dalam waktu 12 jam pendakian. Jika korban saat ini berada di ketinggian yang sama, gejala biasanya hilang dengan cepat selama beberapa jam, namun jika seseorang memiliki aklimatisasi lambat maka ia dapat membutuhkan sekitar 3 hari hingga pulih. AMS mungkin akan muncul kembali jika mereka naik lebih tinggi lagi, karena jika berada di ketinggian baru, aklimatisasi pasti terjadi lagi.

Gejala dan tanda-tanda acute mountain sickness

Diagnosis AMS dibuat ketika seseorang telah mengalami kenaikan ketinggian pada beberapa hari terakhir, dan juga:

  • Korban memiliki sakit kepala (biasanya berdenyut dan memburuk ketika membungkuk atau berbaring)
  • Kelelahan dan lemas
  • Kehilangan nafsu makan, mual, atau muntah
  • Pusing
  • Kurang tidur, susah tidur, sering terbangun dan pernapasan berkala

Cara menangani acute mountain sickness

Karena ini adalah bentuk dari penyakit ketinggian, maka cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan menuruni gunung. Obat penghilang rasa sakit dapat meringankan sakit kepala, tapi ia tidak dapat mengatasi kondisi ini. Acetazolamide dapat membantu Anda, terutama jika Anda perlu untuk berada di ketinggian yang sama, ditambah dengan beristirahat selama 1-2 hari agar pulih lebih cepat. Sangat penting untuk diingat bahwa jangan sesekali mendaki lebih tinggi jika Anda memiliki penyakit AMS.

Jika teman Anda memiliki gejala AMS disertai kebingungan, goyah, sakit kepala yang sangat parah, atau muntah, mereka mungkin memiliki kondisi yang mengancam jiwa yang disebut sebagai HACE.

2. HACE (High Altitude Cerebral Edema/edema otak dataran tinggi)

HACE disebabkan oleh akumulasi cairan di dalam dan di sekitar otak. Biasanya, gejala AMS akan lebih buruk ketika akan mencapai HACE (namun HACE akan datang dengan sangat cepat, sehingga gejala AMS kadang tidak diketahui).

Gejala dan tanda-tanda HACE

Diagnosis HACE dibuat ketika seseorang telah berada di ketinggian dalam beberapa hari terakhir, dan juga:

  • Korban memiliki sakit kepala parah (tidak membaik meskipun memakai ibuprofen, paracetamol, atau aspirin).
  • Kehilangan koordinasi fisik (ataksia):
    • Kecanggungan: korban mengalami kesulitan melakukan hal-hal yang sederhana, seperti mengikat tali sepatu atau mengemas tas mereka.
    • Sulit berjalan dan terjatuh.
  • Tingkat kesadaran menurun:
    • KorbanĀ akan memperlihatkan hilangnya kemampuan mental seperti mengingat atau berhitung (atau menolak melakukan tes mental sederhana).
    • Korban akan menjadi bingung, mengantuk, setengah sadar, pingsan (dan akan kehilangan nyawa jika tidak diobati segera).
  • Mual, muntah yang persisten.
  • Perubahan perilaku (tidak kooperatif, agresif, atau apatis).
  • Halusinasi, penglihatan kabur atau ganda.

Cara menangani HACE

Turun gunung adalah pengobatan yang paling efektif dari HACE dan hal ini tidak boleh ditunda. Anda dapat menggunakan Gamow bag (sebuah tas untuk mengangkut orang di dalamnya, biasa dipakai untuk korban penyakit ketinggian) untuk tindakan sementara, dan jika tersedia, berikan juga oksigen dan dexamethasone.

3. HAPE (High Altitude Pulmonary Edema/edema paru dataran tinggi)

HAPE terjadi akibat adanya akumulasi cairan di paru-paru. Tanda yang paling penting dari kondisi ini adalah sesak napas. HAPE mungkin muncul dengan sendirinya tanpa gejala dari AMS (ini terjadi di lebih dari 50% kasus). Kasus HAPE yang parah juga dapat mengembangkan HACE pada tahap selanjutnya. HAPE dapat berkembang dengan sangat cepat, sekitar 1-2 jam, atau dapat bertahap selama sehari. Kondisi ini sering berkembang pada malam kedua di ketinggian yang baru. HAPE juga dapat berkembang ketika turun dari ketinggian. Inilah sebabnya HAPE menjadi penyakit ketinggian yang paling mematikan. HAPE lebih mungkin terjadi pada orang dengan penyakit pilek atau infeksi dada, namun ia seringkali dianggap sebagai pneumonia (infeksi dada).

Gejala dan tanda-tanda HAPE

Kinerja fisik yang berkurang (seperti kelelahan dan lemas) dan batuk sering kali menjadi tanda awal dari HAPE, dan juga:

  • Sesak napas:
    • Tahap awal: lebih terengah-engah dari biasanya dan dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengembalikan napas normal.
    • Tahap lanjut: ditandai sesak napas saat mendaki, dan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali normal, lalu berkembang menjadi sesak napas saat beristirahat.
    • Korban akan menjadi terengah-engah sambil berbaring datar dan lebih menyukai tidur disangga.
  • Tingkat pernapasan saat beristirahat meningkat ketika HAPE berlangsung (di permukaan laut, tingkat pernapasan adalah 8-12 napas per menit saat istirahat. Pada ketinggian 6000 m, tingkat pernapasan normal adalah 20 napas per menit).
  • Batuk kering.

Cara menangani HAPE

Penanganan yang paling penting adalah turun gunung. Anda dapat menyediakan oksigen tambahan atau menaikkan tekanan udara di sekitar korban dengan memasukkannya ke dalam Gamow bag, namun hal ini tidak sebanding dengan segera turun gunung dengan cepat. Beberapa obat dapat membantu, namun biasanya hal itu hanya dapat digunakan oleh dokter atau paramedis terlatih. Nifedipine dapat digunakan untuk membuka pembuluh darah di paru-paru.

BACA JUGA:

Sumber