Bolehkah Makan Makanan Manis Saat Sedang Radang Tenggorokan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mengalami radang tenggorokan setelah makan makanan yang manis-manis? Atau malah saat mengalami radang tenggorokan kemudian makan es krim atau permen, dan rasa sakit yang Anda rasakan menjadi lebih parah?

Tentu saja mengalami radang di tenggorokan membuat Anda sangat tidak nyaman. Rasa gatal, kering, dan terkadang perih di tenggorokan adalah  gejala yang sering dialami, dan pada beberapa kasus, makanan manis buat gejala tersebut semakin buruk. Lalu, kenapa sih makanan manis bisa bikin radang tenggorokan Anda semakin parah? Simak penjelasan selanjutnya.

Makanan manis bukan penyebab radang tenggorokan, namun…

Pada dasarnya radang tenggorokan memang terjadi akibat infeksi bakteri dan virus. Meski makanan manis tidak menyebabkan radang tenggorokan secara langsung, ada beberapa alasan yang membuat semua camilan manis yang Anda makan bisa memicu Anda mengalami kondisi tersebut, apa saja?

Makanan manis bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh

Salah satu alasan mengapa terlalu sering ‘ngemil’ makanan yang mengandung terlalu banyak gula itu tidak sehat, yaitu karena makanan manis bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda. Padahal saat mengalami penyakit infeksi seperti radang tenggorokan, yang paling Anda butuhkan adalah sistem kekebalan tubuh yang kuat agar tubuh bisa melawan virus atau bakteri yang sedang menginfeksi. Bahkan gula membuat virus dan bakteri menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Jadi, sebenarnya tubuh memerlukan vitamin C untuk meningkatkan kekebalannya, namun saat Anda mengonsumsi makanan manis terlalu banyak – yang mengandung gula tinggi – membuat jumlah vitamin C berkurang di dalam tubuh. Selain itu, gula yang dipecah oleh tubuh akan berubah bentuk menjadi glukosa, sementara vitamin C yang sudah dicerna juga mempunyai bentuk yang mirip seperti glukosa.

Saat tubuh membutuhkan vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan, ia tidak menemukan bentuk vitamin C yang dipecah, melainkan glukosa. Sehingga sistem kekebalan tubuh semakin melemah dan bakteri atau virus semakin kuat – karena mendapatkan glukosa dari tubuh.

Makanan manis membuat asam lambung naik

Walaupun gula tidak secara langsung mengakibatkan asam lambung naik, tapi gula sering terkandung di dalam makanan-makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, seperti coeklat dan kopi. Asam lambung yang naik atau refluks ke tenggorokan akan menyebabkan sensasi panas yang disebut dengan heartburn. Kondisi ini jika sering terjadi, dapat mengakibatkan iritasi tenggorokan hingga akhirnya membuat tenggorokan meradang.

Selain itu, makanan yang manis dan mengandung gula tinggi bisa membuat timbangan berat badan Anda naik. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam sebuah jurnal Clincal Gastroenterology and Hepatology menyatakan bahwa orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berpeluang lebih besar mengalami kenaikan asam lambung ketimbang orang yang memiliki berat badan ideal. Sehingga, sebaiknya kurangi asupan gula Anda dalam sehari.

Makan es krim saat radang tenggorokan justru bisa membantu

Es krim termasuk makanan manis, tapi bukan berarti Anda tidak boleh memakannya saat mengalami radang tenggorokan. Justru sebaliknya, sebuah riset menemukan bahwa  makanan lunak dan mudah dicerna seperti es krim adalah jenis makanan yang paling baik untuk orang yang mengalami radang tenggorokan.

Tetapi, tentu saja lihat dulu nilai zat gizi dari es krim yang akan Anda makan, apakah mengandung gula yang tinggi atau tidak. Sebenarnya tidak masalah jika Anda sesekali makan makanan yang manis ketika mengalami radang, yang terpenting adalah membatasi jumlah gula dan jangan terlalu sering frekuensi memakannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit