Memahami Proses Tumbuhnya Kanker dalam Tubuh Manusia

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/09/2019
Bagikan sekarang

Penyakit yang mungkin paling ditakuti banyak orang adalah kanker. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat. Seperti yang disampaikan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) yang dirilis tahun 2018, prevalensi tumor dan kanker di Indonesia mencapai 1,8 di setiap 1.000 penduduk. Maka, pemahaman tentang kanker dan proses tumbuhnya kanker harus digalakkan.

Kanker adalah nama untuk beberapa jenis penyakit serupa. Kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis kanker yang ditemui pada manusia. Misalnya, leukimia, kanker tulang, kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker paru-paru, dan kanker prostat.

Benarkah semua orang punya sel kanker?

Mungkin Anda pernah mendengar informasi bahwa setiap orang sebenarnya memiliki sel kanker dalam tubuh. Masalahnya hanya apakah sel tersebut akan tumbuh dan hidup menjadi kanker yang menyerang organ tubuh tertentu. Tunggu dulu, jangan mudah percaya berita ini karena faktanya sel kanker tidak hidup dalam tubuh setiap manusia. Kenyataannya, setiap orang memang memiliki sel dengan DNA yang rusak, tapi tubuh memiliki sistem otomatis yang akan membunuh sel-sel yang rusak ini sebelum berkembang menjadi sel kanker. Bahkan dalam beberapa kasus, sel yang rusak ini tidak akan tumbuh jadi kanker dalam tubuh. Jadi dalam keadaan normal, tubuh manusia bersih dari sel kanker.

Perubahan sel dalam tubuh

Tubuh manusia menampung triliunan sel yang tersebar ke setiap organ dan bagian. Sel-sel ini akan terus berkembang dan berlipat ganda menjadi sel-sel yang baru, mengikuti pertumbuhan dan kebutuhan manusianya. Sementara sel-sel yang sudah terlalu tua, tidak sehat, dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.

Tubuh manusia memiliki sistem pusat tersendiri yang mampu mengatur berapa jumlah sel yang diperlukan tubuh dan sel-sel mana yang sudah tidak sehat. Sistem inilah yang akan memberi perintah bagi sel untuk membelah diri dan bertambah banyak atau untuk mematikan diri.

Sel kanker bisa lahir jika ada kesalahan pada sistem sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel tersebut justru terus membelah diri hingga jumlahnya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker.

Tumbuhnya kanker dalam sel tubuh

Dalam sel yang sehat terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sistem pusat. Nukleus sendiri menampung kromosom yang terbentuk dari rangkaian DNA. Di dalam DNA, terkandung ribuan gen yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Maka nukleus yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.

Sayangnya, proses ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen. Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.

Biasanya, mutasi gen yang berbeda-beda dan yang telah terjadi lebih dari lima kali baru akan berpotensi tumbuh menjadi sel kanker. Prosesnya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh Anda dipindai.

Namun, pada kasus kanker anak kerusakan gen sudah terjadi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Mereka memang memiliki gen bawaan yang rusak dalam sel tubuh sehingga proses terbentuknya kanker tidak membutuhkan waktu yang lama.

Penyebaran kanker

Sel utama yang mengalami kerusakan gen dan tumbuh jadi kanker ini biasanya hanya menyerang satu organ atau jaringan tubuh di mana sel ini hidup. Namun, jika tidak dikendalikan sel kanker bisa menyebar dan menyerang organ atau jaringan tubuh lain lewat darah atau kelenjar getah bening. Proses penyebaran kanker ini disebut sebagai metastasis kanker.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

    Baru-baru ini terdengar kabar bahwa minum alkohol dapat membunuh coronavirus di dalam tubuh. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 23/05/2020

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

    Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020