home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Mastitis Bisa Menyebabkan Kanker Payudara?

Apakah Mastitis Bisa Menyebabkan Kanker Payudara?

Mastitis adalah infeksi pada payudara saat menyusui yang ditandai dengan rasa nyeri, panas, bengkak dan kemerahan. Apakah mastitis dapat menyebabkan kanker? Bagaimana membedakannya dengan kanker payudara? Yuk, simak penjelasan berikut ya!

Apakah mastitis dapat menyebabkan kanker payudara?

Pada dasarnya, infeksi payudara tidak langsung menyebabkan kanker. Namun sebaiknya, tetaplah waspada terhadap penyakit apapun yang menyerang payudara Anda.

Meskipun tidak menyebabkan kanker, mastitis dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda dan mengganggu proses menyusui. Tentunya kesehatan bayi Anda pun dapat terpengaruh.

Meski belum mastitis belum terbukti menyebabkan kanker. Namun, sebagian peneliti telah menunjukkan adanya keterkaitan antara dua kondisi ini.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Karolinska Institutet Swedia, pada 8411 wanita yang pernah mengalami mastitis, 106 di antaranya mengidap kanker payudara.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa wanita yang pernah mengalami mastitis cenderung lebih berisiko terhadap kanker payudara. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap gejala apapun yang terjadi pada payudara Anda.

Cara membedakan mastitis dengan kanker payudara

Ketika mengalami masalah pada payudara tentu ibu merasa gelisah jangan sampai itu adalah ciri kanker payudara pada ibu menyusui.

Namun, perlu ibu pahami bahwa sebenarnya infeksi pada payudara (mastitis) dengan kanker adalah dua penyakit yang berbeda. Untuk membedakannya perhatikan tanda-tanda berikut ini.

  • Kanker payudara biasanya tidak menyebabkan demam, sakit kepala dan cairan puting.
  • Pada kanker payudara, permukaan kulit payudara nampak seperti kulit jeruk, sedangkan infeksi payudara tidak menunjukkan gejala itu.
  • Mastitis dapat disembuhkan dengan minum obat antibiotik, tetapi jika infeksi pada payudara tidak kunjung sembuh setelah minum obat tersebut, kemungkinan itu adalah kanker payudara.

Jenis kanker payudara yang paling mirip gejalanya dengan mastitis adalah inflammatory breast cancer (IBC), yaitu kanker yang diawali dengan peradangan pada payudara.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami radang pada payudara alangkah lebih baik untuk memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh diagnosa yang lebih tepat.

Gejala kanker payudara yang perlu ibu menyusui waspadai

merawat pasien kanker payudara

Meskipun sama-sama terjadi pada payudara, tetapi ada beberapa perbedaan gejala antara mastitis dengan kanker payudara.

Melansir Mayo Clinic, terdapat beberapa jenis kanker payudara, tetapi secara umum gejala kanker payudara adalah:

  • terdapat benjolan pada payudara atau terasa menebal di area tertentu,
  • bentuk payudara nampak tidak normal,
  • ukuran payudara tiba-tiba membesar,
  • puting masuk ke dalam,
  • area hitam di sekitar puting menjadi kasar, mengelupas dan terkikis,
  • kulit payudara berwarna kemerahan,
  • permukaan payudara bergerigi atau berlubang-lubang seperti kulit jeruk, dan
  • keluhan terjadi tidak saat menyusui.

Berkonsultasi ke dokter agar waspada terhadap ciri kanker payudara pada ibu menyusui

tumor jinak payudara

Infeksi pada payudara sangat mirip gejalanya dengan kanker payudara jenis inflammatory breast cancer (IBC). Daripada Anda keliru membedakannya, lebih baik berkonsultasilah ke dokter.

Deteksi dini berperan sangat penting terhadap proses penyembuhan penyakit pada payudara, baik itu berupa infeksi ataupun kanker.

Meskipun ada akhirnya dokter mendiagnosa Anda mengalami mastitis, tetapi sebaiknya ibu menanyakan apakah mastitis yang Anda alami dapat menyebabkan kanker.

Hal ini agar ibu dapat mewaspadai segala risiko yang mungkin terjadi. Semakin awal kanker payudara terdiagnosa, kemungkinan sembuh akan lebih besar. Waspada lebih baik daripada menyesal kemudian.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Boakes, E., Woods, A., Johnson, N., & Kadoglou, N. (2018). Breast Infection: A Review of Diagnosis and Management Practices. European Journal Of Breast Health. doi: 10.5152/ejbh.2018.3871

Inflammatory Breast Cancer. (2021). Retrieved 14 April 2021, from https://www.cancer.gov/types/breast/ibc-fact-sheet

Mastitis – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 14 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mastitis/symptoms-causes/syc-20374829

Breast cancer – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 14 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470

Lambe, M., Johansson, A., Altman, D., & Eloranta, S. (2009). Mastitis and the Risk of Breast Cancer. Epidemiology, 20(5), 747-751. doi: 10.1097/ede.0b013e3181adbb1e

Nolan, J., Dunne, S., Mustafa, W., Sivananthan, L., Kiely, P., & Dunne, C. (2020). Proposed hypothesis and rationale for association between mastitis and breast cancer. Medical Hypotheses, 144, 110057. doi: 10.1016/j.mehy.2020.110057

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x