Posisi Duduk yang Satu Ini Bisa Bikin Mood Lebih Baik. Seperti Apa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/07/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Saat mood tidak keruan, mungkin rasanya Anda ingin langsung meringkuk atau menundukkan kepala. Pokoknya mau melakukan apa saja serba salah. Nah, ternyata para ahli baru-baru ini menemukan bahwa postur tubuh dan posisi duduk tertentu bisa membantu memperbaiki mood. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk.

Apakah gejala depresi berkaitan dengan posisi duduk yang salah?

duduk setelah olahraga

Depresi adalah gangguan suasana hati yang cukup umum di masyarakat. Walau terkesan sepele, depresi yang terus dibiarkan bisa berdampak pada cara berpikir, perasaan, mood, dan aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Medical Daily, para ahli dari University of Auckland mulai meneliti tentang bagaimana cara memperbaiki mood orang yang depresi dengan cepat. Mereka menduga bahwa postur tubuh yang baik dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Behaviour Therapy and Experimental Psychiatry ini melibatkan 61 peserta dengan depresi ringan hingga sedang. Mereka ditugaskan untuk mempraktikkan dua posisi duduk, mulai dari posisi duduk tegak dan posisi duduk membungkuk atau posisi yang biasa dilakukan sehari-hari.

Pada awalnya, mereka diminta untuk melihat lurus ke depan serta menegakkan punggung dan bahu. Setelah itu, para peserta diminta untuk melengkungkan punggungnya lebih rileks, menurunkan bahu, dan menundukkan kepala. Dengan kedua posisi duduk tersebut, para peserta diminta untuk memberikan pidato singkat selama lima menit dan mengisi kuesioner untuk mengukur gejala depresi selama penelitian.

Hasilnya, orang dengan depresi yang duduk membungkuk cenderung lebih mudah mengeluarkan kata-kata yang berkonotasi menyedihkan. Posisi duduk yang seperti ini disebut sebagai close heart syndrome atau sindrom hati tertutup. Kondisi ini seolah-olah menggambarkan penderita depresi sedang melindungi hatinya dari rasa kecewa.

Sementara itu, peserta yang duduk lebih tegak cenderung lebih berenergi, memiliki suasana hati yang baik, dan lebih fokus pada diri sendiri. Hal ini ditandai dengan munculnya kata-kata “saya” yang menurut para ahli sebagai bentuk kepercayaan diri. Artinya, gejala depresi yang dirasakan peserta cenderung berkurang dengan posisi duduk tegak.

Meski demikian, penelitian tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan pengembangan selanjutnya. Ini karena para peneliti hanya menemukan efek jangka pendek pada penurunan gejala depresi. Jadi, perbaikan posisi duduk belum bisa menjamin untuk mengobati depresi dalam jangka panjang.

Lantas, posisi duduk seperti apa yang bisa memperbaiki mood?

pose yoga sambil duduk

Nyatanya, memperbaiki posisi duduk yang selama ini salah dapat memberikan pengaruh yang positif bagi mood seseorang. Posisi duduk yang benar bisa membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan fokus pada orang yang mengalami depresi ringan hingga sedang.

Cara ini tidak hanya berlaku untuk orang dengan depresi saja, lho. Bagi Anda yang tidak sedang depresi tetapi sedang bad mood, posisi duduk yang tegak bisa membantu Anda kembali bersemangat.

Cobalah untuk duduk lebih tegak sambil membusungkan dada dan menatap lurus ke depan. Ketika Anda menegakkan bahu, Anda akan lebih mudah untuk menarik napas dan mengatur suasana hati yang kacau. Alhasil, Anda akan merasa jauh lebih baik dan optimis ketimbang saat mencondongkan bahu ke depan seperti biasanya.

Menurut para psikolog klinis di University of Hildesheim dan Ruhr University Bochum di Jerman, posisi duduk yang lebih tegak juga dapat membantu meningkatkan aktivitas otak. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat dan membuat Anda cenderung menggunakan kata-kata bernada positif.

Mengubah kebiasaan posisi duduk memang tidak mudah dan awalnya mungkin membuat Anda lelah. Namun, jika dilatih secara perlahan dan bertahap, lama kelamaan Anda akan menjadi terbiasa dan lebih ringan untuk melakukannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca