home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Efek Negatif dan Positif Kopi yang Dapat Memengaruhi Mood

Efek Negatif dan Positif Kopi yang Dapat Memengaruhi Mood

Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang paling banyak orang sukai, baik pagi, siang, sore, sampai malam hari. Namun, efek kopi pada mood tidak selalu baik. Alih-alih membuat Anda lebih bersemangat, kopi ternyata juga dapat membuat Anda berisiko mengalami kecemasan. Ya, ternyata kopi dapat berdampak baik dan buruk pada mood seseorang.

Efek kopi pada mood

Telah disebutkan di atas bahwa dampak kopi terhadap mood seseorang bisa menjadi baik maupun buruk. Walaupun kopi membawa manfaat bagi Anda, tetapi juga dapat membawa keburukan bagi kesehatan Anda.

Kopi dapat meningkatkan kewaspadaan

Karena dampak kopi terhadap kewaspadaan inilah, maka seseorang akan merasa lebih bersemangat setelah meminum kopi. Selain itu, kopi juga mempunyai efek “membangunkan” atau dapat mengurangi kelelahan.

Tak heran bila kopi biasanya dicari oleh orang setelah bangun tidur dan pada malam hari saat ia ingin begadang. Hal ini tentu membantu Anda dalam mengerjakan tugas-tugas Anda. The Coffee Science Information Centre menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi kopi dengan dosis kafein 100-200 mg dapat meningkatkan kewaspadaan mental dan performa seseorang dalam bekerja.

Selain itu, juga terdapat bukti yang mengatakan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan produksi dopamin di otak, yaitu neurotransmiter yang berhubungan dengan rasa senang. Oleh karena itu, beberapa dari Anda mungkin merasakan bahwa kopi dapat mengubah suasana hati Anda menjadi baik.

Efek kopi pada mood dapat meningkatkan kecemasan

Konsumsi kopi yang mengandung kafein lebih dari 300 mg per hari dapat berdampak buruk pada kecemasan Anda. Walaupun, pada beberapa orang juga terbukti bahwa kopi dapat menurunkan tingkat kecemasan. Efek kecemasan dari kopi dapat berbeda-beda antar individu tergantung dari sensitivitas individu terhadap kefein dalam kopi.

Kafein bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat di otak. Kemudian otak melepaskan dopamin dan serotonin, serta hormon adrenalin dan norepinefrin.

Hormon adrenalin dan norepinefrin dapat meningkatkan keberanian Anda pada situasi darurat, sedangkan jika Anda hanya duduk di kantor, maka pelepasan hormon ini tidak begitu berguna. Hormon ini kemudian dapat menyebabkan Anda mengalami kegelisahan, kecemasan, dan mudah marah.

Beberapa saat setelah Anda minum kopi, mungkin tingkat kewaspadaan Anda akan meningkat dan kemudian akan diikuti dengan suasana hati ini (kecemasan dan kegelisahan). Hal ini bisa terjadi pada beberapa orang. Semakin banyak kopi yang Anda minum, semakin besar peluang Anda untuk mengalami hal ini.

Kopi berhubungan dengan depresi

Beberapa penelitian menunjukkan kafein yang terkandung dalam kopi memberikan dampak positif terhadap depresi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mencegah reseptor otak untuk merespon situasi stres. Artinya, para penggemar kopi atau yang memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein tinggi setiap hari mungkin lebih sulit untuk mengalami depresi atau merasakan suasana hati yang buruk.

Konsumsi kopi dalam jangka panjang terbukti dapat melawan depresi. Sebuah penelitian jangka panjang yang diterbitkan oleh Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi kopi berkafein sebanyak 2-3 cangkir per hari memiliki risiko 15% lebih kecil untuk mengalami depresi dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi 1 cangkir kopi atau kurang per hari.

Sedangkan, wanita yang mengonsumsi kopi 4 cangkir atau lebih per harinya mempunyai risiko 20% lebih kecil untuk mengalami depresi.

Namun, terlalu banyak konsumsi kopi juga tidak baik bagi kesehatan. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi berlebihan dapat meningkatkan risiko mengalami depresi. Dikatakan berlebihan jika Anda mengonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir per hari atau lebih dari 400 mg kafein per hari, menurut Mayo Clinic.

Konsumsi kopi lebih dari 4 cangkir per hari atau lebih dari 400 mg kafein per hari dapat menimbulkan dampak buruk, seperti insomnia, gugup, gelisah, mudah marah, masalah perut, detak jantung lebih cepat, dan tremor otot.

Berapa cangkir kopi yang masih aman bagi kesehatan?

Jadi, jika Anda penggemar kopi dan ingin menerima manfaat dari kopi ini, sebaiknya batasi konsumsi kopi Anda, jangan terlalu berlebihan. Konsumsi 3 cangkir kopi per hari pada waktu pagi, siang, dan sore hari rasanya sudah lebih dari cukup. Ingat, jangan mengonsumsi kopi mendekati waktu tidur Anda karena ini dapat mengakibatkan Anda mengalami masalah tidur.

Jika Anda sedang mengalami gangguan kecemasan, sebaiknya hindari konsumsi kopi karena kopi dapat meningkatkan kecemasan dan dapat mengganggu tidur Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Venosa, Ali. 2015. Caffeine in Coffee Could Be Messing with Your Mood: Studies Link Caffeine to Anxiety, Depression. Retrieved from http://www.medicaldaily.com/caffeine-coffee-could-be-messing-your-mood-studies-link-caffeine-anxiety-depression-358480. Accessed October 05, 2016.

Walker, Cydney. 2015. Caffeine Effects on The Mood. Retrieved from http://www.livestrong.com/article/166493-caffeine-effects-on-the-mood/. Accessed October 05, 2016.

Mayo Clinic. 2014. Caffeine: How Much Is Too Much? Retrieved from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678. Accessed October 05, 2016.

Park, Alice. 2011. Coffee May Lower Women’s Risk of Depression. Retrieved from http://healthland.time.com/2011/09/27/coffee-may-lower-womens-risk-of-depression/. Accessed October 05, 2016.

Smith, A. 2002. Effects of Caffeine on Human Behavior. Food Chemical Toxicology, Vol. 40(9): 1243-55. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12204388. Accessed October 05, 2016.

Schaefer, Anna. 2015. 8 Reasons Why Coffee Is Good for You. Retrieved from http://www.healthline.com/health/food-nutrition/is-coffee-good-for-you#1. Accessed October 05, 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 25/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x