3 Pilihan Obat untuk Membantu Mengatasi Perut Kembung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perut kembung umumnya terasa sangat mengganggu karena efeknya yang terasa penuh dan begah. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada penumpukan gas di dalam sistem pencernaan. Selain dapat diatasi dengan cara-cara sederhana ala rumahan, beberapa jenis obat juga bisa membantu memulihkan perut kembung. Apa saja, ya?

Apa saja pilihan obat untuk mengatasi perut kembung?

Bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan pada perut, rasa kembung juga dapat membatasi ruang gerak Anda. Itulah mengapa ketika perut sedang kembung, rasanya malas sekali beraktivitas terutama jika disertai dengan pembesaran pada perut.

Ya, kembung kadang dapat membuat perut tampak membesar karena penuh oleh penumpukan gas. Agar gejalanya tidak semakin mengganggu, Anda bisa meringankan perut kembung dengan bantuan obat.

Berikut beberapa pilihan obat untuk masalah perut kembung:

1. Simethicone

obat diare

Simethicone adalah obat yang berfungsi untuk menghilangkan sejumlah gas berlebih yang menjadi penyebab perut kembung. Obat ini juga dapat membantu mengurangi sendawa, tekanan pada perut, serta ketidaknyamanan lainnya.

Obat simethicone bekerja dengan cara memecah gelembung gas yang menumpuk pada sistem pencernaan, untuk mengatasi perut kembung. Dengan begitu, gas bisa lebih mudah dan leluasa saat mengalir di dalam perut.

Simethicone bisa dibeli bebas di apotek, maupun melalui resep dokter untuk dosis yang lebih kuat. Sebelum meminumnya, sebaiknya pahami aturan pakai yang disampaikan oleh apoteker, dokter, atau baca dengan seksama petunjuk penggunannya.

Hindari minum obat simethicone untuk meredakan perut kembung lebih dari petunjuk yang direkomendasikan. Entah dengan jumlah yang lebih banyak, atau jangka waktu minum yang lebih lama.

Penting untuk memberitahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi obat, maupun mengalami kondisi medis tertentu. Khususnya ketika masalah medis tersebut terkait dengan perut dan sistem pencernaan.

Untuk hasil yang lebih optimal, simethicone dianjurkan untuk diminum setelah makan dan sebelum tidur, atau sesuai dengan petunjuk dokter maupun apoteker. Perhatikan apakah dokter, apoteker, serta petunjuk pada label obat menyarankan untuk mengunyah atau langsung menelan tablet obat simethicone.

Sementara untuk obat simethicone dalam bentuk cair, bisa diminum langsung dengan bantuan cairan untuk memudahkannya. Simethicone sebenarnya jarang menimbulkan reaksi alergi.

Namun, segera beri tahu dokter jika Anda mengalami pusing, kesulitan bernapas, gatal, ruam, maupun bengkak pada kulit, wajah, lidah, dan sebagainya.

2. Bismuth subsalicylate

obat amoxicillin

Bismuth subsalicylate adalah pilihan obat perut kembung yang bisa diperoleh dengan bebas di apotek. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi penumpukan gas, perut kembung, mual, diare, asam lambung naik, maupun gangguan pencernaan.

Contoh obat ini meliputi Pepto Bismol, Kaopectate, dan Maalox. Dokter dan apoteker biasanya akan menentukan aturan minumnya sesuai dengan kondisi, kebutuhan. dan respon tubuh Anda terhadap pengobatan.

Patuhi aturan tersebut, dan hindari menambah jumlah maupun dosis minum obat bismuth subsalicylate lebih dari yang dianjurkan. Karena jenis dan bentuk obat bismuth subsalicylate ada berbagai macam, sebaiknya selalu perhatikan aturan minum untuk setiap produknya.

Pasalnya, dosis dan petunjuk minum masing-masing jenis obat tersebut bisa saja berbeda-beda. Untuk obat bismuth subsalicylate dengan bentuk tablet, biasanya dianjurkan untuk dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan.

Sedangkan untuk yang berbentuk cair, kocok botol terlebih dahulu sebelum mengeluarkan cairan obatnya. Jangan lupa, sampaikan pada dokter atau apoteker mengenai kondisi medis yang sedang dialami, maupun obat tertentu yang sedang rutin diminum.

Sebab bismuth subsalicylate mungkin berisiko berhaya ketika diminum bersama beberapa jenis obat atau kondisi tertentu.

3. Antasida

Antasida adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi gejala maag, seperti asam lambung naik, sakit perut, maupun gangguan pencernaan lainnya. Akan tetapi, obat antasida juga bisa digunakan untuk meringankan kelebihan gas yang menumpuk pada perut, sehingga menyebabkan rasa tertekan dan kembung.

Ini karena antasida memiliki salah satu kandungan di dalamnya berupa simethicone, yang dapat membantu memecah gelembung gas. Obat antasida biasanya tersedia dalam dua bentuk, yakni tablet dan cair.

Jika berbentuk tablet, obat ini dianjurkan untuk dikunyah sampai agak halus terlebih dahulu baru kemudian ditelan. Sementara untuk obat antasida yang berbentuk cair, bisa langsung diminum sesuai takarannya.

Aturan minumnya biasanya beberapa jam sebelum makan, atau 1 jam setelah makan. Antasida aman untuk diminum saat perut sedang kosong maupun sudah terisi makanan.

Pastikan Anda mengikuti semua petunjuk minum yang tertera pada kemasan, maupun atas rekomendasi dokter atau apoteker. Sebaiknya hindari minum obat antasida untuk mengatasi perut kembung lebih dari dosis dan jangka waktu yang disarankan.

Obat antasida tidak dianjurkan untuk diminum selama 2 minggu berturut-turut, kecuali atas saran dari dokter. Tak lupa, segera periksakan diri ke dokter jika kondisi tidak kunjung membaik setelah minum obat ini, atau merasa mengalami efek samping tertentu.

Misalnya mual, muntah, nafsu makan menurun, berat badan turun, sakit kepala, nyeri tulang dan otot, hingga tubuh terasa sangat lemas. Terutama jika muncul satu atau lebih reaksi alergi obat, berupa gatal, ruam, bengkak, pusing, hingga susah bernapas.

Jika Anda informasi yang kurang jelas mengenai penggunaan obat ini, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Kapan harus ke dokter?

gejala usus buntu operasi usus buntu obat usus buntu

Perut kembung terkadang bisa menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius, tapi kejadiannya sebenarnya cukup jarang. Namun, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter bila obat yang Anda minum tidak mampu mengatasi gejala perut kembung. Apalagi, jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Demam
  • Muntah lebih dari 24 jam
  • Ada darah pada feses
  • Pembengkakan pada perut maupun di bagian tubuh lainnya yang tidak normal
  • Rasa sakit hebat pada perut

Dokter nantinya akan mencari tahu penyebab dan perawatan lanjutan yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca