Bahu yang sakit bisa menghambat kemampuan Anda untuk bergerak bebas jika tidak ditangani dengan baik. Bahu sakit adalah masalah yang umum dengan sejumlah penyebab yang berbeda. Pria, wanita, dan anak-anak dari segala latar belakang etnis dan usia bisa mengalaminya.

Apa saja yang sering jadi penyebab bahu sakit?

Sakit bahu mungkin timbul dari persendian bahu itu sendiri atau dari salah satu dari sekian banyak otot, ligamen, atau urat di sekitarnya. Sakit bahu yang berasal dari sendi biasanya akan memburuk dengan peningkatan aktivitas atau gerakan lengan atau bahu.

Sakit bahu bisa berasal dari satu atau lebih penyebab berikut:

1. Aus (pemakaian berlebihan)

Melakukan pekerjaan berat (seperti mencangkul, membawa beban berat), berolahraga (baseball, panahan, golf, angkat beban, dst), hingga menggunakan tas yang berat dapat menyebabkan bahu sakit. Menggunakan persendian bahu terlalu sering atau keras dalam jangka panjang dapat menyebabkan jaringan halus di dalam bahu lebih mudah aus sehingga bahu jadi lebih rentan terhadap cedera. Ini kerap disebut sebagai tendinitis.

Kadang, persendian bahu yang digunakan terlalu berlebihan bisa jadi meradang dan membengkak terasa menyakitkan. Kondisi ini disebut sebagai bursitis. Bursitis dapat menyebabkan banyak kegiatan harian seperti menyisir rambut atau berpakaian jadi lebih sulit.

2. Terkilir atau keseleo

Bahu keseleo mengacu pada sobekan di ligamen atau otot yang mengikat persendian bahu. Sobekan ligamen pada tulang ini biasanya menghasilkan rasa sakit dan peradangan di daerah bahu hingga kesulitan dalam nenggerakkan lengan atau bahu. Penyebab bahu keseleo yang paling umum adalah hantaman langsung pada bahu dan area sekitarnya — entah itu akibat jatuh dalam posisi canggung, kecelakaan bermotor, atau kecelakaan saat berolahraga.

Kerasnya hantaman yang diterima oleh tubuh saat jatuh meniban lengannya sendiri, misalnya, atau menubruk pemain lawan saat sedang adu laga di lapangan hijau, bisa menjalar hingga ke persendian bahu yang menyebabkan pemisahan tulang bahu. Ligamen pelindungnya kemudian teregang sedemikian rupa hingga melar dan pada akhirnya sobek.

3. Dislokasi

Bahu adalah anggota tubuh yang paling sering mengalami dislokasi. Dislokasi terjadi ketika tulang terlepas keluar dari soket sendinya. Misalnya, bagian atas tulang lengan Anda terpasang di persendian bahu Anda. Ketika copot atau longgar terlepas keluar dari persendian karena jatuh atau mengalami pukulan kencang, Anda jadi mengalami dislokasi bahu. Dislokasi bisa terjadi hampir di setiap sendi dalam tubuh Anda, termasuk lutut, pinggul, atau pergelangan kaki Anda.

Dibutuhkan kekuatan yang sangat kuat, seperti hantaman tiba-tiba pada bahu, untuk bisa menarik tulang keluar dari tempatnya. Perputaran ekstrim pada sendi bahu dapat melepaskan ujung tulang lengan atas Anda keluar dari soket bahu Anda. Hantaman kencang juga dapat menyebabkan dislokasi sebagian — di mana tulang lengan atas Anda hanya terlepas setengah jalan dari soket bahu Anda.

Karena dislokasi berarti tulang Anda tidak lagi berada di tempat yang seharusnya, Anda harus memperlakukannya sebagai kondisi darurat dan mencari bantuan medis sesegera mungkin. Dislokasi yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada ligamen, saraf, atau pembuluh darah Anda. Terlebih lagi, jika persendian tersebut pernah mengalami dislokasi, akan lebih mungkin untuk terkilir lagi di masa depan.

4. Frozen shoulder

Frozen shoulder (adhesive capsulitis), adalah kondisi menyakitkan yang membuat Anda tidak bisa menggerakkan bahu, sehingga jangkauan gerak bahu menjadi sangat terbatas. Kondisi ini terjadi ketika ada penebalan, pembengkakan dan pengetatan dari jaringan yang fleksibel yang mengelilingi sendi bahu Anda. Anda mungkin merasa sulit untuk melaksanakan tugas harian seperti berpakaian, mengemudi, dan tidur dengan nyaman. Beberapa orang bahkan tidak bisa menggerakkan bahu mereka sama sekali.

Frozen shoulder mungkin terjadi setelah cedera atau penggunaan berlebihan atau dari penyakit, seperti diabetes atau stroke. Setiap keluhan bahu sakit karena alasan lainnya juga dapat berujung pada kondisi ini jika Anda tidak melatih persendiannya untuk tetap bergerak. Jaringan di sekitar sendi kemudian menjadi kaku, membentuk jaringan parut, dan akhirnya setiap gerakan yang dibuat bahu menjadi sulit dan menyakitkan. Kondisi ini biasanya datang perlahan-lahan, kemudian hilang perlahan-lahan selama satu tahun atau lebih.

5. Osteoarthritis

Sakit bahu juga dapat dihasilkan dari osteoarthritis, alias pengapuran sendi. Osteoarthritis biasanya dimulai sekitar usia pertengahan dan berkembang secara perlahan; rasa sakit yang disebabkannya bisa memburuk dari waktu ke waktu. Osteoarthritis mungkin berhubungan dengan cedera (olahraga atau non-olahraga) dan pemakaian berlebihan. Jenis lainnya dari arthritis dapat berhubungan dengan sobekan pada rotator cuff, infeksi, atau peradangan pada lapisan sendi.

Seringkali orang akan menghindari menghindari menggerakkan bahu sebagai upaya untuk mengurangi rasa sakitnya. Padahal, ini terkadang menyebabkan kekakuan jaringan lunak sendi, sehingga membatasi mulusnya gerakan bahu yang kadan terasa menyakitkan — disebut sebagai frozen shoulder.

Selain alasan di atas, sakit bahu dapat disebabkan oleh postur tubuh yang buruk dan sejumlah penyakit, seperti gangguan kantung empedu, penyakit hati, penyakit jantung, atau penyakit yang berkaitan dengan tulang belakang di leher. Penyebab kurang umum lainnya adalah tumor, infeksi, dan masalah pada saraf (misalnya saraf kejepit).

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit bahu?

Ada beberapa jenis pengobatan untuk sakit bahu, tergantung pada penyebab rasa sakit dan gejalanya. Pertolongan pertama pada nyeri bahu ringan biasanya melibatkan metode RICE:

  • Rest (Istirahat): jangan beraktivitas berat atau menggerakan bahu dalam 48 jam setelah cedera
  • Ice (Kompres es) tempelkan kompres es pada bahu yang cedera selama 20 menit, 4-8 kali sehari. Anda bisa gunakan plastik yang diisi bongkahan es dan dilapisi handuk, atau menggunakan kompres es jadi yang tersedia di apotek.
  • Compression (Tekanan): tekan lembut daerah yang terasa sakit untuk membantu mengurangi pembengkakan. Anda bisa membebat bahu dengan perban untuk menjaganya tetap stabil.
  • Elevation (Diangkat): Jaga area yang cedera tetap lebih tinggi dari jantung. Jika Anda ingin rebahan, topang bahu Anda dengan bantal empuk tebal untuk menyangga posisinya.

Obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, atau paracetamol dapat diminum untuk mengurangi rasa sakit dan mengobati cedera ringan atau bahu sakit akibat frozen shoulder di rumah.

Jika gejala tak kunjung membaik setelah beberapa minggu, makin memburuk, atau parah sedari awal karena kecelakaan, segera kunjungi dokter. Dokter Anda mungkin akan merujuk Anda untuk berkonsultasi pada ahli bedah ortopedi (spesialis kesehatan tulang dan otot) atau rheumatologis (spesialis otot dan sendi).

Pembedahan mungkin diperlukan untuk menyelesaikan beberapa masalah bahu yang cukup parah atau berulang; Namun, 90 persen pasien yang mengeluhkan sakit bahu dapat membaik hanya dengan metode pengobatan sederhana seperti yang tercantum di atas.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca