Waspada Darah Menggumpal Setelah Operasi! Begini Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pembentukan gumpalan darah (koagulasi) merupakan proses normal pada tubuh usai mengalami luka. Itulah mengapa penggumpalan darah setelah operasi, sebenarnya termasuk respon wajar yang secara otomatis dilakukan oleh tubuh. Selain untuk menghentikan perdarahan, gumpalan darah yang terbentuk ini juga membantu mempercepat penyembuhan luka.

Namun kadang kala, proses ini bisa berubah menjadi berbahaya bahkan mengancam fungsi organ tubuh. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penggumpalan darah berlebih setelah operasi ini?

Bagaimana proses penggumpalan darah setelah operasi?

Trombosit, yang merupakan salah satu komponen darah manusia, bertugas untuk membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk suatu gumpalan. Darah yang menggumpal tersebut, terbentuk di bagian yang terluka atau sasaran operasi.

Gumpalan terjadi ketika darah yang bertemu saling menempel, sampai akhirnya mengental secara perlahan. Jika tujuannya untuk mencegah perdarahan semakin banyak, tentu baik. Akan tetapi, lain ceritanya jika penggumpalan darah setelah operasi justru menghambat aliran darah.

operasi bariatrik

Kenapa darah bisa menggumpal setelah operasi?

Meski sebenarnya termasuk proses yang normal, tapi penggumpalan darah setelah operasi juga bisa menandakan ada yang tidak beres dengan tubuh. Ini terjadi ketika pembentukan gumpalan darah tersebut terjadi di bagian pembuluh darah vena, sehingga justru menghambat kelancaran aliran darah.

Kondisi tersebut dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT). Akibatnya, pasokan darah yang diterima jantung menjadi kurang optimal. Risiko tersebut bisa semakin parah ketika pembentukan gumpalan darah yang tidak normal terjadi di organ vital tubuh, seperti otak, paru-paru, dan lainnya.

Atau dalam kondisi lainnya, gumpalan darah tersebut bisa berjalan hingga masuk ke dalam organ vital, misalnya paru-paru. Ini disebut dengan emboli paru, yang bisa mengancam jiwa karena menghambat kelancaran aliran darah.

Operasi besar di beberapa bagian tubuh yang berisiko mengalami penggumpalan darah setelah operasi. Misalnya di perut, panggul, pinggul, maupun kaki. Di samping untuk membantu mencegah kehilangan darah dalam jumlah banyak, ada alasan lain mengapa penggumpalan darah terbentuk setelah operasi.

Pasalnya, pasca operasi merupakan waktu di mana Anda diharuskan untuk banyak beristirahat. Secara otomatis, tubuh cenderung tidak aktif atau tidak banyak bergerak. Sedikitnya pergerakan yang Anda lakukan ini, kemudian membuat aliran darah di pembuluh darah lebih lambat. Alhasil, terbentuklah gumpalan darah.

Penggumpalan darah ini biasanya terbentuk selama 2-10 hari setelah operasi, tapi bisa juga bertahan lebih lama sekitar 3 bulan. Peluang Anda untuk mengalami DVT atau penggumpalan darah di pembuluh vena bisa lebih besar jika memiliki satu atau lebih kondisi berikut:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Pernah mengalami DVT sebelumnya atau memiliki anggota keluarga yang punya DVT
  • Sedang hamil
  • Memiliki kondisi tertentu yang berpengaruh pada aliran darah
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Rutin menggunakan obat-obatan tertentu, seperti KB dan terapi hormon
  • Punya penyakit kanker
  • Punya masalah pada jantung dan stroke

Bagaimana cara menangani penggumpalan darah setelah operasi?

super tetra adalah obat

Pengobatan yang dilakukan dokter untuk menangani pembentukan gumpalan darah pasca operasi, biasanya disesuaikan dengan area yang mengalami. Secara umumnya, dokter akan memberikan obat pengencer darah bernama antikoagulan.

Selain itu, jenis obat-obatan lainnya seperti warfarin juga diberikan guna membantu menghilangkan gumpalan darah, sekaligus melancarkan alirannya. Dokter mungkin memberikan obat heparin juga dengan tujuan untuk mencegah perkembangan pembentukan gumpalan darah.

Demi mempercepat penyembuhan, berikut beberapa tindakan yang dianjurkan dokter untuk mempercepat penanganan penggumpalan darah setelah operasi:

  • Rutin minum obat heparin sesuai jadwal di minggu pertama, dengan cara disuntikkan di bawah kulit.
  • Kemudian dilanjutkan dengan minum obat warfarin (Coumadin┬«) di minggu kedua, bersamaan dengan obat heparin.

Setelah sekitar 1 minggu suntikan obat heparin dan obat minum (oral) warfarin digunakan secara bersamaan, pemberian heparin akan dihentikan. Namun, Anda dianjurkan untuk tetap minum obat warfarin selama kurang lebih 3-6.

Lama waktu tersebut bisa saja berubah menjadi lebih lama tergantung dari kondisi Anda. Sementara untuk kasus yang lebih parah, dokter akan melakukan cara seperti:

  • Operasi. Mengarahkan kateter ke bagian gumpalan darah, sehingga perlahan-lahan menghilang.
  • Stent atau ring jantung. Pemasangan stent bisa dipertimbangkan untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka, sehingga aliran darah lancar.
  • Vena cava filter. Cara ini dilakukan ketika obat pengencer darah sudah tidak mempan, sehingga sebuah filter akan dimasukkan pada vena cava inferior. Tujuannya untuk mengambil gumpalan darah sebelum mengalir ke organ vital tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Hidup Sehat Usai Menjalani Operasi Kista Ovarium

Butuh beberapa waktu sampai tubuh dinyatakan pulih seutuhnya setelah operasi kista ovarium. Triknya, kenali kunci utama guna mempercepat proses penyembuhan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Gerakan Senam untuk Mempercepat Pemulihan Setelah Operasi Payudara

Setelah operasi payudara tubuh tidak pulih langsung dengan cepat. Tenang saja, untuk mempercepatnya, ada beberapa gerakan senam yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kebugaran, Hidup Sehat 1 November 2018 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Sebaiknya Harus Bisa Langsung Buang Angin Setelah Operasi?

Dokter akan menunggu setiap pasiennya sampai bisa kentut setelah operasi. Ternyata, ini penting untuk menghindari risiko komplikasi yang berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 September 2018 . Waktu baca 3 menit

5 Penyebab Badan Jadi Sangat Lemas Setelah Operasi

Setelah melakukan proses operasi beberapa orang mengeluhkan tubuhnya merasa sangat lemas. Nah, ternyata inilah lima sebab badan lemas setelah operasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 September 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses pembekuan darah koagulasi

Benarkah Rokok Menyebabkan Penggumpalan Darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 19 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala deep vein thrombosis

Jangan Abaikan Gejala Deep Vein Thrombosis, Ini Bahayanya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
darah menggumpal setelah operasi

3 Hal yang Wajib Dilakukan Agar Darah Tak Menggumpal Setelah Operasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
komplikasi setelah operasi

5 Risiko Komplikasi yang Bisa Terjadi Setelah Operasi Penurunan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit