Obat Penghancur Batu Ginjal yang Paling Sering Diresepkan Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Batu ginjal adalah penyakit yang umum. Gejala batu ginjal mungkin tidak akan begitu terasa jika ukuran batunya kecil karena masih bisa keluar dari saluran kemih bersama aliran urine. Namun, batu yang besar mungkin perlu dihancurkan dulu agar bisa ikut terbilas saat Anda berkemih. Dari sekian banyak pilihan obat penghancur batu ginjal yang diklaim ampuh, manakah yang benar-benar bekerja efektif?

Rekomendasi obat penghancur batu ginjal dari dokter

Sebelum cari tahu apa rekomendasi obat penghancur batu ginjal dari dokter, pahami dulu jenis batu ginjal apa yang Anda alami. Ini penting untuk menentukan komposisi dari batu tersebut. Sebab, pada dasarnya pilihan obat penghancur batu ginjal akan berbeda-beda setiap orang, tergantung pada jenis batu ginjal dan penyebabnya.

Beberapa batu ginjal yang sering terjadi adalah batu kalsium dan batu asam urat. Sesuai namanya, batu kalsium terbentuk dari kalsium oksalat dan batu asam urat terbentuk dari asam urat. Batu asam urat lebih mungkin terjadi terutama pada orang-orang yang lebih dulu memiliki riwayat asam urat.

Untuk menghancurkan batu asam urat, dokter mungkin akan meresepkan allopurinol. Obat penghancur ginjal ini masuk dalam golongan obat xanthine oxidase inhibitor. Allopurinol bekerja mengurangi jumlah asam urat yang dibuat oleh tubuh untuk mencegah batu ginjal tidak semakin membesar, atau bahkan hancur sama sekali.

Jika diperlukan, obat penghancur batu ginjal ini juga bisa dikombinasikan dengan obat lain seperti kalium sitrat atau natrium sitrat. Kedua obat tersebut dapat digunakan untuk membantu melarutkan batu asam urat. Semakin kecil ukuran batu dan semakin dekat posisinya dengan lubang kencing, maka semakin besar kemungkinan batu ikut terbuang bersama kencing. 

Dosis obat penghancur batu ginjal akan ditentukan dokter tergantung kondisi medis dan respon pasien terhadap pengobatan. Lamanya waktu mengonsumsi obat penghancur batu ginjal juga akan bervariasi pada setiap orang. Anda mungkin harus minum obat selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan lebih lama.

Pastikan Anda minum obat sesuai dengan yang diresepkan dokter atau petunjuk yang ada di label kemasan. Jangan mengonsumsi obat penghancur ginjal terlalu sedikit, lebih banyak, lebih cepat, maupun lebih lama dari yang ditentukan dokter. Sebaiknya selalu konsultasi ke dokter terlebih dahulu setiap kali Anda ingin mengonsumsi obat tertentu.

Obat lain yang juga sering diresepkan dokter

Selain meresepkan allopurinol sebagai obat penghancur batu ginjal, dokter juga mungkin menambahkan beberapa obat lain untuk meringankan gejala batu ginjal.

Berikut beberapa pilihan obat batu ginjal yang sering diresepkan oleh dokter:

1. Obat pereda nyeri

Gejala batu ginjal sering kali menyebabkan sakit luar biasa di bagian punggung bawah. Tepatnya di antara tulang rusuk terendah dan bokong. Rasa sakit ini bersifat kambuhan, yang bisa datang dan pergi kapan saja.

Nah, guna meringankan kondisi tersebut, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan acetaminophen. Selain dengan resep dokter, kedua obat ini juga bisa Anda dapatkan di toko obat atau apotek. Namun, pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label kemasan sebelum menggunakannya.

2. Antibiotik

Tidak semua orang yang mengalami batu ginjal diberikan antibiotik oleh dokter. Dokter akan meresepkan antibiotik khusus untuk kasus batu ginjal struvit. Batu struvit merupakan batu ginjal yang disebabkan karena adanya infeksi yang berlangsung lama, misalnya akibat infeksi saluran kencing.

Antibiotik membantu menghentikan pertumbuhan bakteri dan mencegah penyebarannya agar tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi batu ginjal truvit adalah asam acetohydroxamic (AHA). Dokter mungkin juga meresepkan obat antibiotik lainnya untuk membantu mencegah infeksi.

AHA termasuk dalam golongan antibiotik yang kuat. Maka pemakaiannya harus sesuai resep dokter. Jangan gunakan obat ini terlalu banyak atau sedikit dan lebih lama atau sebentar dari yang disarankan

3. Calcium channel blockers dan alpha blockers

Dokter Anda mungkin juga akan meresepkan obat calcium channel blocker dan alpha blocker. Kedua obat ini telah terbukti mempercepat keluarnya batu dari tubuh Anda dengan cara melemaskan saluran ureter yang tegang.

Ureter adalah saluran berbentuk tabung yang berfungsi untuk mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih. Ureter yang dalam keadaan rileks akan memudahkan urin mendorong batu keluar dari dalam tubuh Anda.

Beberapa obat yang masuk dalam golongan alpa blocker adalah Tamsulosin, Doxazosin, dan Terazosin. Sementara jenis obat kalsium channel blocker untuk mengobati batu ginjal adalah Nifedipine.

4. Obat diuretik tiazid

Obat diuretik (pil air) adalah obat yang dirancang khusus untuk mengurangi penumpukan cairan tubuh melalui urin. Obat ini akan membuat Anda berkemih lebih sering dan banyak dari biasanya. Nah, hal inilah yang memungkinkan batu dalam ginjal ikut keluar dari tubuh Anda melalui urin.

Ada beberapa jenis obat diuretik, namun dokter biasanya akan meresepkan obat diuretik tiazid untuk mengatasi batu ginjal. Obat-obatan jenis ini tidak hanya mengurangi cairan dalam tubuh saja, tapi juga membantu melemaskan pembuluh darah yang menegang.

Beberapa contoh obat diuretik jenis tiazid yang bisa membantu mengatasi batu ginjal adalah indapamide, metoloazone, chlorthalidone, chlorothiazide, dan lain sebagainya.

Konsultasikan dengan dokter terkait potensi efek samping yang bisa Anda alami sebelum Anda mengonsumsi obat ini.

Cara lain untuk mengobati batu ginjal

Untuk kasus batu ginjal yang berukuran kecil (kurang dari 5 mm), dokter biasanya merekomendasikan Anda untuk banyak minum air putih. Cara kerjanya sama seperti pil air. Semakin banyak dan sering Anda minum air, batu ginjal akan perlahan larut kemudian terdorong sampai ujung bukaan saluran kencing. Ketika Anda berkemih nantinya, batu akan ikut terseret keluar bersama urin.

Jika batu terlalu besar, misalnya berukuran lebih dari 2 cm, cara di atas tidak akan begitu berpengaruh. Begitu pula dengan pemberian obat penghancur batu ginjal allopurinol. Maka dokter akan menyarankan operasi untuk mengangkat batu tersebut. Ada dua pilihan pengangkatan pengangkatan batu ginjal yang mungkin direkomendasikan, yaitu Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) dan percutaneous nephrolitotomy.

ESWL adalah prosedur medis yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan getaran kuat (gelombang kejut). Penembakan berulang menggunakan gelombang kejut biasanya menyebabkan batu pecah menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dikeluarkan lewat urin. Prosedur ini berlangsung selama sekitar 45–60 menit dan dapat menyebabkan nyeri intensitas sedang.

Selain itu, pengaturan diet pun perlu diperhatikan. Orang yang memiliki batu asam urat perlu mengurangi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, bayam, dan asparagus.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca