Penyakit diabetes dikenal sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan menjadi penyebab dari penyakit kronis lainnya. Oleh karena itu, orang yang mengalami diabetes mellitus sebaiknya menerapkan pola hidup yang sehat serta menjauhi hal-hal yang dapat membuat kadar gula darah naik. Sebab kunci dari hidup dengan diabetes adalah dengan mengendalikan jumlah gula darah. Berikut adalah obat diabetes alami yang dapat dikonsumsi oleh para penderita untuk mengontrol glukosa dalam darahnya.

1. Kunyit, obat diabetes alami yang sangat mudah ditemukan

Tak hanya menjadi bumbu dasar masakan saja, tetapi kunyit dianggap bisa meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dengan cara membantu kendalikan glukosa dalam darah. Kunyit mengandung zat antioksidan dan zat yang mempunyai efek anti-diabetes. Beberapa penelitian telah membuktikan kunyit adalah obat diabetes alami.

Sebuah studi yang menemukan bahwa penderita diabetes mengalami penurunan kadar gula darah hampir 18% hanya karena mengonsumsi 300 mg per hari. Studi lain menunjukkan 1,5 gram kunyit yang dikonsumsi setiap hari selama 9 bulan membuat fungsi sel beta dan mencegah penyakit diabetes tipe 2 terjadi pada orang yang mengalami prediabetes. Selain itu kunyit juga terbukti dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes.

2. Jahe, rempah yang bisa diandalkan bagi penderita diabetes

Jahe termasuk jenis rempah-rempah yang populer, karena kegunaannya yang banyak, entah itu untuk masakan atau obat. Manfaat jahe sebagai obat diabetes alami disebutkan dalam sebuah penelitian mampu mengurangi kadar gula darah puasa dan kadar HbA1c pada 88 penderita diabetes yang mengonsumsi 3 gram jahe setiap hari selama delapan minggu.

Tidak sekadar itu saja, jahe diketahui mengandung zat anti-inflamasi sehingga dapat mencegah peradangan yang dapat menyebabkan komplikasi mata, serta penyakit jantung.

3. Kayu manis, obat diabetes alami yang dapat mencegah resistensi insulin

Kayu manis sebagai obat diabetes alami, dipercaya mampu menurunkan tingkat resistensi insulin, menurunkan penyerapan glukosa setelah makan, serta melawan peradangan. Meskipun begitu masih banyak penelitian yang hasilnya saling bertolak belakang, antara tidak memberikan efek apapun pada gula darah atau menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu masih dibuthkan penelitian lebih lanjut untuk membenarkan bahwa kayu manis bisa diandalkan sebagai obat diabetes alami.

4. Bawang merah, bumbu dapur yang ampuh menurunkan glukosa darah

Hampir semua masakan, khususnya Indonesia, pasti menggunakan bawang merah sebagai bahan  dasarnya. Studi yang melaporkan manfaat bawang merah terhadap kadar gula darah sampai saat ini belum terlalu banyak. Tetapi salah satu studi yang melibatkan penderita diabetes tipe 1 dan 2 menunjukkan bahwa makan bawang merah mentah 100 gram per hari dapat menurunkan tingkat gula  darah yang tinggi pada kedua tipe diabetes tersebut. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa bawang merah memang mampu untuk menurunkan kada glukosa darah setelah makan.

5. Jintan hitam, alternatif agar gula darah turun dengan cepat

Tidak seperti jintan putih yang sering digunakan untuk campuran bumbu opor atau gulai, jinten hitam dari awal kemunculannya memang digunakan untuk obat-obatan, salah satunya obat diabetes. Penelitian yang dilakukan pada hewan membuktikan bahwa jinten hitam mempunyai kemampuan untuk melawan peradangan, menurunkan kadar lemak darah, serta menjaga kesehatan jantung dan hati. Sedangkan 23 penelitian yang melibatkan kurang lebih 1.500 peserta menemukan bahwa mengonsumsi jinten hitam secara signifikan dapat menurunkan jumlah gula darah puasa dan HbA1c.

6. Lidah buaya, tanaman hias yang juga bisa digunakan sebagai obat diabetes

Manfaat lidah buaya yang paling umum dan sering disebut-sebut adalah untuk menjaga kesehatan rambut. Tetapi ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan rambut saja, ulasan studi terbaru menunjukkan bahwa lidah buaya justru sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena dapat mengurangi kadar gula darah puasa. Meskipun begitu, sampai saat ini belum diketahui apa dampak yang akan muncul apabila mengonsumsi ekstrak lidah buaya dalam waktu yang lama, sehingga diperlukan penelitian yang lebih banyak lagi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca