Pernahkah Anda mengalami semacam benjolan seperti bentol-bentol yang melebar dan terasa sangat gatal? Nah, mungkin Anda mengalami biduran. Untuk mengatasinya, berikut macam-macam obat biduran yang mungkin dianjurkan dokter beserta dengan perawatan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi rasa gatal.

Apa itu biduran?

Biduran atau dalam istilah kedokteran disebut dengan urtikaria adalah kondisi saat kulit mengalami ruam menonjol berwarna merah pucat seperti bentol pada kulit yang muncul secara tiba-tiba. Biasanya kondisi ini diakibatkan oleh reaksi alergi, bahan kimia dalam makanan, sengatan serangga, hingga paparan sinar matahari.

Selain itu, obat-obatan tertentu bisa membuat tubuh melepaskan zat kimia yang disebut histamin. Histamin terkadang membuat plasma darah keluar dari pembuluh darah kecil di kulit dan bisa menyebabkan biduran.

Orang yang mengalami biduran biasanya mengalami ruam seperti bentol yang berkelompok serta menyambung dan terasa gatal bahkan rasa seperti terbakar. Gangguan kulit ini bisa muncul di mana saja termasuk wajah, bibir, lidah, tenggorokan, atau telinga.

Biasanya kondisi ini akan berlangsung selama berjam-jam hingga satu hari sebelum akhirnya hilang. Namun, kondisi yang kronis bisa menyebabkan kondisi ini berlangsung hingga lebih dari enam minggu bahkan sampai hitungan tahun.

Obat biduran yang biasa diresepkan dokter

Berikut berbagai obat biduran yang biasa diresepkan dokter:

1. Antihistamin

Mengonsumsi pil antihistamin sebagai obat biduran menjadi cara efektif untuk mencegah gatal-gatal. Selain itu, antihistamin juga memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala biduran. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai antihistamin seperti:

Jika keempat jenis antihistamin tersebut tidak cukup membantu, biasanya dokter akan meningkatkan dosisnya. Selain itu, dokter juga akan mencoba jenis antihistamin lain yang memiliki efek mengantuk agar rasa gatal sedikit terobati dengan tidur. Contoh obat ini antara lain Chlorpheniramine (CTM), hydroxyzine pamoate (Vistaril), dan doxepin (Zonalon).

Jangan lupa untuk membicarakan dengan dokter jika Anda sedang dalam kondisi hamil dan menyusui, memiliki kondisi medis lain, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

2. Losion calamine

Losion calamine membantu meredakan gatal dengan cara memberikan efek dingin pada kulit. Anda dapat menggunakan losion calamine langsung ke kulit dengan cara:

  • Kocok losion agar racikannya tercampur rata.
  • Tuangkan losion ke kapas.
  • Oleskan kapas ke kulit yang biduran dan diamkan sampai kering.

3. Obat antiradang

Kortikosteroid oral seperti seperti prednison dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Biasanya obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu sebentar. Pasalnya, obat ini memiliki berbagai efek samping serius jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

4. Antidepresan

Antidepresan trisiklik doxepin (Zonalon), biasanya digunakan dalam bentuk krim yang dapat membantu meredakan gatal. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk sehingga rasa gatal Anda sedikit teralihkan dengan tidur.

5. Omalizumab (Xolair)

Omalizumab biasanya diberikan dengan cara disuntikkan ke kulit. Obat ini akan diresepkan jika Anda mengalami biduran parah yang terjadi selama berbulan-bulan atau dalam hitungan tahun. Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, hingga sakit telinga bagian dalam.

kulit gatal dan berair

Cara mengatasi biduran di rumah

Selain menggunakan obat biduran dari dokter, Anda juga bisa melakukan berbagai perawatan rumahan seperti:

1. Kompres dingin

Mengompres bagian yang biduran dengan es atau air dingin dapat membantu meredakan iritasi dan rasa gatal. Anda bisa mengompresnya dengan cara membungkus es batu dengan handuk dan kompres di bagian yang terasa gatal. Biarkan selama kurang lebih 10 menit dan ulangi jika masih gatal.

2. Hindari produk yang bisa mengiritasi kulit

Beberapa jenis sabun bikin kulit kering sehingga biduran makin terasa gatal.  Jika Anda mengalami biduran, usahakan untuk menggunakan sabun khusus kulit sensitif.

Biasanya sabun jenis ini tidak berbau dan menggunakan banyak bahan kimia lainnya yang dapat memicu iritasi. Selain sabun, Anda juga perlu menghindari berbagai losion dan pelembap kulit yang bisa memicu iritasi. Lagi-lagi, usahakan untuk memilih produk khusus untuk kulit sensitif.

3. Pakai baju yang longgar

Menggunakan pakaian yang longgar membuat kulit yang mengalami biduran dapat bernapas dan suhu tubuh tetap sejuk. Sebaliknya, memakai pakaian ketat justru bisa membuat kulit terasa makin gatal bahkan iritasi karena kulit tertekan dengan baju yang Anda kenakan.

Selain itu, pilih baju dari katun yang menyerap keringat untuk menghindari kelembapan berlebih. Lingkungan yang lembap  membuat bakteri di kulit semakin berkembang dan kulit pun jadi semakin gatal.

Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab biduran. Misalnya apakah karena alergi makanan, debu, udara, obat, atau karena gigitan serangga. Dari situ, Anda pun bisa menghindari pemicu yang menyebabkan biduran Anda muncul.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca