3 Pilihan Obat Anemia Penambah Darah yang Diresepkan Dokter

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup untuk membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Kondisi ini akan membuat Anda merasa lemas, lelah atau lemah. Anda juga mungkin memiliki gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala. Anemia bisa diobati dengan menggunakan obat anemia yang berguna sebagai penambah darah. Dokter akan memberikan obat anemia yang paling cocok dengan kondisi Anda.

Obat anemia yang diresepkan oleh dokter

Jika Anda mengalami anemia, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Biasanya dokter akan memberikan obat penambah darah yang tepat untuk Anda sesuai penyebab anemia Anda. Konsumsi obat anemia ini sesuai dengan saran dari dokter Anda, jangan melebihi dosis yang sudah ditentukan. Berikut beberapa jenis obat anemia.

Multivitamin dan zat besi

Kekurangan zat besi adalah penyebab anemia yang tersering. Anemia jenis ini disebut sebagai anemia defisiensi besi. Obat untuk mengatasi anemia ini adalah multivitamin dan zat besi.

Kedua obat ini juga digunakan untuk mengobati kekurangan zat besi atau vitamin yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi dari makanan, kehilangan darah, penyakit tertentu, kehamilan, gangguan pencernaan, dan kondisi lainnya.

Jika anemia defisiensi besi disebabkan oleh kehilangan darah maka tidak hanya diperlukan multivitamin dan zat besi, tapi dokter harus mencari tahu dan menghentikan darah yang keluar.

Hydroxyurea

Obat ini biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami anemia sel sabit. Obat ini berguna untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kebutuhan transfusi darah.

Biasanya dokter meresepkan obat ini berdasarkan berat badan, kondisi medis, hasil tes laboratorium, dan respon tubuh pada pengobatan. Obat anemia ini diminum dengan menelannya secara utuh tanpa menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul.

Epoetin alfa

Obat ini digunakan untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh kemoterapi atau penyakit ginjal kronis, atau anemia yang disebabkan oleh penggunaan zidovudine untuk mengobati HIV (human immunodeficiency virus).

Obat ini juga digunakan untuk mengurangi kebutuhan transfusi sel darah merah pada orang yang menjalani prosedur operasi tertentu. Epoetin alfa adalah bentuk protein buatan manusia yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Obat anemia ini diberikan memalui suntikan melalui infus. Namun, obat ini tidak disarankan untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan memiliki aplasia sel merah murni (sejenis anemia) setelah menggunakan epoetin alfa, saat sedang hamil dan menyusui.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca