Jurus Jitu Menguatkan Tekad dan Niat Berhenti Merokok

Oleh

“Dalam lubuk hati saya, saya sangat ingin berhenti merokok dan saya tahu saya harus melakukannya. Saya suka merokok dan saya akan menderita tanpa rokok. Rokok telah menjadi bagian dalam kehidupan saya dan saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa merokok. Namun saya tahu saya harus berhenti…”

Pernahkah muncul pikiran untuk berhenti merokok? Atau pernahkah Anda mencoba berhenti, namun kembali merokok dalam beberapa hari kemudian?

Apakah kebiasaan merokok Anda membuat Anda merasa lemah dan tidak berdaya? Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda tak mungkin menemukan cara untuk berhenti merokok selamanya?

Anda tidak sendirian

Kecanduan nikotin sangatlah kuat dan diperlukan banyak usaha untuk beberapa orang. Anda dapat sukses berhenti merokok, dan kabar baiknya adalah ribuan orang berhasil melakukannya setiap tahun. Mereka telah menemukan cara keluar dari kecanduan merokok. Dan kebanyakan dari mereka awalnya berpikir seperti Anda, bahwa mereka tidak akan dapat berhenti.

Bagaimana mereka melakukannya?

Bagaimana mereka mengubah pikiran “sebaiknya” menjadi “harus”? Bagaimana mereka membuat mimpi mereka untuk berhenti menjadi kenyataan?

Walau tidak ada keajaiban yang dapat membuat proses berhenti merokok mudah, ada beberapa langkah yang Anda dapat lakukan untuk membuat komitmen dalam berhenti merokok.

Jika Anda ingin mengubah hidup Anda, ubah pikiran Anda

Sebagai perokok, mungkin Anda sering merokok di waktu senggang. Rokok memberikan rasa nyaman, hiburan, serta menemani Anda.

Di waktu yang bersamaan, berhenti merokok sering dihubungkan dengan perasaan menderita dan pengorbanan, dan untuk beberapa orang perasaan ini muncul pada alam bawah sadar. Sebagai hasil, orang-orang mengadopsi kepercayaan yang tidak sehat dan tidak akurat dan menganggapnya sebagai fakta, di mana sebenarnya kepercayaan tersebut hanyalah persepsi yang menyimpang.

Langkah pertama dalam menumbuhkan komitmen untuk berhenti merokok adalah dengan memperhatikan apa yang Anda bicarakan ke diri Anda sendiri dan segera mengoreksinya. Diperlukan latihan dan kesabaran, namun mendengarkan pikiran yang positif setiap hari akan menjadi kebiasaan baik untuk Anda, serta memperbaiki pikiran yang tidak benar.

Kondisi mental

Selain mengondisikan tubuh untuk membangun kekuatan serta pertahanan, mengondisikan pikiran adalah latihan yang dapat membantu menghentikan kebiasaan merokok secara permanen.

Perbaiki pikiran yang tidak benar dan tidak sesuai dengan tujuan Anda. Lakukan dengan segera dan jangan biarkan pikiran negatif tersebut berlama-lama di benak Anda. Ubah bahasa dan struktur pikiran sehingga dapat membantu Anda.

Sebagai contoh, jika Anda mengatakan hal-hal berikut ini pada diri Anda sendiri, ubahlah dengan yang lebih positif.

“Saya tidak akan menikmati pesta ini karena saya tidak dapat merokok. Saya akan menderita berada di pesta itu. Memikirkannya saja sudah membuat saya menderita.”

Apa hasilnya? Anda tidak akan menikmati pesta. Pada alam bawah sadar, Anda memberi pesan bahwa berhenti merokok adalah pengorbanan.

Ubah fokus Anda dan perbaiki bahasa seperti contoh berikut:

“Datang ke pesta tanpa merokok akan menjadi tantangan dan saya mungkin akan merasa tidak nyaman, namun kesempatan ini dapat membuat saya belajar untuk tidak bergantung pada rokok. Saya tahu ketidaknyamanan ini hanyalah tahap sementara dalam proses penyembuhan dari kecanduan saya. Toh, banyak orang dapat menikmati pesta tanpa merokok.”

Kata-kata yang positif adalah batu loncatan untuk aksi yang positif. Setelah Anda berhasil melalui acara tersebut tanpa merokok, Anda akan lebih mudah mempercayai pesan positif yang Anda buat lain kali.

“Teman-teman saya dapat merokok, mengapa saya tidak bisa?”

Ingatkan diri Anda bahwa mereka merokok bukan karena pilihan, mereka merokok karena mereka kecanduan nikotin. Berikan diri Anda pesan mental yang positif dengan melawan perasaan mengasihani diri sendiri, seperti:

“Teman-teman saya berharap mereka dapat berhenti merokok seperti saya. Saya ingat bagaimana saya sangat ingin berhenti merokok saat saya menyalakan rokok. Masa tersebut adalah siklus yang telah saya lewati.”

“Saya merasa bosan tanpa rokok. Hidup jadi terasa tidak seru tanpa merokok.”

Ubah pikiran Anda dengan melihat dari sudut yang lain:

“Jika saya menghabiskan waktu 10 menit setiap kali saya merokok, saya membuang sekitar 3 jam per hari untuk merokok! Mungkin inilah yang membuat saya merasa bosan, karena saya sekarang punya 3 jam waktu ekstra. Saya akan mencari hobi dan melakukan sesuatu yang produktif untuk mengisi waktu yang biasanya saya gunakan untuk merokok.”

“Saya merasa mudah marah tanpa rokok. Saya menjadi tidak sabar dan marah tanpa rokok saya.”

Saat Anda merasakan gejala “sakau” nikotin, ingatlah bahwa perasaan yang Anda rasakan disebabkan akibat merokok, bukan karena berhenti.

Ubahlah menjadi:

“Rokoklah yang menyebabkan hal ini terhadap saya. Begitu saya bebas dari kecanduan ini, saya tidak akan kembali menghamba pada nikotin lagi.”

“Saya terus berpikir tentang merokok tanpa henti. Hari-hari saya terasa seperti mengidam tanpa akhir.”

Ulangilah pernyataan ini:

“Saya tahu bahwa gejala ngidam/sakau nikotin adalah fase sementara dalam proses pemulihan. Ketidaknyamanan ini tidak akan berlangsung lama. Saya semakin kuat setiap harinya tanpa rokok.”

Gantikan pikiran-pikiran yang tidak membantu dengan pikiran yang bermanfaat. Latih diri Anda untuk mengubah cara pikir Anda terhadap rokok. Jika Anda tekun dan terus berusaha, pikiran yang dilatih akan memberikan kepercayaan baru dan Anda akan mengalami perubahan yang permanen.

Percayalah dengan diri Anda sendiri. Anda dapat melakukannya.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca