Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita Menopause

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Infeksi saluran kencing bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih sering dialami wanita. Nyatanya, wanita menopause dan pascamenopause lebih berisiko terkena infeksi ini dibandingkan wanita yang belum menopause. Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengobati dan mencegah infeksi saluran kencing pada wanita menopause? Semua jawabannya bisa Anda temukan dalam ulasan berikut ini.

Kenapa wanita menopause rentan mengalami infeksi saluran kencing?

mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

Dilansir dari Prevention, perempuan delapan kali lebih berisiko terkena infeksi saluran kencing dibandingkan laki-laki. Pasalnya, perempuan memiliki uretra (saluran terakhir yang membuang urine ke luar tubuh) yang pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menginfeksi saluran kemih.

Infeksi saluran kencing pada wanita terdiri dari dua jenis, yaitu infeksi saluran kencing atas dan bawah. Infeksi saluran kencing bawah ditandai dengan sakit perut, tekanan di bagian panggul, dan rasa perih pada saat buang air kecil. Sedangkan infeksi saluran kencing atas yang sudah menyebar ke ginjal akan lebih sulit diobati. Gejala yang muncul berupa sakit punggung, demam, dan mual.

Hormon estrogen memiliki peran tersendiri pada saluran kemih wanita, yaitu memicu kandung kemih untuk menghasilkan zat antimikroba alami. Ketika hormon estrogen menurun saat menopause, produksi antimikroba tersebut akan berkurang secara bertahap.

Akibatnya, sistem pertahanan tubuh menjadi lebih lemah saat melawan bakteri penyebab infeksi. Maka itu, tak heran bila wanita menopause menjadi lebih rentan terkena infeksi saluran kencing.

Pengobatan infeksi saluran kencing pada wanita menopause

skrining untuk wanita

Infeksi saluran kencing pada wanita perlu diobati sesegera mungkin. Sebab jika tidak, infeksi tersebut akan berkembang menjadi kronis dan menyebabkan komplikasi. Maka itu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Beberapa jenis obat yang mungkin diresepkan oleh dokter di antaranya:

1. Antibiotik

Antibiotik adalah salah satu jenis obat yang banyak diresepkan untuk mengobati infeksi saluran kencing pada wanita. Walaupun gejala infeksinya sudah mereda, Anda tetap wajib menghabiskan sisa antibiotik agar infeksi tidak kambuh.

2. Estrogen

Untuk wanita pascamenopause, pemberian estrogen dapat membantu menguatkan jaringan vagina, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik Lactobacillus, dan mengurangi pH vagina. Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menginfeksi vagina.

3. Terapi supresif

Bila Anda sudah berkali-kali mengalami infeksi saluran kencing, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik dosis rendah selama enam bulan. Sedangkan untuk infeksi berat, dokter biasanya akan menganjurkan obat tersebut dilanjutkan hingga lima tahun sambil terus konsultasi dengan dokter.

Jika infeksi saluran kencing pada wanita disebabkan oleh seks yang tidak hati-hati, dokter mungkin akan melakukan terapi supresif. Oleh sebab itu, konsultasikan penyakit Anda secara rutin ke dokter untuk memantau perkembangannya.

4. Obat pereda nyeri

Jenis obat phenazopyridine dapat membantu meredakan gejala infeksi saluran kemih berupa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Efek samping obat ini dapat membuat warna urine berubah menjadi jingga kemerahan atau cokelat. Jadi, jangan cemas bila warna urine Anda seketika berubah karena itu adalah hal yang wajar terjadi.

Cara mencegah infeksi saluran kencing pada wanita menopause

keluar kencing saat batuk

Tindakan pencegahan tentu akan jauh lebih baik daripada mengobati. Berbagai cara yang ampuh mencegah infeksi saluran kencing pada wanita menopause adalah:

  1. Banyak minum air putih. Agar tidak mudah terkena infeksi saluran kemih, pastikan Anda telah memenuhi kebutuhan cairan Anda setiap harinya. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan lebih mudah mengeluarkan bakteri dari saluran kemih pada saat buang air kecil.
  2. Jaga kebersihan vagina. Saat berkemih, bersihkan area vagina dari arah depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri anus ke vagina. Selain itu, segera buang air kecil setelah berhubungan seks untuk membersihkan bakteri yang mungkin tertinggal di vagina.
  3. Minum jus atau suplemen cranberry. Cranberry mengandung proantosianidin, senyawa polifenol yang dapat mencegah bakteri menempel pada dinding saluran kemih. Minum segelas jus cranberry murni setiap hari atau gantilah dengan suplemen bila Anda tidak menyukai rasa asamnya.
  4. Probiotik. Bagi Anda yang pernah terkena infeksi saluran kemih sebelumnya, konsumsi probiotik dapat membantu mencegah infeksi berulang. Pilihlah yogurt atau kefir yang mengandung probiotik baik demi menjaga kesehatan saluran kemih Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca