Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terkena 4 Jenis Infeksi Ini

Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terkena 4 Jenis Infeksi Ini

Sistem imun atau daya tahan tubuh merupakan faktor penting dalam mencegah terjadinya infeksi. Ini karena hampir tiap saat tubuh bisa terpapar kuman penyakit. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki daya tahan tubuh yang mampu melindungi tubuh dari infeksi, salah satunya adalah penderita diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Kenapa diabetes membuat penderitanya mudah kena infeksi?

Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol (hiperglikemia) pada penderita diabetes menyebabkan respons sistem imun melambat saat terpapar kuman penyakit.

Kondisi hiperglikemia juga cenderung menguntungkan bagi kuman karena kadar glukosa tinggi meningkatkan kemampuan kuman untuk tumbuh dan menyebar lebih cepat.

Hiperglikemia juga meningkatkan peluang infeksi dengan cara menghambat aliran darah ke setiap sudut permukaan tubuh.

Dengan adanya luka terbuka, infeksi lebih mudah terjadi karena distribusi nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan dan melawan kuman menjadi terhambat.

Permukaan kulit yang kekurangan nutrisi akan menjadi lebih mudah kering dan permukaan jaringan yang mudah dilalui kuman penyakit ke dalam tubuh.

Jenis infeksi yang rentan dialami penderita diabetes

Infeksi pada penderita diabetes memiliki pola yang khas karena hampir hanya ditemukan pada penderita diabetes.

Pada dasarnya, infeksi lebih mudah terjadi pada kulit dan rongga hidung dan telinga pada bagian kepala namun juga mungkin terjadi pada saluran kencing bahkan pada ginjal.

Jenis infeksi tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Otitis eksterna

Otitis eksterna adalah jenis infeksi yang bersifat mematikan sel yang sehat.

Infeksi ini sering terjadi pada saluran telinga bagian luar dan dapat menyerang ke bagian dalam telinga, terutama pada bagian tulang rawan dan tulang keras di sekitar telinga.

Infeksi otitis eksterna disebabkan oleh kuman bakteri Pseudomonas aeruginosa yang menyerang orang dewasa berusia d iatas 35 tahun.

Jenis infeksi ini juga sering ditandai dengan rasa nyeri pada telinga dan disertai munculnya cairan yang keluar dari dalam rongga telinga.

2. Rhinocerebral mucormycosis

Jenis infeksi langka ini disebabkan oleh beberapa mikroorganisme yang dapat ditemukan pada permukaan hidung dan sekitar sinus.

Mikroorganisme ini dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, terutama pembuluh darah, dengan cara merusak jaringan dan mematikan sel serta menimbulkan erosi pada tulang wajah.

Komplikasi dari infeksi ini adalah penyebaran kuman ke sekitar otak dan menimbulkan abses otak.

Penyakit ini muncul ketika kadar gula darah penderita tidak terkendali, terutama jika disertai kondisi ketoasidosis.

Gejala utama yang ditimbulkan adalah rasa nyeri sekitar hidung, pembengkakan dan munculnya darah kehitaman dari area hidung.

3. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing (ISK) bisa berupa munculnya bakteri pada urin (bakteriuria), nanah dalam urin (pyuria), radang kandung kemih (sistitis) dan infeksi saluran kencing atas.

Penyebab ISK adalah bakteri yang menginfeksi saluran kencing terutama terjadi pada sekitar kandung kemih, dan dapat menimbulkan infeksi ginjal (pyelonephritis).

Penyakit infeksi ginjal adalah kondisi yang fatal karena dapat menimbulkan gagal ginjal.

Selain itu, penyakit infeksi ini juga dapat meningkatkan resistensi insulin dan memicu kesulitan untuk mengatur kadar air tubuh.

4. Infeksi kulit dan jaringan halus

Pada dasarnya, kondisi infeksi ini jarang terjadi kecuali disebabkan oleh matinya sel saraf dan gangguan aliran darah di bawah permukaan kulit.

Infeksi kulit dapat terjadi pada bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi pada bagian kaki.

Kondisi kaki diabetes (diabetic foot) merupakan bentuk kronis dari infeksi ini yang bermula dari munculnya lenting atau luka yang berisi cairan pada penderita diabetes (Bullosis diabeticorum).

Pada dasarnya, luka lenting tersebut dapat sembuh dengan sendirinya, namun sangat mungkin terjadi infeksi sekunder yang menyebabkannya bertambah parah.

Bagaimana cara mencegah infeksi pada penderita diabetes?

Mencegah infeksi adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh penderita diabetes yang dapat dilakukan menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal.

Hindari adanya luka terbuka pada bagian tubuh manapun, terutama pada bagian kaki.

Munculnya lenting pada permukaan kaki dapat dilakukan dengan cara menggunakan alas kaki yang tepat dan tidak terlalu ketat.

Sementara mencegah infeksi saluran urinasi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan alat genital dan melakukan buang air secara rutin.

Penderita diabetes juga harus mampu memantau munculnya gejala infeksi sejak dini agar dapat segera menghentikan perkembangan infeksi kronis.

Jika muncul gejala infeksi seperti rasa nyeri yang tidak normal, ruam panas atau kemerahan, demam, radang pada rongga telinga, hidung dan tenggorokan, gangguan saluran pencernaan, munculnya nanah ataupun muncul bau tidak sedap dari tubuh, segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan dini.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. 2017. Diabetes and Infection: How to Spot the Signs. Online: http://www.webmd.com/diabetes/guide/infections-linked-diabetes (Accessed April 10, 2017)

Ross, HM. 2016. What are the Common Infections with Diabetes? Online: https://www.verywell.com/what-are-the-common-infections-with-diabetes-1087622 (Accessed April 10, 2017)

Khardori, R. 2015. Infection in Patients With Diabetes Mellitus. Online: http://emedicine.medscape.com/article/2122072-overview (Accessed April 10, 2017)


Foto Penulis
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 21/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus