Alergi Paracetamol: Penyebab, Gejala, Cara Diagnosis, dan Mengobatinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Paracetamol (acetaminophen) adalah obat antinyeri analgesik yang biasa digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan meredakan demam. Anak-anak, orang dewasa, atau orang tua sekalipun dapat mengonsumsi obat ini. Meski umum, tahukah Anda bahwa konsumsi obat paracetamol bisa memicu gejala alergi? 

Apa penyebab alergi paracetamol?

Alergi paracetamol adalah salah satu jenis alergi obat. Alergi ini disebabkan oleh reaksi sistem imun tubuh yang berlebihan terhadap zat kimia dalam obat tersebut.

Padahal seharusnya, sistem imun hanya akan bereaksi apabila tubuh “kemasukan” zat-zat yang berbahaya atau mengancam kesehatan. Misalnya virus, bakteri, atau parasit. Zat obat, seperti paracetamol, sejatinya bersifat membantu memulihkan kesehatan atau menyembuhkan penyakit.

Maka pada orang yang normal (tidak memiliki alergi), sistem kekebalan tubuhnya tidak bereaksi pada obat paracetamol. Namun pada orang yang alergi, sistem kekebalan tubuhnya salah mengenali obat-obatan sebagai zat yang berbahaya dan menyerangnya. 

Sistem kekebalan tubuh orang alergi akan menyerang sembari mengeluarkan antibodi imunoglobulin dan histamin. Akhirnya, tubuh pun akan memunculkan gejala alergi. 

Belum diketahui penyebab pasti dari alergi obat pereda nyeri ini. Namun, alergi biasanya tidak akan muncul di kali pertama Anda minum paracetamol. Di kali kedua atau kesempatan berikutnya minum obat paracetamol, tubuh mungkin saja bereaksi negatif.

Apa saja tanda dan gejala alergi paracetamol?

Gejala alergi dapat muncul ringan hingga parah yang yang mengancam jiwa. Namun, berikut ini adalah beberapa reaksi alergi yang muncul saat minum obat paracetamol:

  • Bentol gatal 
  • Ruam kulit
  • Mata gatal dan berair
  • Pembengkakan di mata, bibir, dan tenggorokan

Pada beberapa kasus, reaksi alergi obat dapat begitu parah hingga menimbulkan syok anafilaksis. Gejalanya termasuk:

  • Sesak napas
  • Kulit jadi kebiruan
  • Pusing
  • Pingsan
  • Tekanan darah menurun

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gatal kemerahan di kulit rasanya nyeri 
  • Bagian luar kulit mengelupas tanpa adanya lenting
  • Kulit terlihat melepuh
  • Demam
  • Ruam atau lenting menyebar ke mata, mulut, dan kelamin
  • Sesak napas
  • Pusing, pingsan, atau bahkan hilang kesadaran.

Anda harus menghubungi dokter setiap kali Anda mengalami gejala yang tak biasa dari penggunaan obat paracetamol. Kemungkinan Anda  masih harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain untuk gejala Anda.

Bagaimana cara memastikan bahwa Anda alergi paracetamol?

Alergi obat didiagnosis dengan cara mengamati riwayat medis Anda sebelumnya. Dokter juga akan menanyakan gejala serta daftar obat apa saja yang Anda gunakan. Jika dokter menduga bahwa Anda memang benar mengalami alergi paracetamol, dokter akan melakukan beberapa jenis tes sebagai cara memastikannya. 

  1. Tes kulit: Pada tes ini, nantinya dokter akan menuangkan ekstrak obat ke kulit Anda. Setelah itu dokter akan menusuk kulit yang sudah ditetesi obat dengan jarum. Tenang, ini tidak sakit dan tidak akan berdarah juga. Sehabis itu, dokter akan mengawasi untuk melihat apakah Anda memiliki reaksi atau tidak. 
  2. Tes tempel: Pada tes ini, dokter menempelkan sejumlah patch berisi obat di kulit Anda selama 48 jam lebih. Patch tidak boleh sampai basah atau terbuka. Setelah 2 hingga 4 hari, dokter akan memeriksa reaksinya dan menentukan diagnosisnya.
  3. Tes darah: Tes darah ini akan dilakukan untuk membantu mendiagnosis alergi terhadap obat paracetamol. Darah akan diuji di dalam laboratorium oleh dokter untuk melihat adanya antibodi yang muncul saat diberi paracetamol.

Cara membaca hasil diagnosis alergi paracetamol dari dokter

Ketika dokter Anda menganalisis gejala dan hasil tes Anda, biasanya dokter akan menentukan satu kesimpulan sebagai berikut:

  • Anda positif memiliki alergi paracetamol.
  • Anda tidak memiliki alergi obat.
  • Anda mungkin memiliki alergi paracetamol, namun tingkat kepastiannya tidak jelas.

Kesimpulan ini dapat membantu dokter dalam membuat keputusan perawatan dan pengobatan di masa depan.

Bagaimana cara mengatasi alergi paracetamol?

Alergi paracetamol tidak dapat disembuhkan. Beberapa pengobatan umumnya dilakukan untuk meredakan gejala seperti ruam, gatal-gatal, dan bengkak saja. Berikut adalah beberapa pengobatan yang umumnya akan dianjurkan dokter:

1. Langsung berhenti minum obat paracetamol

Jika mengalami reaksi setelah minum obat dan dokter mendiagnosis alergi, hentikan minum paracetamol segera. Bila terus meminumnya, ini dapat menyebabkan gejala semakin parah. 

2. Minum obat antihistamin

Untuk meredakan gejala alergi yang sedang berlangsung, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat antihistamin yang dijual bebas seperti diphenhydramine. Obat ini bekerja dengan memblokir  histamin dan bahan kimia lain yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh selama alergi.

3. Obat kortikosteroid

Obat kortikosteroid oral atau via suntikan dapat diresepkan untuk mengatasi peradangan alergi yang lebih serius. Obat ini harus dikonsumsi sesuai resep dan dosis dari dokter untuk menangani alergi.

4. Suntik epinefrin

Epinefrin adalah obat suntik untuk mengatasi reaksi alergi yang parah, syok anafilaksis. Suntikan ini dapat menstabilkan tekanan darah dan menjaga agar pernapasan Anda tetap berfungsi dengan baik selama dan sesudah mengalami alergi. 

5. Desensitisasi

Desensitisasi adalah terapi untuk membuat sistem kekebalan tubuh Anda tidak terlalu berlebihan ketika bertemu zat obat paracetamol. Teknik ini dirancang untuk memungkinkan tubuh Anda mentoleransi paracetamol selama kondisi Anda masih butuh obat pereda nyeri tersebut. 

Sebagai contoh, selama desensitisasi sejumlah kecil obat paracetamol akan disuntikkan secara berkala. Dimulai dari dosis yang rendah dan terus ditingkatkan sampai sistem kekebalan tubuh Anda belajar menoleransi obat tersebut. 

Untuk menentukan pengobatan mana yang baik dan aman untuk alergi paracetamol Anda, bicarakan dengan dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 12, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 19, 2019

Yang juga perlu Anda baca