Diphenhydramine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Diphenhydramine Obat Apa?

Untuk apa difenhidramin (diphenhydramine)?

Difenhidramin, atau diphenhydramine adalah obat yang umumnya digunakan untuk menghilangkan rasa gatal dan nyeri sementara yang disebabkan oleh luka bakar, luka potong, luka gores ringan, terbakar sinar matahari, gigitan serangga, iritasi kulit ringan, atau ruam dari poison ivyracun pohon ek, atau poison sumac.

Difenhidramin adalah obat yang termasuk golongan antihistamin. Obat difenhidramin bekerja dengan memblok efek bahan kimia tertentu (histamin) penyebab gatal.

Produk ini juga mengandung bahan lain (pelindung kulit seperti allantoin dan zinc acetate) yang membantu menghilangkan gejala seperti kulit kering, basah, atau bernanah. Bacalah kemasan untuk informasi lebih lanjut.

Tergantung merek dan bentuk produk difenhidramin yang Anda gunakan, informasi kemasan dapat menyatakan bahwa obat ini tidak dianjurkan untuk anak kurang dari 2, 6, atau 12 tahun kecuali bila diberikan oleh dokter.

Jika Anda menggunakan obat ini sendiri, penting untuk membaca aturan pakai pada kemasan dengan cermat sebelum memulai menggunakan produk ini untuk meyakinkan bahwa obat ini tepat untuk Anda.

Aturan Pakai Diphenhydramine

Bagaimana cara penggunaan difenhidramin?

Difenhidramin atau diphenhydramine adalah obat yang digunakan hanya pada kulit sesuai anjuran dokter. Jika Anda menggunakan sendiri, ikuti semua aturan pada kemasan obat. Jika Anda kurang yakin mengenai informasi tersebut, tanyakan pada dokter atau apoteker. Beberapa produk mungkin perlu dikocok sebelum pemakaian.

Sebelum menggunakan, bersihkan area kulit dengan sabun dan air. Keringkan dengan lembut. Pakaikan pada area kulit tersebut, biasanya tidak lebih dari 3-4 kali sehari. Cuci tangan segera setelah pemakaian, kecuali area kulit yang diobati.

Jangan menggunakan pada daerah tubuh yang luas atau lebih dari yang dianjurkan. Kondisi Anda tidak akan membaik lebih cepat, dan risiko terjadi efek samping meningkat.

Difenhidramin adalah obat yang pemakaiannya harus menghindari bagian mata, hidung, telinga atau mulut Anda. Jika obat masuk dalam area tersebut, bilas dan bersihkan segera dengan air.

Berhenti gunakan obat ini dan beri tahukan dokter Anda jika kondisi Anda memburuk jika gejala tidak membaik dalam 7 hari atau menetap setelah 7 hari terapi, atau jika gejala menghilang dan muncul kembali dalam beberapa hari. Jika Anda berpikir Anda mengalami masalah kesehatan serius, carilah pelayanan medis segera.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Difenhidramin adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Diphenhydramine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis difenhidramin untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis difenhidramin (diphenhydramine) untuk orang dewasa:

Dosis dewasa untuk gejala ekstrapiramidal

  • Parenteral: 10-50 mg IV atau IM sesuai kebutuhan. Dapat ditingkatkan hingga 100 mg jika dibutuhkan. Dosis maksimum harian 400 mg.
  • Oral: 25-50 mg diminum setiap 6-8 jam.

Dosis dewasa untuk insomnia

  • 25-50 mg diminum sebelum tidur.

Dosis dewasa untuk mabuk

  • Parenteral: 10-50 mg IV atau IM sesuai kebutuhan. Dapat ditingkatkan hingga 100 mg jika dibutuhkan. Dosis maksimum harian 400 mg.
  • Oral: 25-50 mg diminum setiap 6-8 jam. Berikan dosis awal 30 menit sebelum paparan pada gerakan dan ulang sebelum makan dan sebelum perjalanan.

Dosis dewasa untuk batuk

  • 25 mg diminum setiap 4 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 150 mg per hari.

Dosis dewasa untuk gejala flu

  • 25-50 mg diminum setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 300 mg/24 jam.

Dosis dewasa untuk gatal

  • 25-50 mg diminum setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 300 mg/24 jam.

Dosis ewasa untuk urtikari (biduran)

  • 25-50 mg diminum setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 300 mg/24 jam.

Bagaimana dosis difenhidramin untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis difenhidramin (diphenhydramine) untuk anak-anak:

Dosis anak untuk rhinitis alergi

  • ≥ 2 hingga kurang dari 6 tahun: 6.25 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 37.5 mg/24 jam.
  • ≥ 6 hingga kurang dari 12 tahun: 12.5-25 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 150 mg/24 jam.
  • ≥ 12 years: 25-50 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 300 mg/24 jam.

Dosis anak untuk gejala flu

  • ≥ 2 hingga kurang dari 6 tahun: 6.25 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 37.5 mg/24 jam.
  • ≥ 6 hingga kurang dari 12 tahun: 12.5-25 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 150 mg/24 jam.
  • ≥ 12 tahun: 25-50 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 300 mg/24 jam.

Dosis anak untuk mabuk perjalanan

  • ≥ 2 hingga kurang dari 6 tahun: 6.25 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 37.5 mg/24 jam.
  • ≥ 6 hingga kurang dari 12 tahun: 12.5-25 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 150 mg/24jam.
  • ≥ 12 tahun: 25-50 mg diminum setiap 4-6 jam, tidak lebih dari 300 mg/24 jam.

Dosis anak untuk insomnia

  • ≥ 12 years: 25-50 mg diminum sebelum tidur.

Dosis anak untuk batuk

  • ≥ 2 hingga kurang dari 6 tahun: 6.25 mg diminum setiap 4 jam, tidak lebih dari 37.5 mg/24 jam.
  • ≥ 6 hingga kurang dari 12 tahun: 12.5 mg diminum setiap 4 jam, tidak lebih dari 75 mg/24 jam.
  • ≥ 12 tahun: 25 mg diminum setiap 4 jam, tidak lebih dari 150 mg/24 jam.

Dosis anak untuk gejala ekstrapiramidal

Reaksi distonik: 1-2 mg/kg (maks: 50 mg) IV atau IM [Pediatric Advanced Life Support]

Dosis anak untuk reaksi alergi

  • 1-12 tahun: 5 mg/kg/hari atau 150 mg/m2/hari diberikan secara oral, IM atau IV, atau setara dengan dosis terbagi setiap 6-8 jam,tidak lebih dari 300 mg/24 jam.
  • Reaksi hipersensitivitas akut: 1-2 mg/kg IV atau IM (maks: 50 mg) [Advanced Pediatric Life Support]

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Diphenhydramine adalah obat tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

  • Kapsul, Oral
  • Liquid, Oral
  • Tablet, Oral

Efek samping Diphenhydramine

Efek samping apa yang dapat dialami karena difenhidramin?

Difenhidramin, atau diphenhydramine, adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping. Menurut Drugs.com, efek samping yang sering terjadi dari difenhidramin yaitu:

  • mengantuk
  • merasa lelah
  • pusing
  • gangguan koordinasi
  • mulut kering dan menebal
  • gangguan lambung
  • penglihatan kabur
  • penglihatan ganda
  • gemetar
  • hilang napsu makan
  • mual

Berhenti gunakan difenhidramin dan segera cari bantuan medis darurat jika Anda mengalami tanda reaksi alergi obat:

  • sulit bernapas
  • ruam kulit
  • bengkak pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • gatal-gatal

Difenhidramin adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping lain yang lebih ringan. Lanjutkan penggunaan difenhidramin dan bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • mengantuk, lemas, atau pusing
  • sakit kepala
  • mulut kering
  • sulit buang air kecil atau pembesaran prostat.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Diphenhydramine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan difenhidramin?

Beberapa hal yang harus diketahui sebelum pakai difenhidramin (diphenhydramine) adalah:

  • Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi difenhidramin atau obat lain.
  • Beri tahukan dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep yang Anda konsumsi, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang sedang atau akan Anda konsumsi.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita atau pernah menderita penyakit tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang mengonsumsi difenhidramin, hubungi dokter segera.
  • Lansia sebaiknya tidak menggunakan diphenhydramine karena tidak seaman obat lain yang dapat digunakan untuk mengobati kondisi yang sama.
  • Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan difenhidramin.

Apakah difenhidramin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Difenhidramin adalah obat yang termasuk kategori kehamilan B oleh BPOM. Studi pada hewan gagal menunjukan teratogenitas. The Collaborative Perinatal Project melaporkan 595 paparan trimester pertama dan 2,948 paparan kapanpun selama kehamilan.  Telah ditemukan hubungan yang mungkin dengan malformasi individu.

Satu studi melaporkan hubungan statistik antara penggunaan diphenhydramine di trimester pertama dengan bibir sumbing. Telah dilaporkan satu kasus putus obat pada seorang bayi dengan ibu yang mengonsumsi diphenhydramine 150 mg per hari. Bayi ini mengalami tremor pada 5 hari pertama yang diobati dengan fenobarbital. Diphenhydramine hanya dianjurkan digunakan saat kehamilan saat potensi manfaat melebihi risiko.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut BPOM :

  •      A= Tidak berisiko,
  •      B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C=Mungkin berisiko,
  •      D=Ada bukti positif dari risiko,
  •      X=Kontraindikasi,
  •      N=Tidak diketahui

Difenhidramin adalah obat yang dapat disekresikan dalam ASI. Karena potensi efek samping serius pada bayi menyusu, pabrik obat menganjurkan untuk menghentikan pemberian ASI atau penggunaan obat, tergantung dari seberapa pentingnya obat bagi ibu.

Interaksi Obat Diphenhydramine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan difenhidramin?

Difenhidramin atau diphenhydramine adalah obat yang dapat menyebabkan interaksi. Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah beberapa obat yang berpotensi memicu terjadinya interaksi dengan difenhidramin:

  • cetirizine
  • loratadine
  • fexofenadine
  • doxylamine
  • obat-obatan antikolinergik (fesoterodine, tolterodine)
  • obat-obatan antidepresan (citalopram, fluoxetine, sertraline)
  • obat-obatan antipsikotik (haloperidol, risperidone)
  • benzodiazepin (alprazolam, clonazepam, diazepam, lorazepam)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan difenhidramin?

Difenhidraminadalah obat yang dapat bereaksi dengan makanan atau alkohol. Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hati-hati dalam mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat meningkatkan rasa kantuk dan pusing saat menggunakan difenhidramin.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan difenhidramin?

Difenhidramin adalah obat yang dapat bereaksi jika Anda punya masalah kesehatan tertentu. Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.

Berikut adalah kondisi kesehatan yang mungkin berinteraksi dengan difenhidramin:

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Infeksi Menular Mematikan yang Paling Banyak Terjadi di Indonesia

    Ada beberapa infeksi menular mematikan yang tersebar luas di Indonesia. Apa saja? Temukan info lengkap tentang penyakit menular mematikan di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 12 Juni 2019 . Waktu baca 8 menit

    Orangtua Wajib Tahu Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Kelima (Erythema Infectiosum) Pada Anak

    Erythema infectiosum adalah infeksi menular yang sering menjangkiti anak-anak usia sekolah. Baca di sini cara mencegah dan mengobati erythema infectiosum.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

    Ragam Penyakit Kulit Menular Beserta Penyebab dan Gejalanya

    Di Indonesia ada beberapa penyakit kulit menular yang masih menyebar luas. Apa saja penyakit kulit tersebut? Ketahui di sini juga bagaimana penyebarannya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dermatologi, Health Centers 9 Juni 2018 . Waktu baca 11 menit

    6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Membantu Mencegah Infeksi

    Untuk itu, cara terbaik menjaga kesehatan diri ialah dengan mencegah infeksi datang, terlebih bagi Anda yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Tips Sehat 5 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    dermatitis kontak

    Dermatitis Kontak

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    ciuman bibir

    8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
    penanganan COVID-19 di Indonesia

    Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 7 April 2020 . Waktu baca 10 menit
    social distance

    Mengenal Physical dan Social Distancing yang Dapat Turunkan Risiko COVID-19

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 17 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit