Mengatasi Hipotermia (Kedinginan) Agar Tak Berakibat Fatal

Oleh

Hipotermia adalah penurunan suhu badan secara drastis, hingga di bawah 35º Celcius (suhu tubuh normal berkisar di angka 37º Celcius). Artinya, Anda kehilangan panas tubuh lebih cepat daripada saat tubuh menghasilkannya. Penyebab paling umum dari hipotermia adalah paparan kondisi cuaca dingin yang berkepanjangan — risiko ini terutama lebih besar di musim dingin.

Kapan seseorang berisiko hipotermia?

Indonesia tidak memiliki musim dingin, tapi Anda tetap dapat berisiko mengalami hipotermia dari berada di luar ruangan saat cuaca dingin dalam waktu lama (seperti saat mendaki atau berenang), berada dalam ruangan yang memiliki sistem ventilasi buruk, atau tenggelam. Pada dasarnya, kontak yang terlalu lama terhadap lingkungan bersuhu lebih dingin daripada suhu tubuh dapat menyebabkan hipotermia jika Anda tidak berpakaian dengan tepat atau tidak dapat mengontrol kondisinya. Orang yang tidak mampu banyak bergerak untuk menghasilkan panas, seperti orang tua, bayi, atau orang dewasa yang sedang sakit, juga berada pada risiko tertentu untuk mengalami hipotermia.

BACA JUGA: Tangan Dingin Terus? Hati-hati, Mungkin Ini Penyebabnya

Jika tidak ditangani secepatnya, hipotermia bisa mengancam nyawa. Hipotermia harus diperlakukan sebagai gawat darurat medis.

Tanda dan gejala hipotermia

Tanda-tanda hipotermia bervariasi tergantung pada seberapa rendah suhu seseorang telah menurun. Tubuh menggigil mungkin adalah gejala pertama yang Anda perhatikan saat suhu mulai turun karena menggigil adalah pertahanan otomatis tubuh Anda untuk melawan suhu dingin — upaya untuk menghangatkan diri. Pada awalnya, menggigil biasanya diikuti dengan kelelahan, sedikit kebingungan, kurang koordinasi, bicara menyeret, napas cepat, dan kulit dingin atau pucat.

Semakin suhu menurun, menggigil menjadi lebih ganas, meski akan berhenti sepenuhnya jika hipotermia makin memburuk. Semakin lama, denyut nadi cenderung melemah dan napas juga mulai makin lembat dan pendek-pendek. Anda mungkin mengigau dan berjuang untuk bernapas atau bergerak, kemudian lama-kelamaan hilang kesadaran. Dalam hipotermia parah, Anda mungkin bisa hilang kesadaran tanpa tanda-tanda pernapasan atau denyut nadi yang jelas.

BACA JUGA: Mengapa Udara Dingin Bikin Sering Buang Air Kecil?

Seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejala kedinginan ekstrim ini sering timbul secara bertahap. Kebingungan yang mungkin ditampilkan orang tersebut juga dapat menyebabkan perilaku berisiko, misalnya justru menolak memakai baju hangat.

Bayi dengan hipotermia mungkin terlihat tanpa masalah; menunjukkan kulit merah cerah namun akan terasa dingin. Mereka juga mungkin tampak lesu, luar biasa tenang, dan menolak untuk makan.

Bagaimana cara mengatasi hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi yang berpotensi mengancam nyawa, sehingga membutuhkan perhatian medis darurat. Hubungi 118/119 atau nomor darurat lokal jika Anda melihat seseorang dengan tanda-tanda hipotermia atau jika Anda mencurigai seseorang mengalami paparan berlebih dan berkepanjangan terhadap cuaca atau air dingin yang tidak terlindungi.

Jika perawatan medis tidak segera tersedia, lakukan hal berikut demi mencegah tubuh korban kehilangan panas lebih lanjut dan juga untuk coba menghangatkannya kembali.

  • Jika keadaan memungkinkan, pindahkan ia ke ruangan kering dan hangat dengan perlahan dan hati-hati. Gerakan spontan dan keras dapat memicu detak jantung tak teratur yang berbahaya.
  • Dengan hati-hati, lepas segala pakaian basah dan keringkan tubuhnya dengan baik. Hangatkan tubuhnya mulai dari dada dan kepalanya terlebih dahulu. Setelahnya lindungi tubuhnya dengan lapisan selimut dan pakaian kering sambil menunggu bantuan medis tiba. Gunakan panas tubuh Anda sendiri jika tidak ada sumber panas lain tersedia.
  • Jika mungkin, tawarkan minuman hangat atau makanan tinggi energi, seperti cokelat, untuk menghangatkan tubuhnya. Hanya lakukan ini jika orang tersebut bisa menelan seperti biasa — minta mereka untuk batuk untuk melihat apakah mereka bisa menelan.

BACA JUGA: Pertolongan Pertama untuk Keseleo dan Terkilir

Jika korban tidak sadarkan diri, atau tidak menunjukkan denyut nadi atau tanda-tanda bernapas, hubungi bantuan darurat segera. CPR (resusitasi jantung paru) harus diberikan sesegera mungkin — jika Anda tahu caranya — saat denyut tidak dapat dirasakan dan tidak ada tanda-tanda pernapasan. Cek dan ricek denyut nadi selama satu menit penuh sebelum memulai CPR, karena jantung mungkin berdenyut sangat lambat dan Anda tidak harus mulai CPR jika ada detak jantung. CPR harus dilanjutkan tanpa istirahat, dengan tidak adanya tanda-tanda bernapas atau denyut jantung, sampai paramedis tiba atau orang tersebut dibawa ke rumah sakit.

Sangat penting untuk menangani orang dengan hipotermia lembut dan hati-hati. Setelah suhu tubuh mulai naik, jaga tubuh orang tersebut tetap kering dan terbungkus dengan selimut hangat. Lindungi kepala dan lehernya juga. Di rumah sakit, penyedia layanan kesehatan akan terus pemanasan upaya, termasuk memberikan cairan infus hangat dan oksigen lembab.

Yang harus dihindari saat mengatasi hipotermia

Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan ketika membantu seseorang yang alami hipotermia karena bertindak sembrono dapat memperburuk kondisi, seperti:

  • Jangan menghangatkan tubuh mulai dari tangan dan kakinya. Menghangatkan ujung-ujung tungkai tangan dan kaki sebagai tindakan pertama bisa sebabkan syok
  • Jangan juga memijat kaki dan tangannya
  • Jangan merendam tubuhnya dalam air hangat/panas
  • Jangan berikan alkohol atau minuman berkafein
  • Jangan gunakan lampu pemanas untuk menghangatkan tubuhnya
  • Jangan berikan minuman atau makanan untuk dikonsumsi jika orang tersebut tidak sadarkan diri
  • Jika tak ada sumber panas yang tersedia, koyo atau kompres panas bisa ditempelkan di dada, ketiak, leher, dan pangkal paha; namun ini dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.

Mencoba untuk menghangatkan tubuh yang sedang menderita hipotermia dengan air panas, pijat, kompres hangat, dan lampu panas dapat menyebabkan pembuluh darah di lengan dan kaki membuka terlalu cepat. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah ke organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal, secara dramatis dan berpotensi menyebabkan serangan jantung dan bahkan kematian.

Bagaimana cara menghindari hipotermia?

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hipotermia. Langkah-langkah sederhana dapat membantu, seperti memakai pakaian hangat yang tepat dalam cuaca dingin dan memastikan bahwa anak-anak terlindungi dengan ketika mereka pergi ke luar.

Kenakan topi atau pelindung lainnya untuk mencegah panas tubuh melarikan diri dari kepala, wajah dan leher. Lindungi tangan Anda dengan sarung tangan tebal. Usahakan agar tubuh tetap selalu kering. Berhati-hatilah untuk menjaga tangan dan kaki tetap kering, karena mudah untuk air dingin untuk masuk ke sarung tangan dan sepatu bot. Lepas pakaian basah sesegera mungkin, misalnya setelah berenang atau kebanjiran.

Jangan minum alkohol jika Anda akan berlama-lama berada di luar ruangan selama cuaca dingin atau sebelum tidur di malam yang dingin. Bila mungkin, awasi tetangga yang sakit dan orang tua untuk memastikan bahwa rumah mereka tetap hangat saat cuaca dingin.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca