Tenggelam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tenggelam?

Seseorang dikatakan tenggelam ketika mereka menghirup terlalu banyak air ke dalam paru-paru mereka. Anda bahkan dapat tenggelam dalam air setinggi 3 atau 5 cm.

Bayi bisa mengalami kejadian ini di dalam wastafel atau bak mandi. Begitu juga dengan anak-anak usia prasekolah di kolam renang. Orang yang memiliki gangguan kejang juga berisiko tenggelam di dalam air. Perisitiwa ini bisa terjadi dengan cepat dan kadang tak diketahui orang lain.

Seperti apa tandanya orang yang tenggelam?

Seseorang disebut tenggelam apabila orang itu tak lagi menggerakkan kakinya di dalam air. Orang yang mengalami kejadian ini cenderung tidak bergerak sehingga orang lain terkadang tidak sadar bahwa si korban tenggelam.

Korban cenderung muncul ke permukaan air dalam keadaan kaku atau bahkan diam saja dan mengambang di atas air, bahkan ada pula yang tetap tinggal di dasar air.

Korban kejadian ini sering terlihat seperti mengambang dengan kepala terangguk-angguk dan mulut terbuka lebar. Mereka biasanya masih bisa bernapas tapi dengan napas yang pendek-pendek. Mata mereka cenderung terbuka lebar karena panik.

Upaya untuk berenang juga biasanya lemah dan tak terkoordinasi dengan baik.

Penanganan korban tenggelam

Apa yang harus saya lakukan?

Pertolongan pertama yang mungkin dapat Anda lakukan adalah memberikan napas buatan dari mulut ke mulut sesegera mungkin. Pemberian napas buatan ini harus dilakukan secepatnya, baik di perahu, di pelampung, atau di bagian air yang dangkal.

Cara ini harus dilanjutkan sampai korban mendapatkan perawatan medis, terutama jika yang menjadi korban adalah anak-anak. Hal ini lantaran anak-anak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih, terutama jika tenggelam di air dingin.

Jika ada kemungkinan cedera leher, misalnya jika kejadian ini dialami saat sedang menyelam, pastikan leher tidak membungkuk atau memutar. Jika korban masih di dalam air, bantu ia agar tetap mengapung di permukaan air sampai penyangga leher dipasangkan atau sampai beberapa orang dapat mengangkatnya dari air dan menahan kepalanya.

Muntah sering terjadi karena perut biasanya kemasukan air saat korban mengalami peristiwa ini. Jika korban muntah, miringkan badannya atau hadapkan ke bawah. Hal ini dilakukan untuk mencegah air masuk ke paru-paru.

Paru-paru biasanya tidak kemasukan air karena terlindungi oleh spasme (kontraksi) pita suara. Hindari tekanan pada perut selama Anda berusaha menyadarkan korban karena ini bisa memicu muntah.

Perlukah dokter dalam kasus ini?

Segera hubungi nomor gawat darurat atau larikan ke rumah sakit apabila Anda menangani korban tenggelam.

Pencegahan

Untuk mencegah kejadian ini, jangan pernah meninggalkan anak yang berusia kurang dari 3 tahun tanpa pengawasan, terutama saat mereka berada di bak mandi atau kolam rendam. Balita bisa tenggelam bahkan dalam air sedalam 3 cm.

Jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan saat berada dekat ember besar terutama yang berisi air. Ada kemungkinan mereka terjatuh. Jangan pula meninggalkan anak-anak yang tidak bisa berenang dengan baik tanpa pengawasan.

Selalu awasi anak-anak ketika berada di dekat spa atau kolam air panas. Bukan hanya tenggelam, anak juga bisa berisiko terkena uap panas atau air panas.

Cobalah untuk mengajari anak Anda berenang sebelum usia 8 tahun. Beri tahu anak-anak untuk memeriksa kedalaman air sebelum masuk atau melompat ke kolam. Beri tahu mereka juga untuk tidak melompat ke kolam jika kolam tersebut dangkal.

Ajari anak Anda untuk tidak menahan napas terlalu lama saat berada di bawah air. Ini dapat menyebabkan pingsan di bawah air.

Biasakan berenang bersama teman, jangan berenang sendirian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Salah satu benda asing yang paling sering masuk ke dalam telinga adalah serangga. Lantas, bagaimana pertolongan pertama saat telinga kemasukan serangga?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Social Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan Sosial)

Berbeda dengan pemalu atau gugup, penderita social anxiety disorder bisa terserang panik dan rasa takut saat bersosialisasi. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mata kelilipan

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Benar

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Mitos Keliru Tentang Orang Introvert

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
laktosa untuk anak

Manfaat Laktosa pada Susu Pertumbuhan Anak & Takaran Konsumsi yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit