Tips Jitu Mengatasi Diare Saat Perjalanan Jauh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bolak-balik ke toilet untuk BAB karena diare bisa sangat menganggu kenyamanan perjalanan Anda. Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengatasi diare saat perjalanan jauh? Berikut caranya.

Mengatasi diare saat perjalanan jauh

Diare pada umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri dalam makanan atau minuman (yang tidak terjamin kebersihannya) yang Anda konsumsi sepanjang perjalanan.

Jika Anda mengalami diare selama perjalanan, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi diare berdasarkan tingkat keparahannya.

Diare dengan dehidrasi ringan hingga sedang

Kebanyakan kasus diare umumnya bisa ditangani dengan:

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti loperamide (seperti Imodium) untuk mengelola gejala. Obat ini dapat membantu mengurangi intensitas Anda untuk bolak-balik ke kamar mandi.

Selalu baca petunjuk penggunaan obat yang tertera dalam kemasan dengan baik, sebelum memberikan obat kepada bayi atau anak-anak. Wanita hamil dan anak-anak berusia kurang dari tiga tahun sebaiknya menghindari obat-obatan yang mengandung bismuth, seperti Pepto-Bismol atau Kaopectate.

Pertimbangkan untuk minum antibiotik jika dokter telah meresepkan Anda.

Anda juga bisa minum larutan oralit untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit bisa dibeli di apotek atau toko obat terdekat. Jika Anda berangkat dalam kondisi sudah diare, sebaiknya kemas bahan-bahan berikut untuk meracik larutan oralit sendiri jika Anda tidak menemukan apotek atau toko obat di lokasi keberadaan Anda.

  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh soda kue
  • 4 sendok makan gula
  • 1 liter air putih

Anda bisa minum oralit bersama dengan makanan.

Diare dengan dehidrasi berat

Diare dengan dehidrasi berat ditandai dengan frekuensi BAB yang sangat sering sehingga tubuh kehilangan banyak cairan dan membuat Anda sangat merasa lemas. Dehidrasi berat juga pada umumnya sudah menunjukkan gejala-gejala dehidrasi seperti mulut kering, frekuensi buang air kecil berkurang, warna urin menjadi pekat, dan mata cekung.

Diare berat yang disertai gejala dehidrasi termasuk ke dalam kondisi gawat darurat. Oleh karena itu, atasi diare berat dengan:

  • Segera cari IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan cairan infus agar tubuh tetap mendapat asupan cairan.
  • Jika lokasi IGD terdekat cukup jauh atau Anda terjebak macet, maka terus meminum air untuk mencegah dehidrasi bertambah parah.

Pantangan makanan dan minuman saat diare

Jika Anda mengalami diare selama perjalanan liburan, hindari kafein dan produk susu yang dapat memperburuk gejala atau meningkatkan risiko dehidrasi. Tetap minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit sepanjang perjalanan. Bisa juga dengan teh, jus buah, atau kuah sup bening.

Ketika diare sudah mulai membaik, tambahkan asupan karbohidrat kompleks seperti biskuit asin, sereal gandum tawar, pisang, kentang, nasi, dan mie. Jangan dulu makan makanan yang berserat tinggi selama masih diare dan dalam masa pemulihan. Setelah diare hilang, Anda dapat kembali ke pola makan normal Anda.

Diare saat liburan sangat tidak menyenangkan dan mengganggu. Kalau memungkinkan, melipir sebentar ke klinik terdekat untuk mendapatkan pengobatan sehingga Anda dapat kembali menikmati perjalanan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca