Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang mengintai pria. Pria yang sudah berusia 65 tahun atau lebih atau pria yang memiliki keturunan atau anggota keluarga (ayah atau anak) yang menderita kanker prostat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker prostat. Namun, kanker prostat ini bisa Anda cegah. Menerapkan pola makan yang baik untuk mendapatkan nutrisi yang tepat dapat membantu Anda mencegah kanker prostat.

Nutrisi yang baik dapat membantu mencegah kanker prostat

Dengan menerapkan nutrisi yang baik, tentu Anda dapat terhindar dari berbagai penyakit, termasuk kanker prostat. Kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dapat berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan dan juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap semua penyakit.

Diet sehat dapat membantu Anda mencukupi setiap kebutuhan nutrisi penting, termasuk likopen, selenium, dan nutrisi lainnya. Mencukupi kebutuhan nutrisi ini dari sayuran dan buah-buahan dapat membantu Anda mengurangi risiko kanker prostat. Sebaliknya, menerapkan kebiasaan makan yang buruk, seperti banyak makan makanan tinggi lemak dan tinggi gula, dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Selain itu, menjaga kebiasaan makan yang baik juga dapat membantu Anda dalam menjaga berat badan Anda. Perlu Anda ketahui bahwa kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko dari kanker prostat. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker prostat.

Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan nutrisi yang baik?

Hal utama yang harus Anda lakukan adalah menerapkan kebiasaan makan yang sehat. Pilihlah makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Sehingga, kesehatan Anda tetap terjaga dan membantu Anda mencegah kanker prostat.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan nutrisi yang baik sebagai upaya mencegah kanker prostat adalah:

1. Banyak makan sayur dan buah

Dengan mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, Anda bisa lebih banyak mendapatkan nutrisi penting. Sayuran dan buah-buahan mengandung banyak zat yang dapat melawan kanker dan mengurangi peradangan, seperti vitamin, mineral, polifenol, antioksidan, dan serat.

Beberapa contoh sayuran dan buah yang penting Anda konsumsi sebagai upaya dalam mencegah kanker prostat adalah tomat (mengandung likopen), wortel (betakaroten dan falcarinol), brokoli (fitokimia sulforaphane), jamur (betaglucan dan lektin), kacang kedelai (fitoestrogen), pomegranate (antioksidan), dan masih banyak lagi.

2. Batasi asupan lemak Anda

Pada beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria yang mengonsumsi lemak dalam jumlah tinggi setiap harinya memiliki peningkatan risiko terhadap kanker prostat. Walaupun bukti belum menunjukkan bahwa kelebihan lemak dapat menyebabkan kanker prostat, namun tidak ada salahnya jika Anda mengurangi asupan lemak Anda. Hal ini dapat membantu Anda mengontrol berat badan.

Sebaiknya, batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti daging berlemak, makanan yang digoreng, susu tinggi lemak, dan lainnya. Dan, pilihlah makanan yang rendah lemak, seperti daging tanpa lemak, susu rendah lemak, atau makanan yang dimasak tanpa lemak (seperti yang digoreng dengan minyak atau margarin).

3. Dapatkan asupan lemak dari sumber nabati daripada hewani

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak dari hewan memiliki kemungkinan yang lebih besar terkait dengan risiko kanker prostat. Sehingga, Anda lebih baik memilih sumber lemak dari tumbuhan (lemak nabati) daripada hewan. Anda bisa mulai coba mengganti kebiasaan masak Anda, dari yang biasa memakai mentega menjadi minyak zaitun untuk memasak. Lemak dari kacang-kacangan dan buah-buahan (seperti alpukat) juga bisa Anda manfaatkan sebagai sumber lemak sehat Anda.

4. Makan ikan

Ikan, terutama ikan berlemak (seperti salmon, tuna, sarden, dan ikan herring) mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi. Asam lemak ini telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat. Anda perlu mendapatkan asam lemak omega-3 ini dari makanan karena tidak disintesis oleh tubuh.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca