5 Cara Membedakan Nyeri Haid yang Normal dan Tidak Normal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Nyeri haid adalah momok terbesar bagi para wanita setiap bulannya. Bagaimana tidak, rasa sakit yang terjadi di area sekitar perut dan pinggang ini sering kali membuat para wanita sulit beraktivitas seperti hari-hari biasanya. Selama ini Anda mungkin sering cemas kalau nyeri haid yang Anda rasakan menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang berbahaya. Lantas, bagaimana cara membedakan nyeri haid yang normal dan tidak normal? Berikut penjelasannya.

Bagaimana cara membedakan nyeri haid yang normal dan tidak normal?

Tingkat keparahan nyeri haid pada setiap wanita berbeda-beda. Ada yang merasakan nyeri haid yang tergolong ringan, namun ada pula yang merasakan nyeri yang parah hingga sulit beraktivitas – bahkan sekadar berjalan.

Mari kita simak perbedaan nyeri haid yang normal dan tidak normal berikut ini, lalu tentukan mana yang sesuai dengan kondisi Anda.

1. Nyeri haid normal biasanya hanya berlangsung maksimal tiga sampai empat hari

haid terlalu lama bikin tidak subur

Mendekati masa menstruasi, endometrium atau lapisan rahim akan mengalami penebalan. Hal ini digunakan untuk mempersiapkan diri sebagai tempat penempelan sel telur yang berhasil dibuahi.

Ketika sel telur tidak dibuahi, maka jaringan endometrium akan meluruh bersama dengan darah. Pada saat yang bersamaan, zat kimia bernama prostaglandin akan dilepaskan dan memicu peradangan. Nah, kondisi inilah yang kemudian memicu kontraksi otot, alias kram perut.

Jessia Shepherd, M.D., asisten profesor kebidanan dan ginekologi klinis dari The University of Illinois College of Medicine di Chicago, mengungkapkan kepada Self bahwa kram perut yang normal biasanya terjadi selama 2 sampai 3 hari dalam satu siklus menstruasi. Ini artinya, rasa sakit dan kram perut yang melebihi 3 hari dapat dikategorikan sebagai nyeri haid yang tidak normal.

2. Nyeri haid yang normal umumnya mudah diatasi

masalah menstruasi

Biasanya, kram perut akibat haid yang normal dapat diatasi dengan bantal pemanas, botol air panas, atau minum obat antiradang sederhana seperti ibuprofen. Selain itu, dokter mungkin akan menganjurkan pil KB dengan berbagai pertimbangan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung kalsium, magnesium, dan vitamin D dapat membantu mengurangi gejala PMS. Namun, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai gejala yang Anda rasakan.

Bagi Anda yang suka berolahraga, sebaiknya teruskan kebiasaan sehat ini. Pasalnya, pelepasan endorfin saat olahraga dapat meningkatkan pasokan oksigen ke rahim dan memperkuat panggul. Ketika kecukupan oksigen terpenuhi, maka kram perut dan gejala PMS lainnya dapat diatasi dengan baik.

3. Nyeri haid yang tidak normal cenderung mengganggu aktivitas

Menurut Candace Howe, MD, seorang dokter asal HM Medical di Newport Beach, California, nyeri haid dikatakan tidak normal apabila rasa sakitnya cenderung parah sampai mengganggu aktivitas. Nyatanya, sekitar 20 persen wanita mengalami hal ini.

Wanita yang mengalami kram perut yang parah biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur dan meringkuk menahan sakit perut. Tidak hanya sakit secara fisik, kebanyakan wanita juga mengalami ketidaknyamanan secara psikologis. Itulah sebabnya, wanita cenderung gampang badmood saat sedang haid.

4. Nyeri haid abnormal tidak dapat diatasi dengan obat tanpa resep

obat haid

Pada dasarnya, nyeri haid dapat diatasi dengan obat pereda nyeri yang dijual di pasaran, seperti paracetamol atau ibuprofen. Jika nyeri haid tak kunjung usai meski sudah minum obat-obatan tersebut, maka ini dapat dikatakan tidak normal dan perlu segera dikonsultasikan ke dokter.

Kalau Anda berpikir bahwa minum banyak obat pereda nyeri dapat menyembuhkan kram perut yang parah, maka Anda salah besar. Hati-hati, konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai anjuran justru memberikan efek berbahaya.

Bila rasa nyeri tak kunjung mereda, segera konsultasikan ke dokter. Sebab, ini ditakutkan menjadi pertanda adanya penyakit di daerah organ reproduksi wanita, misalnya endometriosis, fibroid rahim, dan sebagainya.

5. Nyeri haid yang abnormal terjadi secara tidak teratur setiap bulan

penyebab kram perut

Bagi Anda yang mengalami kram perut sejak awal menstruasi, maka hal ini disebut sebagai dismenore primer. Kabar baiknya, hal ini cenderung normal sebagai bentuk respon kepekaan tubuh terhadap hormon menstruasi.

Namun, jika kram perut yang parah tidak terjadi sejak awal menstruasi dan tidak melulu setiap bulan, maka ini disebut sebagai dismenore sekunder. Nah, jenis dismenore inilah yang patut diwaspadai.

Dismenore sekunder dapat menimbulkan perdarahan berat dan bisa menandakan adanya penyakit tertentu. Contohnya endometriosis, fibroid rahim, adenomiosis, radang panggul, atau kista ovarium. Untuk memastikannya, segera konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pakai lensa kontak alergi mata

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit