Mandi Dua Kali Sehari Belum Tentu Sehat! Jadi Harus Sesering Apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mandi dua kali sehari sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Katanya, belum bersih jika tidak mandi dua kali. Atau, ada yang bilang kalau mandi sehari sekali itu jorok. Namun, apa benar mandi dua kali sehari itu memang lebih sehat dan bikin tubuh lebih bersih?

Apakah mandi sehari dua sekali itu lebih sehat?

Memang, kebersihan tubuh sangat memengaruhi kesehatan seseorang. Mandi dapat membersihkan kulit serta menghilangkan sel-sel kulit mati sehingga pori-pori menjadi bersih dan sel kulit bisa berfungsi dengan baik.

Mandi juga menghilangkan bakteri-bakteri jahat yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan masalah kulit lainnya. Tak hanya itu, berikut manfaat kesehatan lainnya jika Anda mandi rutin:

  • meningkatkan sistem imun
  • mengurangi nyeri dan pegal pada otot
  • mengurangi bengkak
  • melancarkan aliran darah
  • meningkatkan konsentrasi
  • mengurangi rasa lelah
  • melancarkan pernapasan

Namun, sering-sering mandi tidak menjamin tubuh Anda jadi lebih sehat. Pasalnya, keseringan mandi justru bisa membuat beberapa jenis bakteri baik hilang dari tubuh.

Jadi, sebenarnya mandi setiap hari, apalagi mandi dua kali dalam sehari seperti yang kebanyakan orang lakukan, tidak menjamin Anda lebih sehat.

Meski begitu, memang tidak ada patokan seberapa sering Anda harus mandi dalam sehari. Bisa saja orang yang mandi sehari sekali masih lebih sehat dan bersih ketimbang mandi dua kali sehari, dan begitu juga sebaliknya.

Yang jelas, mandi sehari sekali, dua kali, atau bahkan tidak mandi sama sekali itu tergantung pada masing-masing orang, karena kebutuhan akan kebersihan tiap orang berbeda-beda.

Setiap orang punya patokan sendiri-sendiri

manfaat berendam air panas

Kebanyakan orang percaya kalau idealnya mandi itu harus dua kali dalam sehari.

Padahal, tidak mandi sama sekali dalam satu hari tidak lantas membuat Anda jorok dan tubuh jadi sakit. Hal ini kembali lagi dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang, misalnya aktivitas hariannya atau cuaca di darahnya saat itu.

Kebutuhan mandi berdasarkan kelompok usia

1. Balita

Menurut pernyataan American Academy of Pediatrics, bayi tidak mesti mandi setiap hari. Bayi harus punya jadwal mandi yang rutin ketika ia sudah mulai merangkak dan mulai makan.

Sebelum masuk ke tahap itu, bayi tidak perlu mandi sehari sekali atau bahkan dua kali dalam satu hari.

2. Anak-anak

Selama anak-anak tidak aktif bergerak, misalnya berlarian ke sana kemari hingga berkeringat atau bermain di tempat yang kotor di luar rumah, anak usia 6-11 tahun tidak harus mandi sehari sekali atau dua kali. Mereka bahkan boleh mandi beberapa hari sekali.

Namun, saat mereka sudah mulai menginjak masa puber, kebutuhan mandi mereka mulai bervariasi dan sebaiknya pada masa ini anak-anak mulai, setidak-tidaknya, mandi sehari sekali.

3. Remaja

Remaja cenderung aktif secara fisik, otomatis produksi keringat juga semakin banyak. Khususnya remaja laki-laki yang suka berolahraga bersama teman-temannya di sekolah. Oleh sebab itu, mandi setidaknya sehari sekali setelah beraktivitas tentu dibutuhkan untuk menjaga kebersihannya.

4. Dewasa

Saat berusia dewasa, khususnya di usia produktif, umumnya orang akan memiliki pekerjaan. Pekerjaan dan aktivitas yang Anda lakukan menjadi penentu seberapa sering Anda harus mandi.

Pekerjaan-pekerjaan lapangan atau pekerjaan berat yang membutuhkan tubuh bergerak secara aktif tentu menuntut Anda untuk mandi lebih sering dibandingkan jika Anda bekerja di dalam ruangan ber-AC sepanjang hari.

5. Lansia

Lansia tidak harus mandi sehari sekali atau dua kali, karena umumnya lansia tidak banyak bergerak hingga menghasilkan banyak keringat. Lansia diperkenankan mandi sekali atau dua kali dalam satu minggu dan agar menjaga tubuh mereka tetap segar setiap harinya, mereka boleh menggunakan waslap yang direndamkan terlebih dahulu ke dalam air hangat.

Yang terjadi jika jadwal mandi tak sesuai kebutuhan

Meski tidak ada waktu ideal untuk mandi, jika Anda mandi tidak sesuai dengan kebutuhan Anda, maka akan ada beberapa dampak yang berakibat kepada kondisi kesehatan Anda.

Terlalu sering mandi

gatal setelah mandi

Jangan salah, kebiasaan sering mandi bahkan lebih dari dua kali dalam sehari padahal Anda tidak berkeringat sama sekali dan hanya berdiam diri di rumah justru bikin kulit bermasalah.

Biasanya, keseringan mandi membuat kulit Anda menjadi kering. Kondisi ini dapat mengakibatkan penyakit kulit seperti eczema. Kulit Anda mungkin akan terasa gatal, memerah, hingga pecah-pecah.

Jika Anda memiliki masalah kesehatan kulit seperti psoriasis, mandi sehari dua kali dapat memicu penyakit Anda kambuh. Mandi terlalu sering juga dapat menghancurkan lapisan kulit yang disebut mantel asam. Apalagi jika Anda mandi menggunakan sabun alkali, maka pH kulit Anda akan berubah.

Hilangnya lapisan tersebut dan pH kulit berubah akan membuat kulit mudah terserang infeksi. Oleh karena itu, jadwal mandi Anda harus disesuaikan juga dengan kondisi kulit. Jika Anda punya masalah kulit tertentu, sebaiknya konsultasikan hal ini ke dokter.

Terlalu jarang mandi

tidak mandi berhari-hari

Jika terlalu jarang mandi, tubuh Anda akan memproduksi bau tubuh yang tidak sedap. Hal ini berasal dari campuran keringat dan bakteri yang menempel pada tubuh terlalu lama.

Munculnya keringat dipicu oleh gerak tubuh yang aktif, hormon, dan stres. Keringat sendiri memang tidak berbau, tapi  produksi keringat terlalu banyak dan bercampur dengan bakteri, maka bau tak sedap akan muncul.

Biasanya, hal ini terjadi pada area-area lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan. Tentu saja ini membuat orang-orang di sekitar Anda kurang nyaman.

Selain itu, terlalu jarang mandi dapat menimbulkan ketidak seimbangan bakteri baik dan bakteri jahat pada tubuh Anda. Terlalu banyak bakteri jahat pada kulit dibandingkan dengan jumlah bakteri baik pada tubuh dapat meningkatkan risiko terhadap infeksi. Masalah kesehatan kulit lainnya juga dapat muncul jika Anda terlalu jarang mandi.

Baca Juga:

Sumber