12 Makanan Agar Anda Tak Gampang Sakit

Oleh

Perubahan cuaca yang tak menentu membuat tubuh harus beradaptasi dengan cepat. Tak jarang, ketika perubahan cuaca terjadi, tubuh jadi lebih mudah terkena penyakit, seperti flu, demam, batuk, radang tenggorokan, bahkan diare. Saat kita mudah terserang virus dan bakteri yang masuk ke tubuh, berarti sistem imun kita sedang lemah. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya asupan makan yang mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Ketika kita kekurangan nutrisi, tubuh menjadi rentan dan tidak bisa bekerja secara optimal. Apalagi ketika rutinitas harian yang Anda jalani cukup membuat Anda kewalahan. Makanan yang kita makan berpengaruh pada sistem imun kita. Mungkin Anda tidak dapat mengatur masalah cuaca yang berubah-ubah untuk menghindari penyakit, tetapi Anda bisa mengatur apa saja makanan yang diperlukan oleh tubuh agar imunitas tetap prima.

Makanan yang memperkuat sistem imun

1. Buah citrus

Apa itu buah citrus? Buah ini termasuk ke dalam jeruk-jerukan, seperti jeruk yang Anda jumpai di pasar maupun supermarket, jeruk bali, jeruk kepruk, lemon, dan jeruk nipis. Vitamin C ditemukan dalam jeruk, vitamin ini memiliki fungsi untuk membantu produksi sel darah putih. Sudah menjadi tugas sel darah putih untuk menjaga tubuh dari penyakit. Jika produksi sel darah putih rendah, maka imunitas pun melemah. Tubuh sendiri tidak memproduksi vitamin C, jadi pastikan Anda memakan jeruk. Walaupun vitamin C juga ditemukan pada suplemen, memakan buah jauh lebih menyehatkan untuk organ Anda.

2. Paprika merah

Bagaimana jika Anda tidak menyukai jeruk? Ya, paprika merah juga mengandung vitamin C yang dua kali lebih banyak. Anda bisa menyajikannya bersama sup, atau bahkan tumis-tumisan. Selain untuk memperkuat sistem imun, vitamin C juga baik untuk kulit Anda. Kandungan lainnya yang terdapat pada paprika merah adalah beta karoten. Selain untuk mencegah penyakit jantung, beta karoten juga baik untuk kesehatan mata dan kulit. Dengan memakan paprika merah, ternyata Anda bisa mendapat manfaat double untuk kesehatan kulit Anda juga.

3. Brokoli

Anda pasti sudah sering mendengar berbagai macam manfaat brokoli bukan? Brokoli memang makanan yang mengandung sumber vitamin dan mineral. Selain mengandung vitamin C, brokoli juga mengandung vitamin A, E bahkan mengandung antioksidan. Untuk menjaga keutuhan kandungannya, usahakan tidak terlalu lama ketika memasak sayuran ini. Namun, jika Anda bermasalah dengan perut kembung, usahakan harus mengukusnya lebih dulu, agar seratnya melunak.

4. Bawang putih

Jika Anda tidak menyukai masakan dengan bumbu bawang, mungkin karena baunya yang mengganggu, kini saatnya Anda berpikir ulang. Berdasarkan penelitian, bawang putih dipercaya sebagai obat yang mampu melawan infeksi pada jaman dahulu kala. Bahkan berdasarkan National Center for Complementary and Integrative Health, bawang putih mampu meperlambat pengerasan arteri dan menurunkan tekanan darah. Konsentrasi padat dari senyawa yang mengandung sulfur pada bawang putih, seperti allicin. Inilah yang dapat memperkuat sistem imun kita.

5. Jahe

Saat udara dingin, minum jahe bisa menjadi alternatif menghangatkan tubuh. Anda pun akan merasa lebih baik ketika meminumnya saat terserang flu. Panas yang dihasilkan oleh jahe berasal dari gingerol, masih satu famili dengan capsaisin. Capsaisin ini ditemukan pada juga pada cabai. Selain menghangatkan, ternyata jahe juga mengandung vitamin C, serta mampu mengurangi nyeri kronis dan dipercaya juga dapat menurunkan kolestrol.

6. Bayam

Jika Anda tidak menyukai brokoli, Anda bisa pertimbangkan bayam. Kandungan vitamin di dalam bayam juga mampu meningkatkan sistem imun tubuh. Hampir sama dengan brokoli dan paprika merah, sayuran hijau ini mengandung vitamin C, beta karoten, dan antioksidan. Bayam biasanya menjadi salah satu sayuran yang disukai oleh anak kecil. Jika anak Anda tidak menyukai sayuran lain, memberi bayam perlu dicoba. Usahakan ketika memasak bayam, jangan terlalu lama, sebab waktu yang lama akan membuat nutrisinya menghilang. Memasaknya sebentar dipercaya mampu menambah vitamin A dan mengurangi asam oksalat.

7. Yogurt

Yogurt mengandung probiotik. Pada penelitian Swedia yang melibatkan 181 karyawan dalam 80 hari, dengan memberikan suplemen Lactobacillus reuteri – spesifik probiotik, hasilnya 33% lebih sedikit masa sakit orang tersebut dibanding dengan yang diberi pil plasebo. Probiotik ini mampu menstimulasi sel darah putih. Selain itu, vitamin D yang terkandung di dalamnya dapat mengatur sistem imun dan meningkatkan pertahanan tubuh terhadap penyakit secara alami. Hal ini diperkuat oleh American Journal of Clinical Nutrition. Yogurt menjadi sumber vitamin D yang besar. Pastikan Anda membeli yogurt yang alami atau cek vitamin D yang ada dalam produk yogurt tersebut. Saat ini sudah banyak berbagai produk yogurt yang dijual di pasaran.

8. Gandum

Selain merupakan tipe serat antimikroba dan antioksidan, gandum juga mengandung beta-glucan. Ketika binatang memakan senyawa tersebut, risiko terkena influenza, herpes, bahkan antraks menjadi lebih kecil. Pada manusia, gandum bahkan mampu mempercepat penyembuhan dan membantu antibiotik bekerja lebih baik.

9. Almond

Kacang almond memang banyak manfaatnya. Siapa yang menyangka kacang almond juga mengandung banyak vitamin? Selain vitamin C, vitamin E juga mampu memperkuat imun tubuh. Untuk bekerja dengan baik, vitamin E memerlukan lemak agar bisa diserap dengan baik. Maka, almond adalah pilihan yang tepat. Penyajian setengah gelas almond adalah jumlah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari.

10. Sup ayam

Memakan sup ayam saat batuk dan radang tenggorakan memang akan membuat Anda nyaman. Tahukah Anda bahwa sup ayam juga merupakan salah satu makanan yang dapat mencegah sakit? Ayam kaya akan vitamin B6. Vitamin ini mampu membentuk formasi sel darah merah yang sehat. Selain itu, kaldu ayam yang dihasilkan dari tulang ayam mengandung gelatin, chondroitin dan berbagi nutrisi lainnya yang dapat membantu proses penyembuhan pada usus dan sebagai penguat imun tubuh.

11. Green tea

Kita semua tahu bahwa teh hijau kaya akan antioksidan. Ya, teh hijau mengadung flavonoid, ini adalah sejenis antioksidan. Karena prosesnya pembuatannya dikukus, tidak difermentasi, ini membuat epigallocatechin gallate (jenis antioksidan yang kuat) yang terdapat di dalamnya tetap utuh. Tidak hanya itu, teh hijau juga mengandung asam amino L-theanine, yang mampu memproduksi senyawa germ-figthing. Jadi, alangkah lebih baiknya Anda mengganti teh Anda dengan teh hijau.

12. Pepaya

Tidak hanya baik untuk pencernaan, pepaya mengandung enzim yang disebut papain, yang memiliki efek anti-peradangan di dalam tubuh. Selain itu, pada satu pepaya, Anda akan menemukan 224 persen vitamin C yang direkomendasikan setiap harinya. Ya, pepaya juga kaya akan vitamin C. Kandungan lain yang ada dalam pepaya adalah potassium, vitamin B, dan folat. Jika Anda merasa bosan memakan pepaya, Anda bisa menyajikannya dengan saus kacang, seperti pada rujak, tapi Anda bisa tidak menambahkan sambal pada saus kacang tersebut.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca