Tidak sedikit orang yang tadinya sehat dan segar, tiba-tiba mengalami serangan jantung atau stroke. Hal ini bisa disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi yang tidak disadari. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis. Ibarat ada bahaya yang mengancam di depan mata tetapi Anda tidak peka dan tidak mengetahuinya. Padahal, Anda bisa saja mengetahui kadar kolesterol dalam darah. Lalu, bagaimana cara mengetahuinya?

Bagaimana caranya mengetahui jika saya mengalami kolesterol tinggi?

Banyak orang yang tidak tahu bahwa tubuhnya memiliki kolesterol tinggi, yang muncul tiba-tiba hanya komplikasi dari kondisi ini. Memang, sebenarnya tidak ada gejala khusus yang ditimbulkan jika seseorang memiliki kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi hanya bisa dilihat apabila kondisi tersebut telah menyebabkan penyakit lain di dalam tubuh, seperti penyakit jantung koroner, pembuluh darah tersumbat, stroke, atau serangan jantung. Jadi, jangan heran jika serangan jantung atau penyakit jantung lainnya muncul dengan sangat tiba-tiba, tanpa ada peringatan sebelumnya. Namun pada dasarnya, Anda bisa mengetahui apakah kolesterol di dalam tubuh tinggi atau tidak dengan melakukan pemeriksaan darah.

Kapan saya harus melakukan pemeriksaan darah agar tahu kadar kolesterol di dalam tubuh?

Pemeriksaan atau tes kolesterol darah ini harus mulai dilakukan oleh orang yang sudah mencapai 20 tahun dan dilakukan sedikitnya dalam lima tahun sekali. Walaupun begitu, ada beberapa pendapat terkait rekomendasi dalam melakukan pemeriksaan kolesterol darah, yaitu:

  • Bagi laki-laki sebaiknya melakukan tes dimulai dari usia 20-35 tahun, sedangkan wanita sudah bisa memulainya dari 20-45 tahun.
  • Orang dewasa yang setelah dilakukan pemeriksaan darah mempunyai kolesterol normal, maka boleh melakukan pemeriksaan tersebut dalam kurun waktu lima tahun sekali.
  • Melakukan pemeriksaan lebih cepat jika terjadi peningkatan berat badan, jangan menunggu hingga  lima tahun kemudian.
  • Sedangkan orang dewasa yang diketahui mempunyai kolesterol tinggi, riwayat penyakit diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, serta berbagai penyakit kronis lainnya, harus melakukan pemeriksaan kolesterol darah lebih sering.  

Terdapat tiga hal yang akan diperiksa jika Anda melakukan tes kolesterol darah, yaitu kolesterol total, kolesterol baik (high density lipoprotein atau HDL), dan kolesterol jahat (low density lipoprotein atau LDL). Anda mempunyai kadar kolesterol yang normal jika:

  • HDL atau kolesterol baik: lebih dari 50 mg/dL (semakin tinggi semakin baik)
  • LDL atau kolesterol jahat: 70-30 mg/dL (jika angka semakin rendah, semakin menurunkan risiko penyakit kronis)
  • Kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL (semakin rendah semakin baik)

Apa yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi dalam darah?

Banyak hal yang dapat memengaruhi kadar kolesterol Anda, berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan dengan lemak jenuh dan lemak trans dapat membuat kolesterol Anda melonjak. Contoh makanan yang mengandung lemak tinggi adalah, gorengan, ayam dengan kulit, lemak sapi, dan berbagai jenis fast food.
  • Mempunyai berat badan berlebih. Apabila Anda memiliki berat badan yang berlebihan atau indeks massa tubuh Anda lebih dari normal, jangan kaget jika melihat hasil tes kolesterol darah nanti. Sebab, orang yang obesitas dan overweight cenderung mempunyai kadar kolesterol yang tinggi.
  • Usia, semakin tua seseorang maka semakin naik kadar kolesterol dalam darahnya. Sehingga tidak heran orang yang lanjut usia akan memiliki jumlah kolesterol yang lebih besar ketimbang anak muda.
  • Riwayat keluarga. Bila anggota keluarga Anda pernah memiliki jumlah kolesterol tinggi dalam darahnya, maka mungkin Anda juga akan mengalaminya.

Apabila Anda mengalami salah satu hal tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter dan melakukan tes kolesterol darah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca