Berapa Kadar Lemak Tubuh yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/09/2017
Bagikan sekarang

Selama ini, yang Anda perhatikan mungkin hanya berat badan. Berat badan yang berlebihan bisa meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung. Padahal, sebenarnya ada yang lebih penting Anda perhatikan dibandingkan hanya berat badan, yaitu kadar lemak tubuh. Mengapa penting?

Apa itu lemak tubuh?

Lemak merupakan salah satu komposisi yang menyusun tubuh Anda. Komposisi lemak dalam tubuh menyumbang nilai pada berat badan Anda, selain tulang, otot, jaringan, dan organ. Terdapat dua jenis lemak yang ada dalam tubuh, yaitu lemak esensial dan lemak nonesensial.

Lemak esensial merupakan jumlah minimal lemak yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsi normalnya. Seperti untuk menjaga suhu tubuh, menyerap vitamin A, D, E, dan K, sebagai bantalan pada organ dan jaringan, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta masih banyak lagi.

Jumlah lemak esensial yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsinya tersebut kira-kira sekitar 3-12% dari total kalori yang diperlukan tubuh. Nah, jumlah lemak berlebih yang tidak diperlukan tubuh (selain lemak esensial) disebut dengan lemak nonesensial.

Berapa kadar lemak tubuh yang normal?

Lemak memang dibutuhkan tubuh, namun terlalu banyak lemak dalam tubuh juga tidak baik untuk kesehatan. Menurut The American Council on Exercise, kadar lemak tubuh yang baik adalah:

Wanita dengan persen lemak tubuh di atas 32% dan pria dengan persen lemak tubuh di atas 26%, artinya memiliki kadar lemak yang berlebihan dan bisa dikategorikan sebagai obesitas.

Mengapa penting menjaga kadar lemak tubuh tetap normal?

Penumpukan lemak yang terus-menerus terjadi dalam tubuh dapat membuat seseorang menjadi obesitas. Tapi jangan salah, Anda yang bertubuh kecil belum tentu mempunyai persen lemak normal, bisa jadi Anda mempunyai persen lemak yang hampir tidak normal. Sementara, Anda yang bertubuh besar juga belum tentu memiliki persen lemak yang besar.

Kadar lemak yang berlebihan bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit terkait obesitas, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Sehingga, penting bagi Anda untuk tetap menjaga kadar lemak tetap dalam batas normal agar Anda terhindar dari penyakit tersebut.

Untuk mengetahui berapa kadar lemak yang Anda miliki, Anda bisa mengukurnya dengan alat yang bernama bioelectrical impedance analysis (BIA) atau dengan metode skinfold. Sebaiknya kunjungi dokter jika ingin mengetahui berapa persen lemak tubuh yang Anda miliki.

Mengukur kadar lemak tubuh mungkin merupakan hal yang sangat berguna bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan. Sehingga, Anda menjadi tahu bahwa yang berkurang dari tubuh Anda adalah berat lemak, bukan hanya berat air.

Bagi Anda yang sedang mengembangkan massa otot mungkin juga penting mengetahui kadar lemak dalam tubuh. Hal ini berguna untuk mengetahui bahwa yang bertambah dalam tubuh Anda adalah massa otot bukan massa lemak.

cara operasi biaya sedot lemak

Pengukuran kadar lemak menjadi indikator yang baik untuk kesehatan

Persentase kadar lemak tubuh bisa menjadi indikator untuk melihat status kesehatan secara keseluruhan yang lebih baik, dibandingkan dengan hanya mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Hal ini pun telah banyak dibuktikan dalam penelitian.

Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase lemak tubuh merupakan indikator yang lebih baik untuk menunjukkan risiko penyakit terkait obesitas dibandingkan IMT.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh jurnal Sports Health juga turut menguatkan penelitian tersebut. Penelitian ini melaporkan bahwa pengukuran persentase lemak tubuh lebih akurat dalam menunjukkan seseorang tergolong obesitas atau tidak, dibandingkan IMT.

Hal ini karena pengukuran lemak tubuh dapat menunjukkan hasil yang lebih spesifik untuk mengetahui kadar lemak sebenarnya dalam tubuh Anda. Sedangkan, IMT hanya mengukur berat badan secara umum.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020