Sering Ejakulasi Dapat Menurunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Menurut Para Peneliti

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kanker prostat adalah jenis kanker yang paling sering menyerang pria. Diperkirakan satu dari tujuh pria berisiko terkena kanker ini. Ada banyak hal yang bisa membuat Anda lebih rentan terserang kanker prostat. Bukan cuma usia dan gaya hidup tidak sehat, katanya jarang ejakulasi bisa menjadi penyebab kanker prostat. Kenapa begitu?

Masalah jarang atau sulit ejakulasi bisa menjadi penyebab kanker prostat

Selama ini banyak yang beranggapan bahwa semakin sering pria masturbasi, semakin tinggi risikonya untuk terkena kanker prostat. Mitos kanker prostat yang satu ini sebenarnya salah besar. Pria yang sering ejakulasi (baik lewat masturbasi atau lewat hubungan seks dengan pasangan) justru berisiko lebih rendah untuk mengalami kanker prostat.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard’s Health Professionals menunjukkan bahwa pria yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan berisiko 33 persen lebih rendah terhadap kanker prostat daripada pria yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali dalam sebulan. Penelitian serupa di Australia menemukan bahwa risiko kanker prostat berkurang hingga 36 persen ketika pria berejakulasi sekitar tujuh kali seminggu. Risiko kanker prostat bahkan dilaporkan menurun drastis ketika masturbasi dilakukan lebih sering di usia 50-an.

Bagaimana ejakulasi bisa mencegah faktor risiko penyebab kanker prostat belum dimengerti benar oleh para peneliti. Namun sebuah penelitian dari Duke University Medical Center yang diterbitkan dalam jurnal European Urology menduga bahwa air mani yang keluar saat Anda ejakulasi dapat membantu membilas zat-zat asing penyebab peradangan dan senyawa radikal bebas pemicu kanker yang terdapat dalam prostat.

Prostat adalah organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi air mani. Semakin jarang Anda berejakulasi, maka semakin banyak zat karsinogen yang menumpuk dalam sperma dan/atau air mani dalam jangka waktu panjang. Lama-kelamaan, tumpukan zat asing ini dapat menyebabkan peradangan dan diduga kuat dapat menjadi penyebab kanker prostat.

Sering masturbasi juga tidak baik

Meski bukti-bukti di atas sudah cukup kuat, namun tetap saja teori ini menimbulkan kontroversi di kalangan profesional. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BJUI menemukan bahwa pria yang sangat aktif secara seksual (sering berhubungan seks atau sering masturbasi) justru mengalami peningkatan risiko kanker prostat lebih dini, pada usia 20-30an. Ejakulasi juga tampaknya tidak memberikan perlindungan yang berarti terhadap kanker prostat stadium lanjut atau kanker prostat agresif.

Terlalu sering masturbasi, terutama jika dilakukan terlalu kuat, dapat menyebabkan cedera serius seperti penyakit Peyronie. Penyakit Peyronie adalah kondisi penumpukan plak yang mengeras dalam saluran penis sehingga menyebabkan penis bengkok. Penyakit ini dapat menyebabkan pria sulit ereksi, hingga bahkan sulit ejakulasi karena terasa sakit.

Sering masturbasi juga dapat menyebabkan Anda lama kelamaan “kebal” dan kurang puas terhadap rangsangan seksual selanjutnya di lain waktu, sehingga menurunkan gairah seks. Seperti yang telah dijelaskan di atas, semakin jarang Anda orgasme dan berejakulasi, semakin meningkat risiko Anda terkena kanker prostat.

Sampai saat ini, para profesional kesehatan tampaknya belum bisa sepakat mengenai hubungan antara frekuensi ejakulasi dengan risiko kanker prostat. Temuan-temuan yang sudah ada belum konsisten dan masih kontradiktif. Oleh karena itu, perlu lebih banyak lagi penelitian mengenai hal ini.

Cara lainnya untuk mencegah risiko kanker prostat

Kanker prostat bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat. Berikut beberapa tips untuk mencegahnya, meliputi:

  • Kurangi asupan daging merah, lemak hewani, dan lemak susu.
  • Tambahkan lebih banyak buah dan sayuran dalam menu makanan Anda.
  • Olahraga rutin
  • Melakukan deteksi dini, baik dengan menjalani tes darah atau tes colok dubur di rumah sakit.

Mendiagnosis kanker sedini mungkin bisa meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai pilihan diagnosis yang lebih tepat untuk Anda.

Share now :

Direview tanggal: November 26, 2017 | Terakhir Diedit: November 24, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca