Banyak orang merasa mengantuk dan lemas setelah makan. Hal ini sebenarnya masih wajar. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati kalau muncul gejala lainnya. Misalnya pikiran jadi linglung, tubuh berkeringat, atau gemetaran. Bisa jadi Anda mengalami kondisi gula darah rendah habis makan, juga dikenal dengan istilah hipoglikemia reaktif. Apa itu hipoglikemia reaktif? Bahayakah kalau gula darah turun? Cari tahu jawabannya di sini.

Mengenal kadar gula darah dalam tubuh

Setelah makan, gula (glukosa) diserap, berpindah dari saluran usus, melewati sel usus, kemudian dimasukan ke dalam pembuluh darah. Dalam keadaan ini, gula darah meningkat dan menjadi sumber energi utama. Umumnya makanan diserap dalam waktu empat jam. Setelah itu, tubuh masuk dalam keadaan puasa. Pada keadaan ini, sumber energi untuk aktivitas berasal dari cadangan energi yang ada di dalam tubuh.

Perubahan kadar gula darah setelah diserap dan pada fase puasa ini tidak terlalu banyak berubah-ubah karena tubuh memiliki hormon insulin dan glukagon untuk mengendalikan gula darah. Bila terlalu tinggi, hormon insulin akan dikeluarkan untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara memasukan gula darah ke dalam sel. Sedangkan glukagon dikeluarkan bila kadar gula darah rendah untuk membentuk glukosa dari nutrient cadangan tubuh, sehingga kadarnya dapat dinaikkan.

Apa itu hipoglikemia reaktif?

Bila kadar gula darah turun hingga di bawah 70 mg/dL, maka kondisi ini disebut dengan hipoglikemia. Kondisi ini, atau pada penderita diabetes sering disebut sebagai “hipo”, ternyata juga dapat dialami oleh orang-orang yang tidak punya riwayat penyakit diabetes (non-diabetes). Terdapat dua jenis hipoglikemia non-diabetes:

  1. Hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi dalam beberapa jam setelah makan.
  2. Hipoglikemia puasa, yaitu hipoglikemia yang tidak terkait dengan makan. Umumnya berkaitan dengan suatu penyakit, seperti penggunaan obat (salisilat, antibiotik golongan sulfa atau quinine), alkohol, penyakit hati, ginjal, dan jantung yang berat, insulinoma, dan hormon glukagon yang rendah.

Hipoglikemia reaktif dapat terjadi pada beberapa kondisi seperti pre-diabetes atau memiliki risiko diabetes, obesitas, operasi daerah lambung, dan defisiensi enzim.

Selain itu, bila Anda makan makanan yang terlalu manis atau terlalu banyak mengandung karbohidrat (makanan yang nilai indeks glikemiknya tinggi), kadar gula darah akan meningkat terlalu tinggi sehingga hormon insulin banyak dikeluarkan. Akibatnya, penurunan gula darah akan terjadi dalam waktu yang singkat dan penurunannya bisa cukup drastis.

Apa saja gejala hipoglikemia reaktif?

Gejala hipoglikemia reaktif sama dengan hipoglikemia pada umumnya. Hipoglikemia atau gula darah turun secara drastis dapat ditandai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Rasa lapar
  • Badan gemetar
  • Mengantuk dan lemas
  • Cemas
  • Pusing
  • Linglung
  • Berkeringat
  • Kram di sekitar mulut

Bila muncul gejala-gejala seperti ini, segera pastikan apakah kadar gula darah Anda betul-betul rendah dan konsultasikan ke dokter untuk melakukan beberapa pemeriksaan lain seperti pemeriksaan toleransi glukosa darah dan kadar insulin.

Yang harus dilakukan kalau gula darah turun setelah makan

Untuk penanganan segera hipoglikemia reaktif, segera konsumsi karbohidrat yang bekerja cepat (dalam bentuk jus atau permen) dan mudah diserap, kurang lebih sebanyak 15 gram karbohidrat. Setelah itu, konsultasikan pada dokter atau ahli gizi mengenai perubahan pola makan. Beberapa pola makan yang disarankan untuk orang-orang dengan hipoglikemia reaktif adalah:

  • Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang seimbang. Ini termasuk protein, produk susu seperti keju dan yogurt, dan makanan tinggi serat.
  • Membatasi makanan tinggi gula, terutama yang memiliki indeks glikemik terlalu tinggi.
  • Hindari makanan tinggi gula sebelum tidur atau ketika Anda tidak dapat makan dalam beberapa jam seperti pada saat puasa.
  • Konsumsi makanan yang tinggi gula setelah puasa juga meningkatkan keadaan hipoglikemia reaktif.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca