Berbagai Gejala dan Ciri-Ciri Asam Urat yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Asam urat adalah bentuk dari penyakit arthritis yang menyebabkan peradangan pada sendi. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi asam urat yang dapat mengganggu kesehatan bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengontrol gejala asam urat agar penyakit ini tidak berkembang semakin parah. Lalu, apa saja gejala, ciri-ciri, dan tanda-tanda penyakit asam urat? 

Gejala dan ciri-ciri umum penyakit asam urat

Asam urat atau gout adalah penyakit yang lebih sering menyerang orang dewasa, terutama pria. Penyebab penyakit asam urat adalah kadar asam urat (uric acid) yang terlalu tinggi. Kondisi ini menyebabkan penumpukan asam urat dan terbentuknya kristal asam urat di sendi sehingga menimbulkan peradangan.

Meski demikian, tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi akan menunjukkan gejala atau ciri-ciri tertentu. Gejala akan terasa ketika penderita mengalami serangan asam urat akut atau sudah mengalami kondisi yang kronis. 

Serangan asam urat ini umumnya muncul secara tiba-tiba dan sering terjadi pada malam hari. Serangan ini dapat berlangsung dalam beberapa hari atau minggu. Kemudian mereda dalam waktu yang lama dan kembali pada suatu waktu bila kadar asam urat Anda tidak terkontrol.

Adapun bagian sendi yang paling sering merasakan gejala adalah jempol kaki. Namun, sendi yang lainnya pun bisa terkena, seperti lutut, pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan, dan jari. Secara umum, gejala, tanda-tanda, atau ciri-ciri Anda terkena penyakit asam urat, yaitu:

  • Nyeri sendi

Nyeri sendi adalah salah satu dari tanda-tanda yang umum muncul ketika kadar asam urat dalam darah tinggi. Rasa nyeri bisa terjadi karena kristal asam urat yang terbentuk di bawah kulit di sekitar sendi. Kristal ini kecil, tetapi tajam sehingga bisa menimbulkan rasa sakit pada penderitanya. 

Rasa nyeri pada sendi biasanya mulai dirasakan pada pagi hari. Kemudian akan semakin parah pada 4-12 jam pertama setelah menyadari adanya rasa nyeri pada persendian.

  • Sendi bengkak dan lunak

Ciri-ciri Anda mengalami sakit asam urat juga bisa dilihat dari penampilan persendian yang bermasalah. Sendi yang bermasalah karena kadar asam urat tinggi akan terlihat bengkak dan terasa lunak ketika ditekan.

Pembengkakan ini bisa terjadi karena kristal kecil, keras, dan tajam yang terbentuk di sendi bergesekan dengan lapisan lunak yang melindungi sendi, yang disebut dengan sinovium. Kondisi ini menyebabkan lapisan sinovium membesar dan terasa lunak ketika ditekan.

  • Kulit di sekitar sendi berwarna kemerahan

Tanda-tanda penyakit asam urat lainnya yang mungkin muncul, yaitu kulit di sekitar sendi yang terkena menjadi kemerahan. Hal ini merupakan reaksi yang umum terjadi ketika Anda mengalami peradangan.

Pasalnya, saat peradangan terjadi, aliran darah akan meningkat berjalan menuju ke bagian tubuh yang terkena, yang disebut dengan vasodilatasi. Bila terkena di sendi, kondisi ini menyebabkan kulit di bagian sendi yang terkena akan menjadi kemerahan. 

  • Sendi terasa hangat atau panas

Penyakit asam urat juga dapat menyebabkan gejala berupa persendian yang terasa panas. Bahkan, beberapa orang menggambarkan persendiannya terasa seperti terbakar. Sama halnya dengan kemerahan, sensasi panas ini juga merupakan efek dari proses peradangan. 

Proses peradangan alias inflamasi akan memicu sistem imun tubuh untuk melepaskan senyawa sitokin. Pelepasan sitokin inilah yang dapat memicu peradangan hingga menimbulkan bengkak, kemerahan, dan terasa hangat pada sendi yang terkena asam urat. 

  • Sendi terasa kaku

Pada kasus asam urat yang lebih parah, sendi juga mungkin menjadi kaku sehingga sulit digerakkan. Namun, biasanya tanda-tanda ini baru akan muncul ketika Anda sudah mengalami beberapa kali serangan asam urat atau sudah menderita gout kronis.

Gejala dan ciri-ciri penyakit asam urat yang kurang umum

Gejala-gejala di atas memang umum terjadi jika Anda mengalami sakit asam urat. Namun, gejala-gejala lainnya yang kurang umum bisa saja muncul tergantung pada tingkat keparahan penyakit yang Anda miliki. Berikut adalah tanda-tanda dan ciri-ciri yang kurang umum bila Anda memiliki kadar asam urat tinggi:

  • Gejala mirip flu

Peradangan yang dialami saat kadar asam urat tinggi bisa menjadi parah bila tidak diobati, termasuk dengan obat asam urat. Kondisi ini bisa menjadi asam urat kronis dan bisa menimbulkan gejala lain, yaitu demam, nyeri otot, dan kelelahan. Adapun ketiganya mirip dengan gejala flu, yang umumnya terjadi ketika tubuh melawan virus dan bakteri. 

Gejala mirip flu ini terjadi karena sistem imun tubuh terus menerus melepaskan sel darah putih dan antibodi khusus untuk melawan peradangan pada sendi. Lama kelamaan, sel darah putih dan antibodi ini bisa merusak jaringan dan organ sehat di sekitarnya karena seolah-olah ada zat asing yang perlu dilawan. Kondisi ini kemudian menimbulkan berbagai gejala yang sama ketika tubuh melawan virus dan bakteri saat flu. 

  • Tophi

Ciri-ciri penyakit asam urat yang parah lainnya adalah pengendapan kristal asam urat di bawah kulit. Endapan kristal ini membentuk benjolan kecil dan keras, yang disebut dengan tophi. Umumnya, tophi terbentuk di jari kaki, bagian belakang tumit, depan lutut, punggung jari dan pergelangan tangan, di sekitar siku, dan telinga. 

Tophi biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun dalam beberapa kasus, benjolan bisa meradang dan mengeluarkan cairan. Selain itu, tophi juga dapat tumbuh di dalam persendian dan menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan tulang. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri saat Anda menggerakkan sendi yang terkena. 

  • Pembentukan batu ginjal

Pembentukan kristal asam urat juga dapat terbentuk di saluran kemih sehingga menyebabkan batu ginjal. Dilansir dari Creaky Joints, batu ginjal ini sebenarnya lebih merupakan sebuah komplikasi penyakit asam urat daripada gejala.

Namun, terbentuknya batu ginjal bisa menjadi salah satu dari tanda-tanda bahwa asam urat yang Anda alami sudah semakin parah. Bahkan, batu ginjal ini pun bisa semakin besar dan terasa sangat menyakitkan. 

  • Nyeri punggung atau pinggul

Ciri-ciri dan gejala nyeri sendi akibat asam urat yang umum terasa di bagian kaki, atau spesifiknya jempol kaki. Namun, ada juga nyeri akibat asam urat yang muncul di punggung atau pinggul. 

Gejala ini bisa terjadi bila penyakit asam urat yang Anda miliki telah menyebar ke sendi di tulang belakang, tepatnya di sendi bernama sacroiliac yang terletak di kedua sisi panggul antara sakrum dan ilium. Meski demikian, kasus dan gejala ini sangat jarang terjadi. 

Gejala asam urat berdasarkan tahapannya

Gejala asam urat bisa berbeda pada setiap orang tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Berikut gejala yang kemungkinan muncul berdasarkan tahapan penyakit asam urat atau gout:

  • Tahap pertama

Pada tahap ini, kadar asam urat sudah tinggi dan telah terbentuk kristal urat di persendian. Namun, belum ada ciri-ciri atau tanda-tanda asam urat yang terasa dan terlihat.

Kristal asam urat ini bisa saja menyebabkan peradangan sendi pada kemudian hari. Namun, sebagian besar orang dengan kadar asam urat tinggi bisa saja tidak akan pernah mengalami penyakit asam urat.

  • Tahap kedua (akut)

Pada tahap ini, kristal asam urat telah menyebabkan peradangan hingga menimbulkan gejala. Serangan gejala asam urat bisa terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada malam hari, seperti nyeri, bengkak, kemerahan, dan terasa panas pada persendian.

  • Tahap ketiga (Intercritical)

Pada tahap ini, penderita asam urat umumnya tidak merasakan gejala apapun. Ini merupakan tahap di mana serangan asam urat telah mereda, tetapi serangan lain dapat terjadi pada suatu waktu, terutama bila kadar asam urat Anda tidak terkontrol.

Di tahap ini, penderita asam urat tampak sudah membaik, tetapi sebenarnya membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk mengontrol kadar asam urat dan mencegah asam urat kambuh pada suatu waktu.

  • Tahap keempat (kronis)

Pada tahap kronis, serangan asam urat berupa nyeri, bengkak, kemerahan, dan terasa panas pada sendi, sudah beberapa kali terjadi dan biasanya timbul gejala yang kurang umum, seperti benjolan (tophi). Pada tahap ini pun, kerusakan sendi progresif telah berkembang dan pasien perlu segera mendapat pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Mungkin Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan MRI, tapi apakah Anda sudah tahu apa saja yang harus dipersiapkan bila ingin melakukan pemeriksaan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi paracetamol

Alergi Paracetamol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan dalam mengatasi alergi obat

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit