Yang Harus Dilakukan Saat Kena Ulat Bulu (Plus Cara Mengatasi Gatalnya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika berada di luar ruangan, apalagi di tempat yang cukup rimbun, tak ada yang tahu bila tiba-tiba ulat bulu menyerang. Ketika kulit kena ulat bulu, Anda mungkin langsung panik lantaran merasa geli dan takut keracunan. Ya, bulu atau duri pada ulat memang mengandung racun khusus yang digunakan untuk mempertahankan diri dari pemangsanya.

Lalu apa yang harus dilakukan kalau Anda kena ulat bulu? Apakah ada cara untuk meredakan gejalanya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini, ya.

Pertolongan pertama saat kena ulat bulu

Kalau ulat bulu tiba-tiba menempel pada kulit, jangan diambil dengan tangan telanjang! Anda juga sebaiknya tidak memukulnya selama masih ada di permukaan kulit. Memukul ulat hanya akan menyebarkan racunnya ke bagian tubuh Anda yang lain. Singkirkan atau cungkil ulat dengan kertas, ranting, atau daun.

Setelah ulat terlepas, jangan menyentuh kulit, apalagi menggaruknya. Cari selotip, lakban, atau plester bersih. Tempelkan di bagian kulit yang kena ulat dan cabut sekuatnya. Ulangi lagi beberapa kali dengan selotip yang baru. Hal ini berfungsi untuk mencabut sisa bulu atau duri ulat yang masih tertinggal di kulit Anda.

Supaya kulit benar-benar bersih dari racun ulat bulu, basuh dengan air dan sabun. Tidak perlu digosok terlalu lebar karena racunnya bisa pindah ke bagian tubuh lain. Kemudian keringkan dengan cara menepuk pelan area yang keracunan.

Gejala keracunan ulat bulu

Tak lama setelah Anda kena ulat bulu, tubuh pun mulai menunjukkan berbagai gejala keracunan. Berikut adalah tanda-tanda yang normal dan biasa muncul setelah kena serangan ulat bulu.

  • Muncul ruam atau bentol pada kulit yang keracunan
  • Kulit gatal, perih, kemerahan, dan bengkak
  • Jika bulunya masuk mata, Anda mungkin mengalami iritasi mata
  • Jika bulunya masuk saluran pernapasan, Anda mungkin jadi sulit bernapas dan batuk-batuk
  • Jika ulat bulu tertelan (biasanya pada balita), Anda mungkin muntah-muntah, iritasi mulut dan bibir, atau mengiler

Mengatasi gatal dan gejala keracunan ulat bulu lainnya

Keracunan ulat bulu bisa disembuhkan. Namun, seberapa cepat penyembuhannya bergantung pada spesies ulat, kondisi kekebalan tubuh Anda saat itu, seberapa parah kontak antara kulit dan ulat, serta penanganan yang diberikan. Berikut adalah panduan mengobati gatal dan gejala keracunan ulat bulu lainnya.

  • Kompres bagian kulit yang gatal atau sakit dengan es batu yang dibungkus kain lembut. Diamkan selama 15-20 menit. Ulangi terus setiap satu jam sampai Anda merasa lebih nyaman.
  • Oleskan losion¬†calamine atau bedak antialergi pada area yang gatal.
  • Jangan menggaruk kulit yang gatal. Menggaruk hanya akan menimbulkan luka dan infeksi lantaran jaringan kulit Anda sedang bermasalah saat ini.
  • Minum obat alergi misalnya cetirizine dan diphenhydramine. ¬†
  • Minum obat pereda nyeri misalnya ibuprofen atau paracetamol.

Kapan harus ke dokter?

Anda sebaiknya periksa ke dokter bila kulit yang kena ulat mulai tampak melepuh atau bernanah. Namun, kalau Anda memang merasa sangat tidak nyaman atau gejalanya cukup parah, silakan langsung ke dokter. Bila putra dan putri Anda di bawah usia dua tahun yang kena ulat, jangan memberikan obat-obatan sebelum berkonsultasi dengan dokter anak.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
kulit gatal

Terganggu Kulit Gatal di Malam Hari? Simak Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit