8 Fakta Penting Soal Vaksin (Imunisasi) yang Perlu Anda Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/09/2017 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Pertama kali vaksin diperkenalkan, vaksin atau imunisasi telah membawa perubahan di dunia kesehatan dengan membantu menghentikan persebaran berbagai penyakit. Hingga saat ini, vaksin terus dianjurkan untuk diberikan kepada setiap anak. Namun, belakangan ini vaksin terus diperdebatkan oleh masyarakat karena banyak isu tidak benar yang beredar. Berikut adalah delapan fakta tentang vaksin yang sering dikhawatirkan oleh para orangtua.

1. Apakah setiap anak wajib diimunisasi? 

Ya, semua anak wajib menerima imunisasi. Imunisasi mampu melindungi setiap anak dari penyakit berbahaya sekaligus membantu mengurangi penyebaran penyakit tersebut. Karena itu, memberikan vaksin pada si kecil secara tidak langsung berarti Anda ikut melindungi anak-anak lain yang tidak mendapat vaksin. Entah itu karena alasan biaya atau alasan medis. 

Selain itu, biaya imunisasi jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya untuk mengobati penyakit tersebut. 

2. Apakah sistem kekebalan tubuh akan melemah jika diberikan vaksin?

Tidak, sistem kekebalan tubuh (imun) Anda tidak akan melemah. Sistem kekebalan tubuh Anda justru meningkat karena tubuh akan membuat antibodi melawan kuman dan virus penyebab penyakit. Dengan begitu, ketika ada virus penyebab penyakit menular yang menghampiri Anda, tubuh sudah cukup kebal untuk menangkan infeksi virus tersebut.

Anda juga tidak perlu khawatir karena pemberian vaksin terhadap satu jenis penyakit tidak akan melemahkan respon sistem imun Anda terhadap penyakit lainnya.

3. Apakah vaksin bisa sebabkan penyakit yang seharusnya dicegah oleh vaksin tersebut?

Hal ini jadi salah satu kekhawatiran mengenai vaksin. Pasalnya, cara kerja imunisasi itu dengan meniru terjadinya infeksi virus dalam tubuh. Namun, vaksin berisi virus yang sudah mati sehingga tidak bisa menyebabkan munculnya penyakit di tubuh Anda.

Hanya vaksin berisi virus hidup yang dilemahkan seperti vaksin varicella-zoster (cacar air) dan vaksin measles-mump-rubella (MMR) yang dapat menimbulkan penyakit dengan gejala-gejala yang ringan. 

Namun, bukan berarti vaksin itu bahaya. Gejala yang ringan masih bisa dikendalikan dengan cepat. Sedangkan gejala penyakit serius akibat infeksi virus biasanya sangat sulit dikendalikan. Jadi, masih lebih baik untuk memberikan imunisasi buat anak meski ada risiko kesehatannya.

4. Bagaimana dengan efek samping imunisasi?

Fakta tentang vaksin yang paling sering dipertanyakan adalah seberapa aman pemberian imunisasi. Meskipun imunisasi dapat menimbulkan efek samping, risiko munculnya komplikasi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi jauh lebih besar.

Contohnya, satu dari 20 anak meninggal dunia akibat infeksi difteri. Sedangkan hanya 1 dari 14.000 anak yang mengalami efek samping imunisasi yang cukup serius setelah diberikan vaksin difteri-tetanus-pertusis (DtaP) lewat imunisasi.

5. Apakah vaksin menyebabkan demam?

Ya, vaksin dapat menyebabkan demam. Pasalnya, demam merupakan salah satu efek samping imunisasi. Pemberian imunisasi juga memiliki risiko efek samping ringan lainnya. Mulai dari timbul kemerahan, nyeri pada bekas suntikan, nyeri sendi, demam, serta gejala seperti mau sakit flu.

Selain itu, ada juga efek samping yang cukup serius seperti reaksi alergi parah (anafilaktik). Akan tetapi, efek samping vaksin yang serius sangat langka kejadiannya.

imunisasi vaksinasi

6. Imunisasi apa saja yang wajib diberikan?

Ada beberapa imunisasi dasar dan wajib yang harus diberikan kepada semua anak atau bayi di Indonesia. Bahkan, seperti diatur dalam Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia, orangtua yang tidak memberikan imunisasi pada putra dan putrinya bisa ditindak secara hukum di pengadilan. Ini karena vaksin dianggap sebagai salah satu hak anak yang tak boleh dilanggar. 

Berikut adalah daftar vaksin yang harus diterima oleh setiap orang, terutama bayi dan anak-anak yang lebih rentan terhadap infeksi virus.

7. Apakah hanya anak-anak saja yang memerlukan vaksin?

Bukan cuma anak-anak saja yang perlu menerima imunisasi dengan vaksin. Ada juga imunisasi tambahan yang perlu diberikan kepada orang dewasa serta remaja. Di antaranya adalah:

  • Influenza
  • HPV (virus yang bisa menyebabkan kanker serviks)
  • Meningococcal (penyebab meningitis)
  • Tetanus, diphtheria, dan pertusis
  • Hepatitis A dan B
  • Pneumococcus (penyebab pneumonia)

8. Apakah anak saya boleh diimunisasi jika sedang sakit?

Pemberian imunisasi tetap aman dan dianjurkan meskipun saat akan diimunisasi anak Anda sedang menderita penyakit yang ringan seperti batuk, pilek, infeksi telinga, atau demam ringan. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter soal kondisi anak sebelum mendapatkan imunisasi.

Anda juga sebaiknya langsung pergi ke Puskesmas atau dokter anak untuk mencari tahu lebih lanjut soal berbagai fakta tentang vaksin supaya Anda tidak ragu lagi. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Salah satu cara mempererat hubungan dengan bayi adalah dengan memandikannya. Bagaimana cara memandikan bayi baru lahir yang tepat dan aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . 9 mins read

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . 5 mins read

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . 4 mins read

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 mins read