Menimbang Manfaat dan Risiko Enema Kopi Sebelum Melakukannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian orang, secangkir kopi telah menjadi pelengkap rutinitas paginya setiap hari. Ya, kopi juga bisa digunakan sebagai obat pencahar, sampai-sampai muncul sebuah terapi yang disebut dengan enema kopi, yang ditujukan untuk mencuci bersih semua isi perut Anda dari sisa-sisa makanan. Namun, benarkah penggunaan kopi semacam itu bermanfaat dan apa risikonya?

Apa itu enema kopi?

Enema kopi adalah teknik pengobatan alternatif yang memiliki tujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di dalam usus. Dalam hal ini, teknik enema kopi dipercaya dapat membantu Anda yang sedang mengalami sembelit atau susah buang air besar. Jadi, ketika usus terasa tersumbat akibat sisa makanan yang sulit dikeluarkan, kopi yang mengandung kafein tersebut diseduh kemudian dimasukkan ke dalam usus besar melalui anus.

Selanjutnya, cairan kopi yang telah mencapai usus besar akan merangsang gerakan mendorong dalam usus yang membuat sisa makan keluar. Terlebih lagi, beberapa orang percaya enema kopi tak hanya sekedar obat pencahar saja, tetapi dapat mengeluarkan racun, merangsang aliran empedu, serta meningkatkan produksi enzim tubuh yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel.

Selain itu, manfaat lain yang Anda bisa dapatkan dengan melakukan teknik ini yaitu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghilangkan bakteri dan kuman penyakit yang ada di dalam sistem pencernaan, hingga membantu membunuh sel kanker.

Berbagai risiko enema kopi yang penting diketahui

Dari penjelasan sebelumnya memang, teknik ini tampak memberikan manfaat serta baik untuk kesehatan. Tapi tunggu dulu, semua manfaat yang telah disebutkan sebelumnya berasal dari pernyataan kelompok orang yang mendukung serta percaya akan teknik ini. Padahal, hingga saat ini belum ada penelitian dan bukti ilmiah yang membuktikan manfaat enema kopi untuk kesehatan.

Malah, beberapa penelitian medis yang telah dilakukan menyatakan jika teknik ini bisa membahayakan kesehatan Anda. Ada beberapa risiko yang bisa Anda alami jika melakukan enema kopi:

  • Usus dan organ pencernaan panas
  • Mual dan muntah
  • Kram serta nyeri perut
  • Merasa kembung
  • Dehidrasi
  • Mengalami infeksi pada organ pencernaan

Bahkan National Cancer Institute melaporkan bahwa terdapat tiga orang yang meninggal dunia akibat melakukan enema kopi, dan kematiannya disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Tak hanya itu, salah satu penelitian yang dimuat dalam American Journal of Gastroenterology, menemukan jika proses enema kopi tersebut mengakibatkan proctocolitis, yaitu peradangan kronis pada usus dan rektum (organ yang berada antara usus dengan anus).

Lalu bagaimana cara aman membuang racun dalam tubuh?

Tenang saja, dalam keadaan yang normal dan sehat tubuh tidak akan mengalami keracunan. Tubuh Anda telah dirancang untuk melakukan pengeluaran serta pembuangan racun, zat sisa, serta sampah yang dapat mengganggu fungsi tubuh. Hal ini dilakukan oleh organ hati dan ginjal – karena itu mulai sekarang sayangi ginjal dan hati Anda.

Apabila Anda memang mengalami sembelit atau sulit BAB, cobalah untuk mengubah pola hidup Anda terlebih dahulu, seperti perbanyak makan makanan berserat tinggi (sayur, buah) atau minum air mineral yang cukup, sebelum menggunakan obat-obatan pencahar. Kondisi ini dapat terjadi akibat pemilihan makanan serta kebiasaan yang tidak sehat.

Namun, jika sembelit tidak kunjung membaik dan tidak ada perubahan, maka hal yang harus Anda lakukan adalah pergi ke dokter dan periksakan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Di semua anjuran makanan sehat, selalu saja ada sayur di dalamnya. Bagaimana jika Anda tak suka makan sayur? Berikut ini diet tanpa sayur tapi tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit