Berapa Lama Vaksin Bekerja Mencegah Penyakit Dalam Tubuh Manusia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/11/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Sedari dini, vaksin atau imunisasi diperlukan untuk melawan dan mencegah berbagai macam penyakit. Namun, keampuhan atau ketahanan vaksin tidak serta merta selamanya bisa melindungi tubuh Anda. Hal ini bisa disebabkan karena berbagai alasan. Contohnya karena sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa merespon vaksin dengan baik, Anda memiliki sistem imun yang lemah, atau bahkan tubuh Anda tidak mampu menghasilkan antibodi yang kuat untuk membantu melawan infeksi. Berdasarkan semua faktor di atas, seberapa efektif ketahanan vaksin atau imunisasi dalam mencegah berbagai macam penyakit?

Apa itu vaksin?

Vaksin adalah bahan antigen yang digunakan untuk menghasilan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Nah, pemberian vaksin atau imunisasi ini dimaksudkan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh seseorang terkena infeksi penyebab penyakit.

Dengan menyuntikkan antigen ke dalam tubuh melalui imunisasi, maka sistem kekebalan tubuh dapat mengenali organisme asing, misalnya virus, penyebab penyakit dengan menghasilkan antibodi. Antibodi tersebutlah yang nantinya akan melawan patogen sebelum menyebar dan menyebabkan penyakit.

Seberapa ampuh ketahanan vaksin untuk tubuh?

Durasi ketahanan vaksin dari berbagai penyakit dan bakteri yang menyerang tubuh berbeda. Ketahanan terhadap penyakit, atau imunitas seumur hidup, tidak selalu bisa didapat dengan cara imunisasi.

Beberapa penyakit tertentu, kadang membutuhkan imunisasi ulang setiap beberapa jangka waktu tertentu. Perlu diketahui, kalau khasiat vaksin berbeda dengan keefektifannya. Hal ini tergantung pada beberapa faktor seperti:

  1. Apakah Anda tepat waktu melakukan imunisasi.
  2. Tidak semua vaksin sama efektifnya. Beberapa lebih efektif dibanding yang lain tergantung vaksin untuk penyakit apa.
  3. Beberapa vaksin untuk satu jenis penyakit tertentu juga tidak memiliki efektivitas yang sama.
  4. Kadang beberapa tidak memberikan respon sama sekali terhadap jenis vaksinasi tertentu. Hal ini umumnya disebabkan karena faktor genetik setiap orang yang berbeda-beda.

Beberapa contoh imunisasi yang harus diulang

Tetanus dan difteri

Umumnya vaksin tetanus dan difteri bisa didapat dengan tiga dosis primer dari vaksin difteri dan toksoid tetanus, Kedua dosis tersebut bisa diberikan paling tidak dengan jarak empat minggu, dan dosis ketiga diberikan enam hingga 12 bulan setelah dosis kedua. 

Namun, kalau ada orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi tetanus dan difteri secara rutin, maka biasanya ia diberikan seri primer dan diikuti dosis penguat setiap 10 tahun sekali. Vaksin jenis ini biasanya dianjurkan untuk orang dewasa yang berusia 45 dan 65 tahun.

HPV (Human Papiloma Virus)

Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak perempuan dan anak laki-laki di usia 11 atau 12 tahun, meskipun imunisasi dapat diberikan sejak dini di usia 9 tahun. Ini ideal bagi anak perempuan dan laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka memiliki kontak seksual dan terkena HPV. Vaksin HPV bisa diulang setiap 5 sampai 8 tahun sekali.

Respon terhadap imunisasi juga lebih baik pada usia muda daripada di usia tua. Pada mereka yang berusia di atas 15 tahun, ketiga imunisasi tersebut dapat diberikan sebagai rangkaian tiga suntikan dalam waktu enam bulan:

  • Dosis pertama: Saat ini
  • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis pertama

Jika ada keterlambatan dalam mendapatkan vaksin kedua atau ketiga, Anda tidak harus mengulang seluruh rangkaian. Tapi, untuk perlindungan penuh dan jangka waktu yang lama, seluruh tiga dosis ini sangat dianjurkan.

Pneumokok

Vaksin pneumokok merupakan vaksin yang ditujukan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut infeksi pneumokokus. CDC merekomendasikan 2 vaksin pneumokokus untuk semua orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, yang menderita penyakit kardiovaskular kronis, diabetes melitus, atau faktor risiko lainnya seperti penyakit pada paru-paru atau livernya.

Anda harus menerima dosis PCV13 terlebih dahulu, dilanjutkan dengan dosis PPSV23, minimal 1 tahun kemudian. Jika Anda sudah menerima dosis PPSV23, dosis PCV13 harus diberikan paling sedikit 1 tahun setelah menerima dosis PPSV23 terbaru. Namun, bila pada saat berusia 19-64 tahun Anda sudah pernah mendapatkan dosis PPSV23, maka suntikan PPSV23 kedua (setelah berusia >65 tahun) harus berjarak minimal 5 tahun dari suntikan PPSV23 pertama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
vaksin rotavirus

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 menit baca