Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu jenis obat pereda sakit atau nyeri yang paling sering digunakan dan dianggap aman yaitu paracetamol. Selain itu, paracetamol juga termasuk obat bebas  yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan obat paracetamol memiliki efek samping. Berikut informasi lebih lanjut.

Efek samping paracetamol dan obat nyeri pada pendengaran

Efek samping obat pereda nyeri, terhadap pendengaran dilakukan dalam sebuah penelitian. Penelitian yang dimuat di American Journal of Epidemiology, melibatkan sekitar 66 ribu wanita yang berusia antara 44-69 tahun, sebagai peserta penelitian.

Untuk mengetahui efek obat pereda nyeri, terutama paracetamol dan ibuprofen, para peserta diminta untuk mengisi kuesioner yang berisi tentang riwayat penyakit, frekuensi minum obat penghilang rasa sakit, dan dalam jangka waktu berapa lama mereka telah menggunakan obat tersebut.

Diketahui bahwa sebagian besar peserta lebih sering minum ibuprofen maupun paracetamol untuk mengatasi rasa sakit yang muncul. Dari total peserta yang mengikuti penelitian tersebut, ada sebanyak 18 ribu atau sekitar 33% wanita kehilangan kemampuan pendengarannya.

Kelompok wanita yang sering minum paracetamol lebih dari enam tahun memiliki peluang untuk kehilangan kemampuan pendengarannya sebesar 9%. Sedangkan wanita yang menggunakan ibuprofen lebih dari enam tahun berisiko 10% lebih besar menjadi tuli. 

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Para peneliti menyatakan bahwa terdapat beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan alasan terjadinya gangguan pendengaran sebagai  efek samping paracetamol dan ibuprofen.

Pertama, penggunaan obat penghilang sakit dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan aliran darah terhambat ke daerah koklea, yaitu pusat pendengaran di telinga. Terhambatnya aliran darah ini disebabkan oleh zat salisilat yang terdapat pada obat penghilang sakit.

Kemudian, obat dapat menyebabkan berkurangnya rambut-rambut halus di sekitar telinga yang berfungsi sebagai media untuk menangkap suara. Kedua hal itulah yang dianggap sebagai penyebab gangguan pendengaran pada kelompok wanita yang menggunakan acetaminophen (paracetamol) dan ibuprofen dalam waktu yang lama, meskipun harus ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenaran pernyataan tersebut.

Bagaimana cara menghindari efek samping paracetamol ini?

Sebenarnya, obat penghilang sakit seperti paracetamol dan ibuprofen tergolong aman untuk digunakan. Namun memang penggunaan jangka panjang dan dalam frekuensi yang sering dapat menimbulkan komplikasi atau kondisi kesehatan lainnya.

Jika Anda mengalami sakit kepala berkepanjangan atau nyeri tubuh lainnya yang tak kunjung sembuh, lebih baik jika memeriksakan diri ke dokter agar Anda mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit