Efek Samping Menghapus Tato dengan Laser

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/05/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki beberapa tato dan ingin menghapus salah satunya? Ketika Anda memiliki tato, sel darah putih mencoba menghapus pigmen tato pada kulit. Hal ini menjadi alasan mengapa saat pertama Anda memiliki tato, polanya menjadi kurang tegas dan memudar, tetapi bukan pudar secara permanen. Sel darah putih tidak mampu menghapuskannya secara permanen karena partikel dari tinta tato itu sendiri jauh lebih besar untuk bisa dihapus sel darah putih. Solusinya, Anda bisa menggunakan laser sebagai metode menghapus tato. Namun, adakah risiko dari menghapus tato dengan laser?

Setiap tato memiliki pola yang unik, sehingga teknik untuk menghapusnya juga harus disesuaikan dengan kasus masing-masing individu. Sebelum menghapusnya, pastikan Anda tahu bahwa bekas luka tersebut mungkin nantinya ada yang tidak enak dilihat, tergantung pada metode yang digunakan. Tato yang belum dihapus secara efektif dengan pengobatan lain atau pengobatan rumahan biasanya dapat merespon baik terapi laser yang menawarkan perawatan tanpa menghasilkan bekas luka yang berlebihan.

Apa saja efek samping menghapus tato dengan laser?

Menghapus tato dengan teknik laser tidak terlalu banyak menimbulkan efek samping, selama hal tersebut dilakukan oleh ahlinya. Namun, berikut ini ada beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan, seperti:

  • Titik tato yang dihapus dapat berisiko terhadap infeksi. Anda juga mungkin akan berisiko pada penghapusan pigmen seluruhnya. Bekas luka permanen juga sangat mungkin terjadi.
  • Kemungkinan Anda juga berisiko pada hipopigmentasi (kulit menjadi lebih terang dibandingkan kulit sekitarnya) atau hiperpigmentasi (di mana kulit lebih gelap dibandingkan sekitarnya).
  • Tidak hanya tato dengan pola besar saja, namun juga tato kosmetik; tato pada garis bibir, eyeliner dan tato alis dapat menggelap setelah teknik menghapus tato dengan laser.

Hubungan antara tato, laser, dan kesehatan kulit

Tinta pada tato dapat menyebabkan reaksi dan infeksi pada kulit. Belum lagi jika proses membuat tato tidak steril, penyakit yang menular melalui darah pun juga bisa timbul, seperti tetanus, hepatitis B dan C. Peneliti dari New York University menanyai 300 orang di Central Park mengenai pengalaman memiliki tato, terdapat 4 dari 10% yang melaporkan efek sampingnya, ada juga yang keluhannya menghilang kurang dari empat bulan. Namun, 6% sisanya malah membutuhkan perawatan, seperti mengalami gatal, kulit bersisik, bengkak di sekitar pola tato selama lebih dari empat bulan. Peneliti menduga reaksi alergi terjadi karena pewarna tato itu sendiri, terutama yang berwarna merah.

Muncul kabar mengenai masalah kesehatan akibat adanya zat beracun pada tato. Penelitian menunjukkan bahwa benzo(a)pyrene merupakan zat kimia yang digunakan pada tinta hitam dapat menyebabkan kanker kulit pada tes yang dilakukan terhadap binatang. Benzo(a)pyrene ditemukan pada di aspal batu bara, termasuk ke dalam karsinogen menurut International Agency for Research on Cancer (IARC).  Pastikan sebelum menato, bahan-bahan yang digunakannya jelas. Sebab, ada hasil survei yang menyebutkan bahwa jutaan orang di Eropa ditato tanpa tahu zat kimia yang digunakannya.

Selain itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada British Journal of Dermatology pada tahun 2011, pertama kali mengungkap adanya nanoparticles pada tinta tato. Ilmuwan dari Bradford University menunjukkan bahwa nanoparticles dapat berpindah ke kulit, masuk ke dalam darah dan terbentuk pada limpa dan ginjal. Hal ini dapat menjadi racun di dalam tubuh.

Bahan kimia dari tato juga dapat ditemukan di kelenjar getah bening, bahkan ketika menato secara medis atau tanpa melakukan terapi laser. Namun, menurut Kathleen J. Smith, MD, Bedah Decatur Dermatologic, yang dikutip oleh situs Real Self, belum ada bukti yang bagus untuk menyebutkan bahwa tato dan metode menghapuskannya dapat menimbulkan kanker. Pendapat yang sama juga diungkapkan Ariel Ostad, MD, dermatologis di New York, yang dikutip situs Skin Cancer, beliau belum pernah menemukan tinta pada tato dapat meningkatkan kemunculan kembali kanker setelah sembuh pada pasien kanker kulit. Namun, memang benar logam yang terkandung dalam tinta tato dapat menyebabkan alergi.

Apakah metode laser aman untuk digunakan?

Saat ini teknologi sudah semakin canggih, sehingga terapi laser dapat digunakan lebih efektif dan kecil risiko menimbulkan bekas luka. Sebenarnya, laser lebih aman untuk digunakan dibandingkan dengan eksisi, dermabrasi, atau salabrasi (menggunakan kain kasa lembap dengan larutan garam untuk mengikis daerah bertato). Dalam beberapa kasus, warna-warna tertentu lebih aman untuk digunakan dibandingkan dengan lainnya. Contohnya warna biru dan hitam, keduanya merespon baik pada metode laser.

Apa yang dituliskan di sini merupakan informasi umum dengan melibatkan dua sisi, Anda tetap perlu mengunjungi dokter untuk mencari saran yang tepat. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, setiap kasus atau pola tato berbeda cara penanganannya. Jadi, ada baiknya Anda mencari dokter yang juga berpengalaman dalam menggunakan laser tato.

BACA JUGA:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Bolehkah Penderita Kulit Eksim Membuat Tato?

Tato sangat digemari oleh beberapa orang. Meski diklaim aman, apakah tato aman bagi penderita eksim? Bolehkah penderita eksim membuat tato?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020