Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Membersihkan Telinga yang Benar dan Aman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Membersihkan telinga tidak boleh asal-asalan. Pasalnya, telinga adalah salah satu organ yang sangat penting dan sensitif. Itu sebabnya, Anda harus berhati-hati ketika membersihkan telinga. Lantas, bagaimana cara membersihkan telinga yang benar dan aman? Simak panduannya dalam artikel ini.

Mengenal anatomi telinga manusia

bagian telinga

Sebelum mengetahui bagaimana cara membersihkan telinga yang benar, ada baiknya pahami dulu anatomi telinga Anda sendiri. Secara garis besar, telinga manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Telinga luar (outer ear). Bagian ini berfungsi untuk menangkap suara dan melokalisasi suara.
  • Telinga tengah (middle ear). Bagian ini berfungsi untuk menghantirkan suara yang telah dikumpulkan dari daun telinga ke telinga bagian dalam.
  • Telinga bagian dalam (inner ear). Bagian telinga ini disebut dengan rongga labirin yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan tubuh dan menyalurkan suara ke sistem saraf pusat.

Ketiga bagian telinga tersebut menjadi saluran suara dari luar untuk masuk dan diterjemahkan di otak. Otak lalu menerjemahkan sinyal ini sebagai suara.

Setelah mengetahui anatomi telinga, Anda pasti memahami bahwa telinga bukan hanya sebagai alat mendengar, tapi juga menjaga keseimbangan tubuh. Ya, telinga membantu menjaga keseimbangan agar Anda bisa berjalan, melompat, dan berlari tanpa terjatuh.

Bila Anda merasakan gangguan pada telinga, segera periksa kesehatan Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Fungsi cairan kuning (earwax) di dalam telinga

Banyak orang yang mengira bahwa cairan kuning (earwax) di dalam telinga adalah kotoran telinga. Padahal, tidak begitu. Faktanya setiap manusia akan menghasilkan earwax, substansi yang berbentuk agak lengket dan berwarna kuning untuk mencegah infeksi, melembapkan saluran telinga, hingga melindungi gendang telinga. Setiap orang menghasilkan jumlah dan jenis earwax yang berbeda-beda, tergantung dari faktor genetik dan mungkin kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Strukturnya yang lengket membuat benda-benda asing seperi polutan, serangga, kotoran, yang masuk ke dalam telinga terperangkap sehingga tidak mengganggu kerja telinga. Telinga akan otomatis membersihkan kotoran saat kita berbicara, mengunyah, dan menggerakkan rahang. Earwax akan bergerak ke arah luar saluran telinga dan biasanya mengering lalu akan keluar dengan sendirinya dari lubang telinga.

Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan telinga

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan banyak orang ketika membersihkan telinga:

1. Menggunakan cotton bud atau alat lain

Ada beberapa cara membersihkan telinga yang salah namun masih sering dilakukan banyak orang. Misalnya, menggunakan cotton bud, pengorek telinga, bahkan penjepit rambut (bobby pins). Padahal, cara membersihkan telinga satu ini dinilai berbahaya.

Sebenarnya kotoran telinga memiliki mekanisme sendiri untuk keluar dari telinga tanpa harus Anda korek-korek menggunakan cooton bud, jari, bahkan penyempit rambut. Kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya di daun telinga bersama debu berkat dorongan mekanisme otot pipi saat Anda mengunyah makanan.

Jadi, Anda tidak perlu mengambil risiko dengan mengorek-ngorek telinga sampai ke bagian tengah maupun bagian terdalam telinga. Anda cukup membersihkan bagian daun telinga ataupun telinga bagian luar saja.

Apabila Anda terus mengorek kotoran telinga, maka kotoran tersebut justru akan semakin terdorong masuk ke bagian dalam telinga. Akibatnya, kotoran tidak bisa keluar dan malah mengendap di dalam telinga. Nah, kotoran yang mengendap ini akan mengeras dan membantu sehingga akan menyumbat sirkulasi di dalam telinga. Hal inilah yang kerap menjadi salah satu penyebab berkurangnya kualitas pendengaran seseorang.

Tak hanya itu saja, kotoran telinga alias earwax yang terjebak di dalam telinga juga bisa menyebabkan infeksi. Pasalnya, bisa saja earwax membawa bakteri yang berasal dari luar telinga. Jika telinga Anda mengalami infeksi, maka akan menimbulkan rasa sakit yang pada akhirnya juga memengaruhi pendengaran Anda.

Mengorek telinga juga bisa merusak saluran telinga, bahkan dan dalam kasus yang lebih parah dapat merobek gendang telinga dan akhirnya kemampuan pendengaran menghilang.

Gendang telinga sangat rapuh, sehingga organ penting dalam telinga ini akan dengan mudah pecah bahkan saat menerima tekanan yang lembut sekalipun dari dorongan cotton bud. Rasa sakitnya termasuk cukup parah dan telinga Anda mungkin akan mengeluarkan cairan bening dari dalam.

Masih mau menerapkan cara membersihkan telinga yang satu ini?

2. Menggunakan ear candle

terapi ear candle

Prinsip cara membersihkan telinga menggunakan terapi ear candle adalah menggunakan lilin untuk mengangkat earwax dan kotoran lain yang terdapat di dalam telinga.

Terapis akan memasukkan ujung lilin ke dalam telinga Anda dan menyalakan api di ujung lainnya. Dengan menggunakan api yang menyala, cara membersihkan telinga satu ini dipercaya dapat “menyedot” kotoran – kotoran yang terdapat di telinga Anda.

Meskipun perawatan ini diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, sayangnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa terapi ini efektif membersihkan kotoran telinga.

Bahkan, tidak sedikit kasus kerusakan telinga yang disebabkan oleh ear candle. Misalnya, lelehan lilin yang malah masuk ke saluran telinga bahkan menempel di gendang telinga atau bagian telinga yang mengalami luka bakar.

Menurut American Academy of Audiology, tidak ada bukti ilmiah bahwa ear candling mampu menarik keluar kotoran yang berada di dalam telinga. Hal ini didasari dari pengukuran yang dilakukan pada saluran telinga sebelum dan sesudah melakukan terapi ear candle. Hasil pengukuran menunjukkan jika kotoran yang berada di dalam telinga tidak mengalami pengurangan. Para peneliti justru menemukan jika terdapat serpihan abu yang mengendap akibat dari pembakaran lilin.

Tidak hanya itu, beberapa peneliti bahkan menganggap jika terapi ear candle ini hanya sebuah mitos belaka. Kotoran yang ditunjukkan terapis setelah melakukan terapi sebenarnya adalah sisa pembakaran lilin, bukan kotoran pada telinga Anda.

Jika dibiarkan, sisa pembakaran tersebut akan bercampur dengan kotoran telinga yang menumpuk dan menjadi kering. Lama kelamaan, hal ini akan membuat pendengaran Anda terganggu.

Karena sampai saat ini belum ada bukti ilmiah, maka bisa dikatakan jika cara membersihkan telinga menggunakan terapi ear candle tidak direkomendasikan.

Lalu bagaimana cara membersihkan telinga yang benar?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada dasarnya telinga Anda memiliki mekanisme untuk membersihkan dirinya sendiri, sehingga kita tak perlu membersihkan sendiri bagian dalamnya. Tetapi jika karena satu dan lain hal terjadi penumpukan earwax yang mengganggu, Anda bisa coba beberapa cara memberishkan telinga berikut ini:

1. Gunakan tetes telinga

cara menggunakan obat tetes telinga

Obat tetes telinga memudahkan earwax untuk keluar dengan sendirinya. Meski begitu, cara pakainya bukan hanya sekadar diteteskan. Agar obat bekerja efektif mempercepat kesembuhan Anda, penting untuk memastikan cairan obat benar-benar masuk hingga ke dalam saluran telinga.

Beberapa jenis tetes telinga di antaranya hidrogen peroksida atau sodium bikarbonat. Biasanya obat ini banyak dijual bebas di apotek atau toko obat. Pastikan Anda selalu membaca petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label kemasan. Jika Anda memiliki kulit sensitif dan memiliki riwayat kelainan pada telinga, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Berikut ini panduan atau cara membersihkan telinga menggunakan obat tetes telinga:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun atau pakai hand sanitizer jika air dan sabun tidak tersedia
  • Hangatkan terlebih dahulu kemasan obat tetes telinga dengan menggenggamnya selama 1 hingga 2 menit, karena air yang dingin dapat memicu rasa pusing berputar pada kepala apabila diteteskan ke dalam telinga.
  • Buka tutup botol obat dan letakkan botol obat di tempat yang bersih dan kering, hindari menyentuh corong ujung mulut botol atau membiarkannya menyentuh benda apapun
  • Bila botol obat menggunakan pipet, pastikan bahwa pipet bersih dan tidak retak atau pecah
  • Miringkan kepala hingga telinga menghadap ke atas dan tarik daun telinga ke atas dan ke belakang. Cara yang sama juga dilakukan pada anak-anak.
  • Ambil botol obat dan mulai teteskan obat dengan memijat botol atau pipet dengan perlahan, teteskan sesuai dosis obat yang diberikan oleh dokter
  • Setelah diteteskan, tarik pelan daun telinga ke atas dan ke bawah untuk membantu agar cairan obat mengalir hingga ke dalam saluran telinga
  • Tetap miringkan kepala Anda atau tetap berada dalam posisi tidur selama 2 hingga 5 menit sambil menekan bagian depan telinga Anda yang menonjol untuk mendorong obat ke dalam
  • Kemudian, bersihkan telinga bagian luar dengan waslap basah untuk membantu membersihkan sisa kotoran yang mungkin ikut keluar
  • Setelah itu, cuci lagi tangan Anda

Ketika Anda pertama kali meneteskan obat tetes telinga, tidak jarang saluran telinga akan terasa nyeri dan panas. Namun apabila setelah pemberian obat telinga Anda menjadi gatal, bengkak dan nyeri, segera konsultasikan ke dokter.

2. Pakai minyak zaitun atau baby oil

telinga bindeng

Penumpukan earwax dapat terjadi karena bagian dalam telinga yang terlalu kering. Jika masalah ini Anda alami, Anda dapat melembapkan bagian dalam telinga dengan menggunakan minyak zaitun atau baby oil. Cukup dengan meneteskan beberapa tetes minyak ke telinga yang bermasalah dan tunggu kira-kira lima menit.

Penggunaan minyak zaitun jarang menyebabkan alergi atau iritasi, tetapi membutuhkan waktu lama untuk earwax yang mengeras menjadi lunak lalu keluar dengan sendirinya. Anda mungkin harus mengulangi perawatan ini beberapa kali secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Lakukan pemeriksaan telinga rutin ke dokter THT

telinga berdarah

Selain beberapa cara yang sudah disebutkan di atas, ada satu lagi solusi terbaik untuk membersihkan telinga. Ya, cara membersihkan telinga terbaik sebenarnya dengan mengunjungi dokter THT Anda untuk mendapatkan pembersihan telinga profesional. Atau jika Anda tidak sengaja melukai telinga Anda dengan cotton bud dan merasa sakit pada bagian dalam telinga, Anda juga harus segera memeriksakannya ke dokter.

Secara umum, periksakan telinga Anda ke dokter THT secara rutin setidaknya sebulan sekali atau sesuai dengan instruksi dokter. Pemeriksaan ke dokter penting untuk dilakukan, terlebih lagi saat usia Anda mulai menua.

Pasalnya, gangguan pendengaran berkembang secara bertahap, sehingga Anda perlu memastikan kondisi telinga Anda dalam keadaan sehat setiap waktu. Anda perlu untuk melakukan tes awal pendengaran sehingga Anda dapat mengukur dan mengambil tindakan setiap ada gangguan pendengaran yang Anda rasakan.

Kunci penting menjaga kesehatan telinga

cara mengobati telinga berair

Selain mengetahui berbagai cara membersihkan telinga, penting juga bagi Anda untuk memahami cara menjaga kesehatan telinga secara keseluruhan.

Telinga memang berfungsi untuk mendengar. Akan tetapi, telinga mempunyai kapasitas kemampuan untuk mendengar suara. Jadi, tidak semua suara yang masuk ke dalam kategori aman untuk didengar telinga Anda.

Jika Anda sering terpapar suara keras hingga membuat telinga nyeri, maka hal tersebut lambat laun dapat mengurangi kemampuan mendengar. Sumber suara keras ini bisa bermacam-macam, misal dari lingkungan kerja Anda, dari musik yang Anda dengarkan, dan lain sebagainya.

Untuk menjaga kesehatan telinga, Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini:

1. Jangan pasang volume musik terlalu keras

Jika Anda suka mendengarkan musik, pastikan Anda mengatur volume pemutar musik Anda tidak terlalu keras dan seminimal mungkin. Untuk memastikan apakah volume pemutar musik Anda berada dalam kisaran normal atau tidak, Anda bisa mengiranya sendiri.

Sementara bila Anda mendengarkan musik melalui headphone dan suaranya terdengar oleh orang di dekat Anda atau Anda sampai tidak dapat mendengar suara lain, artinya volume musik Anda terlalu keras. dan Anda harus menurunkannya.

2. Batasi penggunaan headset

Usahakan untuk tidak mendengarkan musik terlalu sering menggunakan headset. Berilah waktu telinga Anda untuk beristirahat. Anda dapat mengikuti aturan 60/60 saat mendengarkan musik melalui headset. Artinya, batas volume musik Anda adalah tidak lebih dari 60 persen dan Anda menggunakannya tidak lebih dari 60 menit sehari.

3. Gunakan pelindung telinga jika diperlukan

Jika lingkungan kerja Anda selalu menciptakan suara keras, seperti saat saat memotong rumput, menggunakan alat-alat listrik yang mengeluarkan suara, dan sebagainya, sebaiknya Anda menggunakan pelindung telinga.

Sementara bila Anda suka menonton konser, ke bioskopatau pergi ke tempat yang memutar musik dengan suara keras, sebaiknya menggunakan penyumbat telinga. Hal ini dilakukan untuk meredam efek suara yang bervolume tinggi tersebut.

4. Jangan mendengarkan dua sumber suara keras dalam satu waktu

Ini justru dapat merusak pendengaran Anda. Misalnya, saat ada orang yang sedang membersihkan rumah dengan vacuum cleaner yang mengeluarkan suara berisik, Anda jangan membesarkan volume televisi atau malah mendengarkan musik dengan suara keras.

5. Pastikan telinga Anda selalu kering

Jika Anda hobi berenang, ada baiknya Anda menggunakan penyumbat telinga untuk renang untuk mencegah air masuk ke dalam telinga.

Jika Anda merasa ada air yang masuk ke dalam telinga, segera miringkan kepala Anda dan tarik cuping telinga Anda untuk merangsang air ke luar. Jangan lupa, untuk selalu mengeringkan telinga Anda dengan handuk kering setiap selesai berenang dan juga setiap selesai mandi, ini penting.

Anda juga bisa menyimak cara membersihkan telinga yang benar dan salah pada video berikut ini, lho. Jangan lupa juga untuk cek video lainnya di akun youtube Hello Sehat, ya.

 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit