Tak Bisa Sembarangan, Begini Cara Membersihkan Telinga yang Benar dan Aman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Membersihkan telinga tidak boleh asal-asalan. Pasalnya, telinga adalah salah satu organ yang sangat penting dan sensitif. Itu sebabnya, Anda harus berhati-hati ketika membersihkan telinga. Lantas, bagaimana cara membersihkan telinga yang benar dan aman? Simak panduannya dalam artikel ini.

Mengenal anatomi telinga manusia

bagian telinga

Sebelum mengetahui bagaimana cara membersihkan telinga yang benar, ada baiknya pahami dulu anatomi telinga Anda sendiri. Secara garis besar, telinga manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Telinga luar (outer ear). Bagian ini berfungsi untuk menangkap suara dan melokalisasi suara.
  • Telinga tengah (middle ear). Bagian ini berfungsi untuk menghantarkan suara yang telah dikumpulkan dari daun telinga ke telinga bagian dalam.
  • Telinga bagian dalam (inner ear). Bagian telinga ini disebut dengan rongga labirin yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan tubuh dan menyalurkan suara ke sistem saraf pusat.

Ketiga bagian telinga tersebut menjadi saluran suara dari luar untuk masuk dan diterjemahkan di otak. Otak lalu menerjemahkan sinyal ini sebagai suara.

Setelah mengetahui anatomi telinga, Anda pasti memahami bahwa telinga bukan hanya sebagai alat mendengar, tapi juga menjaga keseimbangan tubuh. Ya, telinga membantu menjaga keseimbangan agar Anda bisa berjalan, melompat, dan berlari tanpa terjatuh.

Bila Anda merasakan gangguan pada telinga, segera periksa kesehatan Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Apa itu kotoran telinga?

penyumbatan kotoran telinga serumen

Banyak orang yang mengira bahwa cairan kuning (earwax) di dalam telinga adalah kotoran telinga. Padahal, tidak begitu. Faktanya, setiap manusia akan menghasilkan earwax, substansi yang berbentuk agak lengket dan berwarna kuning untuk:

  • Mencegah infeksi
  • Melembapkan saluran telinga
  • Melindungi gendang telinga

Setiap orang menghasilkan jumlah dan jenis earwax yang berbeda-beda, tergantung dari faktor genetik dan mungkin kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Strukturnya yang lengket membuat benda-benda asing seperti polutan, serangga, kotoran, yang masuk ke dalam telinga terperangkap sehingga tidak mengganggu kerja telinga. 

Tanpa menentukan cara membersihkannya, telinga sudah punya kemampuan untuk membersihkan dan mengeluarkan kotorannya sendiri. Jadi, normalnya kotoran telinga tidak akan menyumbat saluran pendengaran Anda.

Ketika Anda mengunyah atau menggerakkan rahang saat berbicara, kotoran telinga akan berjalan keluar, mengering dan jatuh dengan sendirinya. Kecuali, Anda menggunakan cotton bud atau benda lainnya yang dimasukkan ke dalam telinga dan akhirnya membuat kotoran terdorong ke dalam.

Jika Anda tetap menggunakan suatu alat atau bahkan memasukkan jari ke dalam telinga, malah Anda yang membuat kotoran terperangkap di dalam.

Apakah perlu melakukan cara membersihkan telinga sendiri?

membersihkan kotoran telinga

Terlalu sedikit kotoran telinga yang tersisa akan meningkatkan risiko infeksi, dikutip dari American Hearing Research Foundation. Kotoran telinga mengandung properti antibiotik dan antijamur, sehingga terlalu sering membersihkan telinga bisa berakibat pada komplikasi telinga dan kulit, termasuk infeksi telinga dan eksim di bagian luar telinga.

Pada umumnya, lubang dalam telinga tidak perlu dibersihkan. Telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Lemak dan minyak dalam saluran telinga akan memerangkap segala partikel asing yang masuk ke dalam telinga dan membilasnya keluar sebagai kotoran telinga. Kotoran telinga, akan luruh dengan sendirinya tanpa Anda sadari.

Struktur kulit dalam saluran telinga Anda bertumbuh layaknya spiral yang mengarah ke luar. Begitu kotoran telinga mengering, setiap gerakan yang dibuat oleh rahang Anda (mengunyah, berbicara, apapun itu) membantu melancarkan transportasi kotoran telinga dari dalam hingga keluar lubang telinga.

Selama keramas atau mandi, air yang masuk ke dalam lubang telinga akan mengencerkan kotoran telinga Anda sehingga akan memudahkan proses pembuangan.

Cara apa yang tidak tepat dilakukan saat membersihkan telinga?

telinga kemasukan air

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan banyak orang ketika membersihkan telinga:

1. Menggunakan cotton bud atau alat lain

Ada beberapa cara membersihkan telinga yang salah namun masih sering dilakukan banyak orang. Misalnya, menggunakan cotton bud, pengorek telinga, bahkan penjepit rambut (bobby pins). Padahal, cara membersihkan telinga satu ini dinilai berbahaya.

Sebenarnya kotoran telinga memiliki mekanisme sendiri untuk keluar dari telinga tanpa harus Anda korek-korek menggunakan cotton bud, jari, bahkan penjempit rambut. Kotoran telinga ini akan keluar dengan sendirinya di daun telinga bersama debu berkat dorongan mekanisme otot pipi saat Anda mengunyah makanan.

Jadi, Anda tidak perlu melakukan cara mengeluarkan kotoran dengan mengorek-ngorek telinga sampai ke bagian tengah maupun bagian terdalam telinga. Anda cukup membersihkan bagian daun telinga ataupun telinga bagian luar saja.

2. Menggunakan ear candle

Prinsip cara membersihkan telinga menggunakan terapi ear candle adalah menggunakan lilin untuk mengangkat earwax dan kotoran lain yang terdapat di dalam telinga.

Terapis akan memasukkan ujung lilin ke dalam telinga Anda dan menyalakan api di ujung lainnya. Dengan menggunakan api yang menyala, cara membersihkan telinga satu ini dipercaya dapat “menyedot” kotoran – kotoran yang terdapat di telinga Anda.

Meskipun perawatan ini diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa terapi ini efektif membersihkan kotoran telinga.

3. Terlalu sering membersihkan telinga

Telinga tidak perlu sering-sering dibersihkan. Pasalnya, kotoran telinga biasanya akan jatuh dan keluar dengan sendirinya. Selain itu, kotoran telinga juga mengandung zat asam yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Biasanya kotoran hanya perlu diangkat hanya jika menyebabkan masalah yang ditandai dengan:

  • Telinga terasa sakit
  • Sensasi penuh di telinga
  • Telinga seperti berdenging
  • Kotoran telinga  berbau tidak sedap
  • Pusing
  • Batuk

Anda perlu segera membersihkan kotoran telinga jika sudah sampai mengalami berbagai gejala tersebut.

Bagaimana cara membersihkan telinga yang benar?

telinga sakit saat mengunyah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada dasarnya telinga Anda memiliki mekanisme untuk membersihkan dirinya sendiri, sehingga kita tak perlu membersihkan sendiri bagian dalamnya. 

Anda hanya perlu mengusap bagian luar telinga dengan sabun dan air, lalu keringkan dengan kain atau handuk. Jika Anda merasakan telinga gatal disertai gangguan mendengar, Anda bisa gunakan obat tetes telinga atau cara lain untuk mengeluarkan kotoran telinga yang menyumbat. Berikut penjelasannya.

1. Gunakan tetes telinga

Menggunakan obat tetes telinga adalah salah satu cara yang dapat membantu mengeluarkan kotoran telinga. Meski begitu, cara pakainya bukan hanya sekadar diteteskan. Agar obat bekerja efektif mempercepat kesembuhan Anda, penting untuk memastikan cairan obat benar-benar masuk hingga ke dalam saluran telinga.

Beberapa jenis tetes telinga di antaranya hidrogen peroksida atau sodium bikarbonat. Biasanya obat ini banyak dijual bebas di apotek atau toko obat. Pastikan Anda selalu membaca petunjuk pemakaian obat yang tertera pada label kemasan. Jika Anda memiliki kulit sensitif dan memiliki riwayat kelainan pada telinga, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Berikut ini panduan atau cara membersihkan telinga menggunakan obat tetes telinga:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun atau pakai hand sanitizer jika air dan sabun tidak tersedia
  • Hangatkan terlebih dahulu kemasan obat tetes telinga dengan menggenggamnya selama 1 hingga 2 menit, karena air yang dingin dapat memicu rasa pusing berputar pada kepala apabila diteteskan ke dalam telinga.
  • Buka tutup botol obat dan letakkan botol obat di tempat yang bersih dan kering, hindari menyentuh corong ujung mulut botol atau membiarkannya menyentuh benda apapun
  • Bila botol obat menggunakan pipet, pastikan bahwa pipet bersih dan tidak retak atau pecah
  • Miringkan kepala hingga telinga menghadap ke atas dan tarik daun telinga ke atas dan ke belakang. Cara yang sama juga dilakukan pada anak-anak.
  • Ambil botol obat dan mulai teteskan obat dengan memijat botol atau pipet dengan perlahan, teteskan sesuai dosis obat yang diberikan oleh dokter
  • Setelah diteteskan, tarik pelan daun telinga ke atas dan ke bawah untuk membantu agar cairan obat mengalir hingga ke dalam saluran telinga
  • Tetap miringkan kepala Anda atau tetap berada dalam posisi tidur selama 2 hingga 5 menit sambil menekan bagian depan telinga Anda yang menonjol untuk mendorong obat ke dalam
  • Kemudian, bersihkan telinga bagian luar dengan waslap basah untuk membantu membersihkan sisa kotoran yang mungkin ikut keluar
  • Setelah itu, cuci lagi tangan Anda

Ketika Anda pertama kali meneteskan obat tetes telinga, tidak jarang saluran telinga akan terasa nyeri dan panas. Namun apabila setelah pemberian obat telinga Anda menjadi gatal, bengkak dan nyeri, segera konsultasikan ke dokter.

2. Pakai minyak zaitun atau baby oil

Penumpukan earwax dapat terjadi karena bagian dalam telinga yang terlalu kering. Jika masalah ini Anda alami, Anda dapat melembapkan bagian dalam telinga dengan menggunakan minyak zaitun atau baby oil. Cukup dengan meneteskan beberapa tetes minyak ke telinga yang bermasalah dan tunggu kira-kira lima menit.

Penggunaan minyak zaitun jarang menyebabkan alergi atau iritasi, tetapi membutuhkan waktu lama untuk earwax yang mengeras menjadi lunak lalu keluar dengan sendirinya. Anda mungkin harus mengulangi perawatan ini beberapa kali secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Lakukan pemeriksaan telinga rutin ke dokter THT

Selain beberapa cara yang sudah disebutkan di atas, ada satu lagi solusi terbaik untuk membersihkan atau mengeluarkan kotoran telinga. Ya, cara membersihkan telinga terbaik sebenarnya dengan mengunjungi dokter THT Anda untuk mendapatkan pembersihan telinga profesional. Atau jika Anda tidak sengaja melukai telinga Anda dengan cotton bud dan merasa sakit pada bagian dalam telinga, Anda juga harus segera memeriksakannya ke dokter.

Secara umum, periksakan telinga Anda ke dokter THT secara rutin setidaknya sebulan sekali atau sesuai dengan instruksi dokter. Pemeriksaan ke dokter penting untuk dilakukan, terlebih lagi saat usia Anda mulai menua.

Pasalnya, gangguan pendengaran berkembang secara bertahap, sehingga Anda perlu memastikan kondisi telinga Anda dalam keadaan sehat setiap waktu. Anda perlu untuk melakukan tes awal pendengaran sehingga Anda dapat mengukur dan mengambil tindakan setiap ada gangguan pendengaran yang Anda rasakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit