Jangan Tunggu Sampai Parah, Obati Paru-Paru Basah Dengan 3 Tindakan Medis Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Paru-paru basah adalah suatu kondisi yang umum terjadi di Indonesia dan tidak menular dari satu orang ke orang lain. Meskipun tidak menular, penyakit paru-paru basah yang tergolong ringan tetap bisa berubah menjadi parah jika tidak segera diobati. Lantas, bagaimana cara mengobati paru-paru basah yang ampuh? Berikut informasi lengkapnya.

Sekilas tentang paru-paru basah

paru-paru basah

Sejak kecil, Anda pasti pernah ditegur orangtua saat sering keluar malam atau tidur di lantai. Katanya, hal ini bisa membuat Anda terkena paru-paru basah. Padahal ini cuma mitos, lho.

Dalam dunia medis, paru-paru basah disebut dengan efusi pleura. Paru-paru basah adalah kondisi ketika ada kelebihan cairan di pleura, yaitu selaput tipis yang melapisi dinding rongga dada.

Sebetulnya, pleura memiliki cairan alami yang membantu melumasi paru saat bernapas. Akan tetapi jika cairannya berlebihan, maka hal ini bisa justru bisa membuat Anda kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk kering, dan gejala paru-paru basah lainnya.

Penumpukan cairan di paru-paru dapat disebabkan oleh banyak hal, tapi biasanya karena infeksi virus atau bakteri yang masuk ke paru. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh penyakit lainnya seperti emboli paru, penyakit ginjal, gagal jantung, lupus, dan penyakit autoimun lainnya.

Cara mengobati paru-paru basah

fakta paru-paru menahan napas

Pada beberapa kasus, timbunan cairan di paru bisa berkurang atau bahkan hilang sendiri jika penyebabnya sudah diatasi dengan baik. Akan tetapi, jika paru-paru basah ini bikin Anda semakin tidak nyaman, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis paru terdekat.

Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi cairan di paru-paru. Beberapa cara mengobati paru-paru basah tersebut meliputi:

1. Drainase paru

Drainase paru adalah salah satu cara mengobati paru-paru basah yang biasanya dilakukan paling awal. Untuk menguras kelebihan cairan di pleura, dokter akan melakukan memasukkan suatu tabung kecil ke pleura supaya cairannya bisa keluar dari paru.

Prosedur ini harus dipantau secara berkala supaya tabung yang dipasang tetap aman dan tidak bergeser. Terlebih jika tabung ini dipasang untuk jangka waktu yang lama dan membutuhkan drainase berulang.

Namun, tidak semua penderita paru-paru basah membutuhkan drainase berulang. Hal ini tergantung dari penyebab paru-paru basah, jumlah cairan di paru, tingkat keparahan, atau adanya kemungkinan paru-paru basah kambuh sewaktu-waktu.

2. Pleurodesis

Pleurodesis adalah prosedur mengobati paru-paru basah dengan memasukkan zat atau obat tertentu ke dalam rongga pleura. Obat tersebut berfungsi untuk membantu merekatkan pleura supaya cairan tidak bisa masuk ke dalam lapisan paru.

Jenis obat yang digunakan tergantung dari penyebab paru-paru basah itu sendiri. Untuk mengobati paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi, dokter biasanya akan memasukkan antibiotik. Setelah itu, dokter akan menggunakan obat diuretik berupa furosemide untuk membantu menguras kelebihan cairan di pleura.

3. Operasi paru

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara tapi tak juga membuahkan hasil, operasi paru bisa menjadi jalan terakhir. Prosedur operasi ini hanya dilakukan untuk mengobati paru-paru basah yang sudah tergolong parah atau yang disebabkan oleh kanker.

Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan shunt atau tabung kecil ke dalam rongga dada. Fungsinya untuk membantu mengeluarkan cairan dari rongga dada dan mengalirkannya ke perut.

Dengan mengalirkannya ke perut, cairan tadi akan lebih mudah dikeluarkan dan tidak mengganggu fungsi organ lainnya. Yang terpenting, konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan saran pengobatan paru-paru basah yang efektif dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Masalah bau kaki tak sedap tentu sangat mengganggu. Untuk mengusir masalah ini, ikuti tips-tips dari para ahli dan bebaskan diri Anda dari bau kaki.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 4 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca