8 Pilihan Pengobatan untuk Menyembuhkan Kanker Prostat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, kanker prostat menjadi penyebab kematian paling sering pada pria. Di Indonesia, tercatat bahwa jumlah penderita kanker prostat di beberapa rumah sakit di Jakarta, Surabaya, dan Bandung, mencapai 1.102 jiwa. Untuk mencegah keparahan kondisi, pengobatan lebih dini perlu dilakukan. Lantas, bagaimana cara mengobati kanker prostat?

Baragam cara mengobati penyakit kanker prostat

Sel kanker tidak hanya menyerang satu jaringan. Sel yang abnormal ini bisa menyebar dan menyerang jaringan sehat di sekitarnya. Pada kanker prostat, sel kanker bisa menyerang kandung kemih bahkan tulang. Pasien akan kesulitan untuk buang air kecil, nyeri di sekitar panggul, kesulitan untuk ereksi, dan keluarnya urine bercampur darah.

Agar kanker tidak menyebar dan menurunkan kualitas hidup pasien, perawatan dokter sangat diperlukan. Tidak hanya satu, ada banyak jenis pengobatan untuk kanker prostat. Pengobatan tersebut akan disesuaikan dengan keparahan penyakit dan kondisi pasien.

Berikut beberapa cara mengobati kanker prostat yang bisa dijalani pasien, antara lain:

1. Pengawasan aktif dokter

pengobatan diabetes insipidus

Pengawasan aktif merupakan bagian dari pengobatan kanker prostat. Dokter akan memonitor perkembangan sel kanker pada prostat dengan melakukan beberapa tes, yakni:

  • Tes Prostate specific Antigen (PSA). Tujuannya untuk mengukur konsentrasi protein yang dihasilkan oleh prostat, yang bisa jadi penanda kanker.
  • Digital Rectal Exam (DRE). Pemeriksaan kanker prostat dengan perabaan prostat langsung lewat anus.
  • Biopsi prostat. Pemeriksaan sampel jaringan dari kelenjar prostat.

Perawatan kanker lebih lanjut dibutuhkan bila kanker terus tumbuh atau menyebabkan gejala.

2. Operasi pengangkatan kelenjar prostat (prostatektomi radikal)

operasi kanker tenggorokan

Cara mengobati kanker prostat ini dilakukan dengan mengangkat kelenjar prostat yang memiliki sel abnormal. Perawatan ini merupakan pengobatan utama yang biasanya dilakukan sebelum sel kanker menyebar di luar kelenjar prostat.

Walaupun cukup ampuh, pengobatan ini kadang tidak menghilangkan sel kanker seluruhnya sehingga pasien akan diminta melakukan perawatan lanjutan. Prostatektomi bisa menyebabkan efek samping, seperti cedera pada jaringan terdekat atau inkontinensia urin (tidak bisa mengontrol keinginan untuk buang air kecil).

3. Radioterapi

cara kerja radioterapi untuk kanker usus besar

Radioterapi merupakan cara mengobati kanker prostat dengan memperlambat perkembangan dan penyebaran sel kanker untuk meringankan gejala. Bisa juga dijadikan sebagai perawatan lanjutan setelah operasi bila dokter masih mencurigai adanya sel kanker yang tidak terangkat sepenuhnya.

Meski dapat membunuh sel-sel kanker, radioterapi juga memberikan efek samping. Dalam jangka panjang, pasien akan merasakan diare, rambut rontok, atau peradangan pada selaput kemih.

4. Terapi hormon

obat herbal penyakit hati

Agar pengobatan radioterapi lebih efektif, pasien mungkin disarankan oleh dokter untuk menjalani terapi hormon. Cara mengobati kanker prostat ini bertujuan untuk menghentikan produksi hormon testosteron agar sel kanker mati atau tumbuh lebih lambat.

Selain diberi obat untuk menghentikan produksi testosteron, ada juga obat yang bekerja dengan menghalangi testosteron mencapai sel kanker (obat antiandrogen).

Biasanya terapi ini diperuntukkan bagi pasien dengan kanker prostat stadium lanjut. Jika masih tahap awal, terapi hormon akan dilakukan sebelum terapi radiasi agar hasilnya lebih maksimal.

Efek samping dari terapi hormon mungkin termasuk disfungsi ereksi, hot flashes, kehilangan massa tulang, berkurangnya gairah seks, dan bertambahnya berat badan.

5. Cryotherapy (pembekuan jaringan prostat)

benang jahit operasi
Sumber: Padham Health News

Selain operasi pengangkatan, membunuh sel kanker di jaringan prostat bisa dilakukan dengan membekukan sel tersebut. Cara mengobati kanker prostat ini dikenal dengan nama cryosurgery atau cryoablation.

Prosesnya Anda akan dimasukkan jarum kecil ke dalam prostat, yang disebut dengan cryoneedle. Kemudian, gas yang sangat dingin akan dikeluarkan dari ujung jarum sehingga jaringan membeku.

Tak hanya mematikan sel kanker, proses ini juga bisa menghancurkan sel yang sehar. Perawatan ini biasanya digunakan pada pasien yang belum pernah menjalankan terapi radiasi.

6. Kemoterapi

obat kemoterapi kanker tenggorokan

Kemoterapi adalah cara mengobati kanker prostat dengan mengandalkan obat-obatan, baik itu diminum atau disuntik melalui pembuluh vena.

Pengobatan ini menjadi pilihan bagi pasien yang sel kankernya telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tak hanya itu, pengobatan ini juga diperuntukkan bagi pasien yang biasanya tidak merespons terapi hormon.

Selain membunuh sel kanker, kemoterapi juga bertujuan untuk meringankan gejala. Sayangnya, pengobatan ini bisa menyerang sel-sel tubuh yang sehat sehingga menimbulkan efek samping, seperti kelelahan, rambut rontok, mual dan muntah, dan nafsu makan menurun.

7. Terapi biologis

ketahanan vaksin

Cara mengobati kanker prostat ini disebut juga dengan imunoterapi. Tujuan perawatan adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh supaya lebih kuat melawan sel kanker. Salah satu jenis perawatannya disebut dengan sipuleucel-T (Provenge) yang digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut.

Pengobatan dilakukan dengan mengambil sebagian sel tubuh pasien. Kemudian, sel imun akan dibawa ke laboratorium dan direkayasa secara genetik untuk melawan kanker prostat. Sel imun yang sudah direkayasa ini akan disuntikkan kembali pada pasien.

8. Brachyterapy

efek samping radioterapi

Cara mengobati kanker prostat ini adalah bentuk lain dari radioterapi. Sejumlah kecil benih radioaktif yang ditanamkan langsung ke dalam area tumor di kelenjar prostat. Meski risiko kerusakan jaringan lain lebih kecil, perawatan ini lebih rentan menyebabkan masalah kandung kemih dibanding radioterapi.

Masing-masing cara mengobati kanker prostat di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk mengetahui mana yang paling tepat dengan kondisi Anda, konsultasikanlah ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca