Menjaga berat badan sehat akan menghindari Anda dari berbagai macam penyakit,” petuah emas ini sudah sering kali Anda dengar dari waktu ke waktu, seperti kaset rusak. Tapi, memelototi timbangan mungkin tidak akan cukup. Di sinilah Body Mass Index (BMI), alias indeks massa tubuh, memainkan perannya.

Apa itu indeks massa tubuh?

“Indeks massa tubuh adalah cara yang baik untuk menilai apakah berat badan Anda sehat atau tidak,” kata Jessica Crandall, RD, pendidik diabetes bersertifikat dan juru bicara nasional untuk Academy of Nutrition and Dietetics, dikutip dari Daily Burn.

Indeks massa tubuh adalah metrik standar yang digunakan untuk menentukan siapa saja yang masuk dalam golongan berat badan sehat dan tidak sehat. Indeks massa tubuh alias BMI membandingkan berat badan Anda dengan tinggi badan Anda, dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

Ilustrasi BMI
Ilustrasi BMI (source: whathealth.com)

Misalnya, Anda ingin mencari tahu apakah Anda normal atau obesitas. Anda memiliki berat badan 80 kilogram dan tinggi 1,75 m (175 centimeter).

Pertama, kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,75 x 1,75 = 3,06. Selanjutnya, bagi angkat berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan: 80/3,06 = 26,1. Terakhir, bandingkan angka BMI Anda (26,1) dengan kategori berat badan yang tercantum di bawah ini:

  • Di bawah 18,5 = Berat badan kurang
  • 18,5 – 22,9 = Berat badan normal
  • 23 – 29,9 = Berat badan berlebih (kecenderungan obesitas)
  • 30 ke atas = obesitas

Dengan begitu, angka BMI alias indeks massa tubuh Anda menyatakan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan.

Kalkulator BMI untuk menghitung indeks massa tubuh dengan mudah

Untuk mempermudah Anda menghitung berapa indeks massa tubuh Anda, dan apakah berat badan Anda tergolong ideal, kurang, atau berlebih, Hello Sehat telah menyediakan Kalkulator BMI yang bisa dengan Anda gunakan dengan mengeklik gambar di bawah ini:

Indeks massa tubuh tak bisa jadi tolak ukur berat badan ideal

BMI adalah metode hitung-hitungan mudah yang dapat memberikan informasi dasar terhadap masalah berat badan Anda secara keseluruhan. Angka ini bisa berperan sebagai tanda peringatan bahaya dan melindungi seseorang dari kematian akibat penyakit kronis terkait obesitas.

Dilansir dari Live Science, BMI bukanlah metode pengukuran ideal dan akurat, serta tidak bisa menjelaskan penyebab dari masalah berat badan seseorang. Ketika mendefinisikan berat badan sehat, satu jenis pengukuran definitif tidak bisa diberlakukan untuk semua, tandas Dr. Rexford Ahima, profesor kedokteran dari University of Pennsylvania sekaligus co-peneliti dari jurnal terbitan Science tahun 2013.

BMI juga tidak memperhitungkan jumlah dan distribusi lemak tubuh yang penting untuk mengukur risiko seseorang terhadap berbagai penyakit kronis. Pasalnya, orang kurus mungkin saja tetap punya perut buncit atau diabetes. Dan pada beberapa kasus, postur badan tinggi besar, seperti binaragawan (yang bisa terlihat seperti kelebihan berat badan berkat massa ototnya), tidak selalu berarti buruk; banyak orang yang memiliki berat badan di atas “normal” dinyatakan sehat. Selain itu, angka BMI yang rendah mungkin diakibatkan oleh penyakit tertentu atau faktor usia lanjut.

BMI juga gagal untuk memperhitungkan perbedaan etnis dan jenis kelamin (wanita cenderung memiliki massa lemak lebih banyak daripada pria), usia, tingkat aktivitas fisik, komposisi tubuh (berapa banyak perbandingan otot dan lemak tubuh), dan ukuran pinggang (lingkar pinggang di atas rata-rata adalah indikator lain dari obesitas dan risiko penyakit terkait). Jadi, misalnya, sebagai wanita, bahkan jika indeks massa tubuh Anda termasuk dalam kategori normal, Anda masih bisa memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi.

Artinya, BMI tidak sepenuhnya mewakili diagnosis menyeluruh dari kesehatan tubuh dan risiko penyakit seseorang. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter tentang risiko dan kekhawatiran Anda mengenai kondisi kesehatan terkait dengan berat badan Anda.

Kalau sudah tahu berapa indeks massa tubuh kita, apa yang bisa dilakukan?

Jangan hanya terpaku pada BMI dan angka di timbangan berat Anda. Perhatikan pula massa otot dan lingkar pinggang guna memberikan rangkuman yang lebih komprehensif tentang kesehatan general tubuh Anda sesungguhnya. Tubuh setiap orang berbeda, maka dari itu BMI tidaklah sempurna untuk perhitungan universal.

BMI akan berguna sebagai titik acuan jika digunakan bersama dengan alat monitor lainnya. Ambil keuntungan dari perhitungan BMI dan timbangan berat badan Anda — kemudian gali lebih dalam dengan dokter untuk memastikan apakah Anda sudah berada di jalan yang benar dalam mencapai berat badan ideal Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca