6 Kiat Alami untuk Mengatasi Jantung yang Tiba-Tiba Berdebar Kencang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Tiba-tiba merasakan jantung berdebar-debar di tempat umum mungkin membuat Anda jadi cepat panik. Terlebih, gejala ini sering diikuti dengan rasa sesak di dada yang cukup mengganggu. Memang sih, Anda perlu segera ke dokter untuk mengetahui penyebab jantung berdebar yang dirasakan. Namun sebelumnya, ada beberapa cara  mengatasi jantung berdebar yang bisa Anda lakukan saat itu sebagai pertolongan pertama. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Cara mengatasi jantung berdebar kencang dan mendadak

Dalam kondisi medis, kondisi jantung berdebar-debar disertai rasa sesak di dada disebut dengan palpitasi jantung. Hal ini dapat terjadi kapan saja, baik saat duduk, berbaring, berdiri, atau beraktivitas seperti biasanya.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan jantung berdebar kencang dan tiba-tiba, di antaranya karena faktor lingkungan maupun kondisi medis. Faktor lingkungan yang bisa menyebabkan jantung berdebar kencang adalah olahraga terlalu berat, cemas berlebihan, konsumsi kafein berlebihan, dan makanan tinggi karbohidrat, lemak, dan MSG.

Sementara itu, jantung berdebar kencang juga bisa menandakan adanya masalah medis, contohnya penyakit tiroid, aritmia, atau bahkan gagal jantung.

Anda mungkin masih belum tahu penyebab pasti jantung berdebar yang Anda rasakan. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengikuti cara mengatasi jantung berdebar yang mudah ini:

1. Latihan pernapasan

manfaat yoga

Stres dan kecemasan adalah dua penyebab jantung berdebar yang paling umum. Pasalnya, dua hal ini dapat memicu peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh sehingga detak jantung jadi tak seimbang. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka segera tenangkan diri Anda dengan latihan pernapasan.

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk belajar mengatur napas, contohnya melalui meditasi, yoga, atau tai chi. Hal ini dapat membantu menenangkan otot-otot tubuh yang tegang, termasuk otot jantung.

Caranya, duduk dengan tenang sambil menutup mata, lalu letakkan satu tangan di perut. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung, kemudian buang napas melalui mulut. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa lebih tenang.

2. Manuver vagal

sering cuci muka bikin jerawat

Cara mengatasi jantung berdebar selanjutnya adalah manuver vagal yang digunakan untuk memperlambat laju jantung dengan merangsang saraf vagal, yaitu bagian saraf yang membantu mengatur detak jantung.

Manuver ini bisa dilakukan dengan batuk untuk merangsang saraf vagal supaya detak jantung menjadi lebih lambat. Selain itu, Anda juga memercikkan air, menempelkan handuk dingin atau kantong es di wajah selama 20 sampai 30 detik.  Sensasi dingin dapat membantu menstimulasi saraf vagus dan mengembalikan irama jantung kembali normal.

3. Banyak minum air putih

Jantung yang berdetak cepat dan tiba-tiba bisa jadi salah satu pertanda bahwa Anda sedang dehidrasi. Pasalnya, darah Anda mengandung air sehingga ketika Anda dehidrasi, darah Anda menjadi lebih kental.

Semakin kental darah akan membuat jantung akan bekerja ekstra untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, denyut nadi semakin cepat dan berpotensi menyebabkan jantung berdebar.

Sebagai solusinya, pastikan kebutuhan cairan Anda tetap tercukupi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jumlah cairan yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi kehamilan. Namun setidaknya, pastikan Anda minum delapan gelas air putih per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Walaupun Anda tidak sedang haus, sebisa mungkin tetaplah minum segelas air putih. Terlebih kalau tubuh Anda menunjukkan gejala-gejala dehidrasi, seperti mulut kering, haus, sakit kepala, pusing, dan kulit kering.

4. Jaga keseimbangan elektrolit

menu buka puasa sehat dengan sayur

Ketika jantung Anda tiba-tiba berdebar, ini artinya sinyal listrik yang mengalir ke jantung sedang bermasalah. Sinyal listrik tersebut dipacu oleh kadar elektrolit dalam tubuh. Kalau tubuh Anda kekurangan elektrolit, maka detak janutng Anda menjadi tidak beraturan dan cenderung lebih cepat.

Maka itu, jaga keseimbangan elektrolit Anda melalui makanan atau minuman yang mengandung natrium, kalium, kalsium, dan magnesium. Jenis elektrolit tersebut bisa Anda dapatkan dari makanan, yaitu:

  • Natrium: kentang, sup
  • Kalium: alpukat, pisang, ubi jalar, bayam, dan sayuran hijau lainnya
  • Kalsium: susu, produk susu, dan sayuran hijau
  • Kalium: sayuran hijau, kacang, ikan

Jika Anda takut tidak bisa memenuhi kebutuhan elektrolit dari makanan, Anda bisa saja mengandalkan suplemen tertentu. Namun ingat, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

5. Olahraga teratur

manfaat lari untuk mengatasi stres

Sudah bukan rahasia lagi kalau olahraga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Artinya secara tidak langsung, olahraga teratur juga dapat membantu mengatasi jantung berdebar yang disebabkan oleh stres atau kecemasan.

Olahraga memang dapat memberikan manfaat untuk kesehatan jantung, namun nyatanya juga bisa memicu palpitasi atau jantung berdebar pada sebagian orang. Oleh sebab itu, Anda tak perlu ngotot memilih jenis olahraga yang terlalu berat supaya detak jantung Anda bisa cepat kembali normal.

Pilih jenis olahraga yang ringan sesuai dengan kemampuan tubuh Anda, misalnya jalan kaki, jogging, lari, bersepeda, atau renang. Yang terpenting adalah buat jadwal secara rutin dan patuhi jadwal yang Anda buat secara konsisten.

Jika olahraga yang Anda lakukan memicu jantung berdebar, segera berhenti dan konsultasikan ke dokter.

6. Hindari penyebab jantung berdebar

merokok bikin kurus

Salah satu cara mengatasi jantung berdebar adalah dengan menghindari pemicunya. Jika jantung berdetak kencang secara tiba-tiba setelah mengonsumsi:

  • Obat pilek dan batuk
  • Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda
  • Obat-obatan untuk penyakit mental
  • Obat hipertensi
  • Alkohol
  • Merokok

Maka sebaiknya segera hindari hal tersebut. Namun ingat, tidak semua orang memiliki stimulan atau pemicu yang sama. Bila jantung terus berdebar dan semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit