4 Cara Mendeteksi Kanker Sejak Dini Supaya Lebih Mungkin Disembuhkan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/11/2017
Bagikan sekarang

Kanker sampai saat ini masih dianggap penyakit yang paling mematikan dan membahayakan. Namun, sebenarnya sekarang sudah banyak penderita kanker yang berhasil menjalani pengobatan dengan baik dan akhirnya terlepas dari jeratan kanker. Salah satu kuncinya adalah dengan mendeteksi kanker sejak dini. Bagaimana caranya?

Apakah semua jenis kanker bisa dideteksi sejak dini?

Mendeteksi kanker sejak dini sudah terbukti meningkatkan angka keberhasilan pasien yang sembuh. Tak hanya membuat pengobatan kanker lebih mudah dan efektif saja, tetap hal ini juga dapat mencegah sel-sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain.

Meskipun ditakuti banyak orang karena dianggap mematikan, pada dasarnya semua penyakit kanker bisa kok, dideteksi sejak dini. Hal ini memang perlu perhatian khusus karena Anda harus melakukan beberapa hal, termasuk tes medis.

Lalu, bagaimana cara mendeteksi kanker sejak dini?

1. Melakukan pemeriksaan

Ada beberapa pemeriksaan medis yang harus dilakukan secara berkala, seperti misalnya mamografi untuk kanker payudara, pap smear untuk kanker serviks, dan kolonoskopi untuk kanker usus. Semua jenis pemeriksaan tersebut sebenarnya harus dijalani sedikitnya satu kali dalam setahun. Apalagi, semakin bertambah usia, maka risiko untuk terkena kanker juga semakin besar.

Beberapa pemeriksaan medis yang bisa dilakukan secara rutin untuk mendeteksi kanker yaitu:

  • Pap smear, yang bisa mulai dilakukan pada wanita yang berusia 21-65 tahun
  • Mammografi, disarankan untuk dilakukan secara rutin oleh wanita yang telah berusia 40 tahun.
  • CT scan, pemeriksaan ini biasanya ikut disertakan jika Anda melakukan check up lengkap di rumah sakit. Hal ini sangat dianjurkan bagi Anda perokok aktif yang berisiko tinggi alami kanker paru.

Jika Anda bingung pemeriksaan apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi kanker, Anda bisa berkonsultasi pada dokter. Dokter yang akan menganjurkan tipe pemeriksaan medis apa yang cocok untuk Anda dan kapan harus melakukannya.

2. Ketahui riwayat keluarga, apakah ada yang pernah terkena kanker

Mengetahui riwayat keluarga, dalam hal ini riwayat kesehatan, penting dilakukan agar Anda lebih waspada jika memang ada salah satu anggota keluarga Anda yang mengalami kanker. Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko dari semua jenis kanker.

Namun, pada beberapa kanker, seperti kanker payudara, telah terbukti bahwa kanker ini dapat diturunkan ke generasi sebelumnya. Sementara kanker yang lainnya belum terbukti. Maka dari itu, bila Anda tahu riwayat keluarga hingga kakek-nenek, bahkan buyut, hal ini bisa menjadi ‘peringatan’ bagi Anda.

3. Ketahui tubuh Anda, dan lakukan pemeriksaan sendiri

Anda adalah orang pertama yang harus tahu adanya perbedaan atau perubahan yang terjadi di tubuh Anda sendiri. Beberapa jenis kanker padat, biasanya menimbulkan benjolan atau pembengkakan.

Bila Anda menemukan ada bagian tubuh Anda yang membengkak tiba-tiba, jangan remehkan hal tersebut. sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Selain bengkak, gejala lain yang harus diwaspadai seperti muncul memar-memar pada permukaan tubuh secara tiba-tiba atau timbul perdarahan, entah itu mimisan atau gusi berdarah. Gejala-gejala ini biasanya muncul pada kanker darah.

Bagi Anda kaum wanita, Anda juga harus terbiasa untuk melakukan SADARI, yaitu tindakan memeriksa payudara sendiri untuk mendeteksi kanker payudara. Dengan mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh, maka bukan tidak mungkin penyakit kanker akan diketahui sejak dini.

4. Mengendalikan faktor risiko lainnya

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengendalikan faktor risiko yang dapat membuat Anda rentan terkena penyakit kanker. Tidak sulit kok, Anda hanya tinggal mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti:

  • Berhenti merokok. menjadi perokok aktif hanya akan membuat Anda berisiko tinggi alami berbagai jenis kanker.
  • Mencegah kanker kulit dengan cara menggunakan tabir surya.
  • Tidak minum minuman beralkohol terlalu banyak, karena akan meningkatkan risiko kanker hati.
  • Terakhir, untuk mencegah berbagai jenis kanker, Anda harus memilih makanan yang sehat serta melakukan olahraga dengan rutin.  

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
fit saat puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020