Bila Anda kerap kali berkeringat di malam hari, sebaiknya ketahui penyebabnya. Pasalnya, hal ini bisa saja wajar terjadi, tapi bisa juga tanda-tanda dari serangan jantung pada wanita. Wanita yang sudah berusia lebih dari 40 tahun akan mengalami menopause. Hal ini juga akan menyebabkan seorang wanita lebih banyak mengeluarkan keringat pada malam hari. Meskipun terlihat sama, gejala ini akan muncul dengan ciri berbeda, tergantung penyebabnya. Lantas, bagaimana membedakannya?

Sering berkeringat di malam hari, tanda menopause atau serangan jantung?

Berkeringat adalah hal yang wajar terjadi pada wanita, bahkan hal ini berguna untuk membuat tubuh Anda tetap berada pada suhu yang normal. Namun, berbeda jika keringat di malam hari dihasilkan terlalu berlebihan. Para ahli menyatakan bahwa 3 persen dari kasus sering berkeringat di malam hari adalah tanda penyakit yang serius, salah satunya adalah penyakit jantung. Namun, hal ini sebenarnya wajar terjadi, apalagi wanita yang memasuki masa menopause. Lalu bagaimana cara membedakannya?

Berkeringat di malam hari akibat menopause

Menopause adalah proses yang normal terjadi pada setiap wanita usia paruh baya. Pada masa ini, fungsi organ reproduksi wanita akan menurun dan menimbulkan berbagai perubahan serta gejala. Termasuk salah satunya berkeringat di malam hari. Ketika akan memasuki masa menopause, perubahan kadar hormon juga terjadi, yang kemudian menyebabkan tubuh akan merasa cepat panas dan gerah.

Ketika tubuh merasa panas atau gerah, tubuh akan mengeluarkan keringat untuk mempertahankan suhu normal. Kondisi ini yang terjadi ketika seorang wanita yang akan memasuki masa menopause berkeringat di malam hari.

Bila memang keringat yang dikeluarkan tubuh di malam hari tersebut disebabkan oleh menopause, Anda akan mengalami berbagai gejala berikut ini.

  • Berat badan naik
  • Mood dan emosi cepat berubah
  • Merasa kelelahan
  • Vagina kering
  • Sering buang air kecil
  • Insomnia
  • Depresi

Selain itu, memasuki masa menopause, Anda juga akan mengalami siklus haid yang tidak beraturan. Jika semua hal tersebut terjadi bersamaan dengan tubuh yang berkeringat tiap malam, maka bisa jadi ini tanda dari menopause.

Berkeringat di malam hari juga bisa jadi tanda serangan jantung pada wanita

Mungkin tak banyak yang tahu kalau berkeringat di malam hari juga bisa menjadi tanda dari serangan jantung. Jika wanita berkeringat di malam hari tapi tak mengalami gejala menopause yang telah disebutkan sebelumnya, maka bisa jadi hal ini tanda dari gangguan fungsi jantung.

Jadi, di saat gangguan fungsi jantung terjadi, jantung  akan bekerja lebih berat dari biasanya. Ketika jantung bekerja lebih keras, energi yang dihasilkan lebih banyak. Energi ini didapatkan dari proses metabolisme yang memang menyebabkan kenaikan suhu tubuh. Hal ini kemudian yang menjadi salah satu pemicu keluarnya keringat berlebihan.

Gejala ini hampir mirip dengan gejala menopause. Namun, jika memang akibat gangguan fungsi jantung, maka keringat yang Anda hasilkan di malam hari akan cukup banyak hingga baju serta seprai Anda basah. Selain itu, bila hal ini adalah tanda dari serangan jantung, maka akan disertai dengan gejala seperti:

  • Terasa nyeri pada bagian lengan, leher, punggung, dan perut
  • Dada terasa nyeri dan tertekan
  • Sulit untuk bernapas atau napas menjadi pendek
  • Mual dan muntah
  • Kliyengan

Apa pun gejala yang Anda rasakan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah gejala yang Anda rasakan berbahaya atau tidak. Semakin cepat Anda periksa dan dideteksi, semakin besar pula peluang keberhasilan penanganan yang diberikan dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca