5 Racikan Bahan Alami untuk Pengharum Ruangan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak suka jika ruangan bersih dan harum? Tentunya kondisi ruangan juga berpengaruh kepada mood seseorang. Ruangan yang bersih akan membuat kita merasa nyaman. Banyak orang yang menambahkan pengharum ruangan sebagai salah satu faktor relaksasi dan juga penanda udara ruangan yang bersih. Tetapi, tahukah Anda bahwa pengharum ruangan berbahan kimia memiliki racun yang berbahaya bagi kesehatan?

Bahaya pengharum ruangan kimia

Pada tahun 2005, Bureau European des Unions de Consommateurs menerbitkan sebuah studi banding mengenai pengharum ruangan. Mereka mengukur senyawa organik volatil (VOC) dan aldehida yang terdapat pada pengharum ruangan. Hasilnya adalah tingkat neurotoksin (racun yang menyerang sistem saraf) yang dihasilkan di udara melebihi tingkat aman VOC (>200µg/m3), bahkan beberapa ada yang mencapai 4.000-5.000µg/m3. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi mata, kulit dan tenggorokan, pusing, mual, asma, sesak napas, sakit liver, anesthesia, bahkan koma.

Dr. rer. Nat. Budiawan dari Puska RKL (Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan) juga memaparkan bahwa pemakaian produk apa pun yang merupakan zat-zat kimia, bila berlebihan atau berkontak langsung melalui sistem pernapasan, akan menimbulkan gangguan pada fungsi sistem saraf. Seperti sebuah kasus yang terjadi di Bali pada pertengahan Maret tahun 2006, sejumlah siswa/siswi SD dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan sisa pengharum mobil yang dibawa salah seorang siswa.

Lalu, apakah kita harus berhenti memakai pengharum ruangan? Jawabannya, tentu tidak. Setelah mengetahui bahaya pengharum ruangan bagi kesehatan, bukan berarti kita tidak dapat membuat pengharum ruangan sendiri.

Bahan-bahan alami untuk membuat pengharum ruangan

Berbagai bahan alami seperti jeruk, kayu manis, cengkeh, lemon, jeruk nipis, rosemary, ekstrak vanila, timi, mint, jahe, ekstrak almond, daun pinus atau ranting cemara, daun salam, dan biji pala bisa jadi alternatif untuk pengharum ruangan yang alami dan bebas bahan kimia. Seperti yang dilansir dari richtonparklibrary.org, dari bahan-bahan tersebut, kita dapat membuat pengharum ruangan alami yang aman bagi kesehatan dengan 5 aroma yang berbeda.

Berikut ini lima jenis pewangi alami yang bisa Anda racik sendiri untuk membuat rumah jadi lebih semerbak.

Jeruk, kayu manis, cengkeh

Siapkan jeruk, kayu manis (cinnamon), dan cengkeh. Iris satu buah jeruk tipis-tipis. Masukkan irisan jeruk secukupnya ke dalam toples. Lalu, masukkan kayu manis, cengkeh dan air. Anda boleh menggunakan kayu manis berbentuk batang ataupun bubuk. Aroma ini dapat mengharumkan beberapa ruangan sekaligus dibandingkan dengan aroma lainnya.

Lemon, rosemary, vanilla

Siapkan lemon, rosemary, dan ekstrak vanila. Iris lemon tipis-tipis, lalu tambahkan rosemary, cengkeh, dan air ke dalam toples. Anda tidak perlu memberi ekstrak vanila terlalu banyak sehingga wangi yang dihasilkan menyegarkan.

Jeruk nipis, mint, vanilla

Siapkan jeruk nipis, thyme, mint dan ekstrak vanila. Iris jeruk nipis tipis-tipis, lalu tambahkan thyme, ekstrak vanila, mint, dan air. Sama seperti aroma ke-2, Anda tidak perlu menggunakan ekstrak terlalu banyak sehingga wangi yang dihasilkan menyegarkan.

Jeruk, jahe, almond

Sediakan jeruk, jahe (baik berbentuk utuh atau bubuk), dan ekstrak almond. Iris jeruk dan jahe tipis-tipis, lalu masukkan irisan tersebut serta ekstrak almond dan air ke dalam toples. Wangi yang dihasilkan akan terasa manis.

Daun pinus, daun salam, biji pala

Sediakan daun pinus, daun salam, dan biji pala. Gabungkan semua bahan dan air ke dalam toples. Jika Anda menggunakan biji pala utuh, maka Anda harus mengupas kulitnya untuk mengeluarkan aroma pala yang unik.

Simpan toples-toples tersebut di lemari es selama 1-2 minggu (toples ini juga dapat dibekukan selama satu bulan). Bila sudah siap untuk digunakan, biarkan mencair selama 12 jam. Pastikan Anda menggunakan toples yang aman untuk freezer. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cobalah menghangatkan toples-toples tersebut hingga aroma dari dalam toples keluar seutuhnya.

Alternatif lain

Selain menggunakan berbagai bahan di atas, Anda juga dapat menggunakan tumbuhan hidup yang dapat mengharumkan ruangan seperti, pohon geranium, melati arab, sitrus, eucalyptus, gardenia, pohon salam manis, stephanotis, kemuning, tea rose, anggrek korsase, anggrek oncidium, bunga hoya, bunga terompet, dan bunga kamboja.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Tahukan Anda bahwa banyak kasus serangan jantung terjadi pada anak muda di bawah 40 tahun, dan 25% dari mereka meninggal dalam waktu kurang dari 15 tahun?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Banyak orang menilai gigi gingsul membuat senyuman pemiliknya bertambah manis. Berikut serba-serbi kesehatan gigi gingsul yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
sakit maag

Panduan Memilih Makanan yang Tepat Kalau Maag Anda Sering Kambuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
obat alami oral thrush

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit
pencegahan glaukoma mencegah glaukoma

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit