Sebaiknya Harus Seberapa Sering Cuci Hidung?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Ngupil bukanlah cara yang tepat untuk membersihkan hidung. Agar hidung senantiasa bersih, Anda dapat membersihkan hidung dengan cara dicuci. Namun, harus seberapa sering cuci hidung? Bagaimana caranya?

Cuci hidung pakai air, boleh?

Tindakan Cuci Hidung pada Anak. Boleh atau Tidak

Membersihkan hidung tidak disarankan pakai aliran air keran. Air keran belum tentu steril dan bebas bakteri sehingga tetap berisiko untuk hidung Anda.

Cuci hidung sebaiknya menggunakan semprotan saline yang dijual di toko obat atau apotek. Semprotan hidung ini adalah cairan garam isotonik steril. Kenapa harus pakai ini? Kadar pH cairan saline mirip dengan pH cairan tubuh sehingga tidak akan mengacaukan ekosistem dalam hidung.

Semprotan saline juga membantu menjaga silia hidung tetap sehat. Silia adalah rambut-rambut kecil dalam hidung yang berfungsi membantu melembabkan udara yang masuk ke paru-paru, menjebak bakteri agar tidak sampai masuk ke dalam tubuh, dan membantu meningkatkan indera penciuman Anda.

Selain itu, semprotan saline juga dapat mengencerkan lendir yang bikin hidung tersumbat. Itu kenapa semprotan ini juga dapat membantu mengatasi gejala alergi rinitis dan sinusitis.

Bagaimana cara cuci hidung yang benar?  

  • Pertama, siapkan semprotan hidung saline. Lalu, posisikan kepala Anda agak condong ke depan dan miringkan sedikit. Boleh miring ke kanan atau kiri sesuai kenyamanan Anda.
  • Saat memasukkan air saline, masukkan ke lubang hidung posisi atas dalam kondisi kepala miring. Misalnya apabila miring ke kiri, masukkan ke lubang hidung kanan, dan sebaliknya.
  • Pelan-pelan semprotkan air ke dalam lubang hidung. Jangan dihirp, tapi biarkan air keluar dari lubang hidung yang satu lagi.
  • Setelahnya, tukar posisi untuk mengalirkan air ke lubang hidung yang belum disemprot. 
  • Keluarkan air dari hidung seperti membuang ingus, tapi dengan lembut, jangan terlalu kencang.

Buat semprotan hidung sendiri

Sebetulnya, Anda dapat dengan mudah membuat cairan semprot hidung sendiri di rumah. Alat yang Anda butuhkan adalah, garam non-yodium, baking soda, jarum suntik, neti pot, dan botol atau wadah plastik.

Untuk membuat larutan saline, campurkan 3 sendok teh garam non-yodium dan satu sendok teh soda kue. Simpan ramuan saline ini dalam wadah atau toples kecil yang bersih.

Bila Anda ingin mencuci hidung,  campur satu sendok teh ramuan saline ke dalam secangkir air bersih yang sudah direbus dan didinginkan dalam suhu normal.

Setelahnya, masukkan ke dalam neti pot dan cuci hidung Anda.

Lalu, harus seberapa sering cuci hidung?

Cuci hidung sebaiknya dilakukan satu kali sehari saja, utamanya pada malam hari. Kenapa malam-malam?

Mencuci hidung di malam hari akan sekaligus membersihkan semua kotoran yang masuk dan menumpuk dalam hidung setelah Anda memakainya untuk menghirup udara luar.

Selain akan jadi upil, kotoran yang dibiarkan terus tinggal dalam hidung dapat berpotensi menyebabkan infeksi di dalam hidung.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020