Efek Samping yang Mungkin Terjadi Akibat Menggunakan Baking Soda Sebagai Obat Infeksi Saluran Kencing

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada banyak obat alami infeksi saluran kencing yang bisa Anda pilih. Salah satunya adalah baking soda yang biasanya digunakan sebagai pengembang kue dan biskuit. Seberapa efektif sebenarnya menggunakan baking soda sebagai obat untuk infeksi saluran kencing, dan benarkah aman? Simak ulasannya di bawah ini.

Sekilas tentang infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing (ISK) terjadi karena bakteri dari luar tubuh masuk ke dalam saluran kemih, tempat mengalirnya urin yang diproduksi dari ginjal hingga untuk dikeluarkan melalui uretra (lubang kemih). Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, namun bukannya tidak mungkin pria juga bisa mengalami infeksi saluran kencing.

Penyakit ini menyebabkan rasa panas atau perih saat buang air, dan bila kondisi bertambah buruk akan menyebabkan demam hingga nyeri panggul. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik, namun beberapa bahan alami yang ada di rumah dapat dikonsumsi sebagai obat untuk infeksi saluran kencing.

Larutan air dan baking soda sebagai obat untuk infeksi saluran kencing, benarkah aman dan efektif?

Antibiotik yang diresepkan untuk infeksi saluran kencing dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri (bakteri kebal terhadap obat) apabila digunakan tidak sesuai petunjuk. Hal ini tentu akan semakin memperburuk kondisi Anda. Oleh karena itu, banyak orang yang mencari berbagai pengobatan alami untuk infeksinya, salah satunya dengan baking soda atau soda kue.

Dilansir dari Live Strong, Dr. Laurie Steelmith, penulis Natural Choices for Women’s Health, mengatakan bahwa baking soda adalah senyawa alkali (bersifat basa) yang bisa membantu menurunkan keasaman urin sehingga meringankan gejala infeksi saluran kencing saat buang air.

Caranya adalah dengan melarutkan 1/2 – 1 sendok teh baking soda dengan air hangat. Kemudian, campuran tersebut diaduk sampai rata dan diminum saat perut kosong. Walaupun demikian, belum banyak penelitian yang membuktikan keamanan dan kebenaran penggunaan baking soda sebagai obat untuk infeksi saluran kemih.

Salah satu penelitian malah membuktikan sebaliknya: baking soda memiliki potensi membahayakan tubuh. Dilansir dari Health Line, sebuah penelitian di California Poison Control System menemukan bahwa dari total 192 kasus keracunan baking soda, 4 sampai 7% di antaranya disebabkan oleh penggunakan baking soda untuk mengobati infeksi saluran kencing.

Kemungkinan efek samping yang terjadi ketika menggunakan baking soda sebagai obat infeksi saluran kencing

Walaupun baking soda merupakan bahan alami, kemungkinan efek samping tetap bisa terjadi. Dosis baking soda yang dianggap aman untuk orang dewasa sekitar setengah sendok teh yang dilarutkan dalam air sebanyak 118 sampai 236 mililiter setiap dua jam.

Bila melebihi dosis tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak atau perdarahan otak. Apalagi jika dikonsumsi oleh ibu hamil, ini bisa membahayakan sang ibu dan janin. Komplikasi ringan dari kelebihan dosis baking soda meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kejang, koma, atau kematian (kasus langka)

Untuk menghindari efek samping penggunaan baking soda untuk mengobati infeksi saluran kencing, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu mengenai hal ini kepada dokter.

Bila Anda memiliki kondisi ini, prioritaskan untuk segera mendapatkan pengobatan dari dokter yang jauh lebih aman dibanding mengandalkan pengobatan dari campuran baking soda dan air atau pengobatan alami lainnya. Sebab jika tidak ditangani dengan antibiotik, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen. Selain antibiotik, dokter mungkin akan merekomendasikan phenazopyridine. Obat ini dirancang bukan untuk menyembuhkan namun memberikan kenyamanan dengan mengurangi rasa sakit di sekitar kandung kemih.

Perawatan lain yang bisa Anda lakukan adalah menjaga cairan tubuh tetap normal dengan memperbanyak minum air putih. Jangan gunakan produk pembersih apapun yang bisa menganggu keseimbangan pH dan mengiritasi kulit sehingga menciptakan tempat yang sempurna untuk berkembangnya bakteri.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca