Kurang tidur telah dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Namun, cukup tidur sebenarnya tak hanya penting untuk menghindaririsiko penyakit-penyakit ini, namun juga demi menjamin keselamatan Anda di jalan saat berkendara, karena penelitian menemukan bahwa nyetir saat mengantuk adalah salah satu penyebab kecelakaan yang paling sering terjadi.

Nyetir saat mengantuk melipatgandakan risiko kecelakaan

AAA Foundation for Traffic Safety melaporkan kurang tidur barang sejam-dua jam saja dapat meningkatkan risiko pengendara bermotor untuk mengalami kecelakaan lalu lintas, dibandingkan dengan pengendara yang tidur cukup selama tujuh jam. Nyetir saat mengantuk setelah tidak tidur sampai 3 jam bahkan meningkatkan risiko kecelakaan bermotor hingga lebih dari empat kali lipat.

Lebih lanjut, risiko kecelakaan dari nyetir saat mengantuk ini dinilai setara dengan risiko yang dihadapi pengendara saat mabuk alkohol seseorang menghadapi saat berkendara di atas batas legal untuk alkohol menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Menurut Jake Nelson, direktur AAA Foundation for Traffic Safety, dilansir dari CBS News, remaja, pria dewasa muda, dan orang-orang yang berutang jam tidur adalah tiga kelompok yang paling berisiko tinggi untuk nyetir saat mengantuk.

Hal serupa juga diutarakan oleh sebuah studi terbitan jurnal Archives of Internal Medicine yang meneliti faktor-faktor kecelakaan bermotor di wilayah barat daya Prancis. Penelitian ini melibatkan 679 orang yang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan mobil antara 2007 dan 2009 di Prancis. Peneliti menemukan bahwa sama sekali tidak ada perbedaan antara nyetir saat mengantuk dan menyetir di bawah pengaruh alkohol. Keduanya sama-sama melipatgandakan risiko pengendara bermotor terhadap kecelakaan lalu lintas. Studi ini juga menemukan bahwa kelompok orang yang paling berisiko untuk nyetir saat mengantuk adalah anak-anak muda dan pria dewasa.

Apa yang terjadi saat kita kurang tidur?

Ada banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji efek kognitif otak akibat kurang tidur akut — sangat kurang dari enam jam. Efek terbesar yang bisa terjadi pada tubuh Anda setelah berjam-jam tidak tidur adalah menurunnya kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi secara drastis. Sejumlah studi lain juga menemukan dampak begadang pada kemampuan otak untuk fokus sama halnya dengan memiliki kandungan alkohol dalam darah sebanyak 0,10 persen.

Pada saat ini, otak Anda masih mampu berfungsi untuk mengingat dengan cukup baik, seperti untuk mengingat sejumlah nama berbeda. Tapi koordinasi mata dan tangan Anda akan mulai memburuk, dan beberapa proses mental sulit juga mulai kewalahan. Dan menurut sebuah studi tahun 2011, begadang selama lebih dari 3-4 jam akan membuat Anda sangat kebingungan sehingga sulit untuk sigap mengambil keputusan tertentu. Selain itu, tubuh Anda juga akan memberikan reaksi yang lambat.

Kesemua fungsi tubuh ini memainkan peran yang sangat penting dalam keselamatan berkendara.

Tips aman kalau harus nyetir saat mengantuk

Sulit menjaga mata tetap terbuka selama berkendara merupakan salah satu tanda dari nyetir saat mengantuk, yang seringnya juga dibarengi dengan menyetir oleng keluar jaluryang seharusnya. Tapi menurut AAA, kebanyakan orang yang terlibat kecelakaan lalu lintar akibat mengantuk saat nyetir tidak mengalami gejala kantuk apapun sebelum akhirnya benar-benar tertidur pulas di belakang kemudi. Di Amerika Serikat, satu dari lima kasus kecelakaan mobil yang menyebabkan kematian, melibatkan pengendara mobil yang mengantuk atau tidak mendapatkan cukup tidur sebelumnya.

Karena itu AAA merekomendasikan masyarakat untuk tidak bergantung pada tanda-tanda fisik yang ditunjukkan tubuh sebagai peringatan bahwa mereka sudah terlalu kecapekan untuk berkendara. Sebaliknya, selalu prioritaskan untuk mendapatkan tidur yang cukup — setidaknya tujuh jam setiap malam.

Untuk menghindari nyetir saat mengantuk, AAA juga merekomendasikan pengendara yang melakukan perjalanan panjang untuk merencanakan waktu perjalanan mereka di saat mereka paling merasa melek dan waspada, dan jadwalkan mampir ke rest area setiap dua jam atau per 160 kilometer perjalanan. Pengendara jarak jauh juga harus sebisa mungkin untuk menghindari makan makanan yang terlalu berat dan menghindari mengonsumsi obat yang bikin ngantuk atau gangguan tidur lainnya. Terakhir, AAA merekomendasikan untuk saling bergantian mengemudi dengan penumpang lain yang lebih sigap setiap beberapa jam sekali.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca